3 Faktor Penentu Kesuksesan Situs Usaha Anda

Jasa
Menumbuhkan situs bisnis yang sukses memang tidak mudah. Di masa sekarang ini, dengan persaingan yang makin kuat, rasanya ini akan jadi lebih sulit dari sebelumnya. Seperti halnya bisnis apa pun, selalu ada tips dan trik yang harus dilakukan, tetapi waktu dan uang untuk digunakan tidak sebanding dengan trik bisnis yang tersedia. Bahkan, meskipun jika Anda sudah membuat rencana yang matang untuk mengatasi semua masalah ini, keadaan darurat mungkin saja akan menggagalkan Anda. Tidak mudah untuk menemukan keseimbangan antara hal-hal yang harus Anda kerjakan dan hal-hal yang sebenarnya Anda kerjakan. Namun di antara semua hal yang harus dilakukan ini, ada beberapa faktor yang lebih penting daripada yang lain. Dan jika Anda melakukan hal-hal ini dengan benar, Anda sudah selangkah lebih maju di depan pesaing Anda. Jadi, faktor apa saja yang paling memengaruhi situs e-commerce untuk usaha Anda?

Tugas Paling Penting Anda

Anda dapat menemukan petunjuk dengan cara melihat bisnis e-commerce yang sudah sukses. Ada sejumlah ciri-ciri yang diperlihatkan oleh bisnis-bisnis e-commerce yang sudah sukses ini. Tapi ciri-ciri ini seringkali tidak terlihat di permukaan, jadi untuk menemukannya Anda perlu menggali sedikit. Hanya karena suatu bisnis yang sukses memiliki 1 juta followr di Instagram, bukan berarti bahwa harus sukses Anda juga harus mengejar follower di Instagram dengan jumlah yang sama. Jadi Anda perlu membedah akar-akar penyebab kesuksesan, bukan produk sampingannya untuk mengetahui di mana waktu Anda harus dihabiskan dengan paling efisien. Berikut adalah tiga faktor sukses terpenting yang mempengaruhi situs e-commerce untuk usaha yang kami temukan:
  1. Biaya akuisisi pelanggan yang rendah
  2. Tingkat pembelian kembali tinggi
  3. Margin sehat
Memang ini bukan temuan inovatif, dan Anda mungkin sudah mengetahuinya. Tapi, tiga hal ini benar-benar jauh lebih rumit daripada yang terlihat di permukaan. Dan jika Anda ingin membuat toko Anda sukses, Anda harus tahu cara mengoptimalkan tiga faktor ini. Dan itulah yang akan kita lakukan di artikel ini. Jadi mari kita lihat masing-masing faktor, untuk melihat bagaimana Anda dapat meningkatkannya.  

1. Biaya Akuisisi Pelanggan yang Rendah

Mendapatkan sepasukan pelanggan yang membeli banyak, dengan biaya akuisisi yang murah adalah surga dunia untuk sebagian besar bisnis e-commerce. Seberapa kecil biaya akuisisi ini, untuk bisa dikatakan rendah? Ini semua tergantung kembali pada margin pilihan Anda, nilai umur, dan pesaing Anda. Bagian terbesar dari biaya akuisisi adalah biaya pemasaran untuk mendapatkan pelanggan baru. Bahkan jika Anda tidak secara aktif membelanjakan uang untuk hal-hal seperti iklan, mendatangkan setiap pelanggan baru masih harus ada biayanya sendiri. Jika bisnis baru mulai dan dikerjakan sendirian, Anda mungkin bisa mengerjakannya sendiri. Tetapi jika bisnis Anda sudah cukup mapan, Anda kemungkinan harus menyewa karyawan atau staf untuk melakukan pemasaran untuk Anda. Nah, mari kita lihat dua faktor pendorong utama di balik faktor ini: merek & pemasaran.

BRAND

Membranding adalah cara paling merepotkan dan makan waktu, tetapi paling berpengaruh, paling menonjol, dan secara signifikan menurunkan biaya akuisisi Anda. Sekarang tanyakan ini pada diri Anda sendiri:
  1. Berapa banyak orang yang telah mendengar dan tahu tentang merek Anda?
  2. Apa yang membuat Anda berbeda dari pesaing Anda?
  3. Apa yang membuat calon pelanggan tertarik untuk memeriksa toko Anda?
Kebanyakan klien yang kami temui biasanya gagal menjawab tiga pertanyaan ini. Jauh di lubuk hati mereka, mereka tidak dapat memberikan alasan kuat mengapa orang harus membeli dari bisnis mereka, dan bukan dari pesaing. Bukan karena tidak tahu, tetapi karena jawaban dari tiga pertanyaan ini tersembunyi dengan baik. Jika Anda juga kesulitan menjawab tiga pertanyaan tadi, kembalilah ke asal-usul mengapa Anda memulai bisnis ini. Biasanya ini sering membantu menemukan jawaban.             Bicara brand, maka bicara pula mengenai desain. Desain dapat berupa logo, packaging, dan lain sebagainya, tapi mari kali ini kita bicara desain situs. Desain situs web e-commerce Anda (toko online) harus mengakomodasi semua jenis pelanggan. Toko online adalah alat utama Anda untuk berkomunikasi dan bertransaksi dengan mereka. Ia harus dapat menyampaikan informasi dengan cepat dan ringkas untuk membangkitkan kepercayaan bisnis Anda kepada pelanggan Anda. Kemudahan akses adalah yang paling penting. Ini karena membantu bisnis Anda menjangkau ke semua jenis pelanggan; orang-orang dari berbagai budaya, penyandang cacat, dll. Mampu mengatur toko online Anda ke bahasa lain dapat memperluas basis pelanggan Anda, selama ini adalah bagian penting dari audiens Anda. Situs Anda mungkin bisa juga dilengkapi dengan akses oleh penyandang cacat visual; seperti buta warna dan gangguan penglihatan, dengan menggunakan tema visual kontras tinggi dan ukuran font yang lebih besar untuk teks. Anda juga perlu membuat toko online Anda bisa dilihat dengan baik di perangkat seluler, seperti menggunakan desain responsif. Bisa pula dengan cara mengoptimalkan gambar Anda sehingga gambar ini dapat loading lebih cepat. Semakin Anda meningkatkan aksesibilitas situs web, semakin besar kemungkinan banyak orang melihatnya. Pengguna bisa segera menilai apakah mereka menyukai suatu situs web hanya dengan melihat sekilas, dan kesan pertama biasanya bertahan. Membuat kesan pertama yang baik sangat penting untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan di toko online Anda. Buat desain yang terbaik dan menarik yang mungkin, untuk menarik orang agar masuk dan memanfaatkan situs web e-niaga Anda. Desain web yang bagus memiliki prinsip-prinsip yang dapat Anda ikuti, yang akan membantu Anda meyakinkan orang untuk melihat apa yang Anda jual. Segala sesuatu di dalam situs Anda, baik itu menu, icon, kategori, warna, semuanya harus mudah dimengerti, namun tetap mempertahankan kepribadian bisnis Anda.   Pastikan praktik branding yang Anda lakukan adalah orisinal, bukan meniru. Kalaupun memang praktik promosi yang Anda lakukan terlihat mirip dengan pesaing, pastikan bahwa Anda melakukan bukan karena meniru, tapi karena itu sejalan dengan prinsip dari branding usaha Anda. Ada satu contoh yang sering terjadi: Sebagian keuntungan dari suatu produk akan disumbangkan untuk amal. Beberapa bisnis berhasil melakukannya. Lalu, mengapa bisnis lain mencoba dan gagal? Tidak ada yang salah dengan membagi keuntungan, tetapi jika itu bukan bagian dari DNA usaha Anda, itu hanya menjadi bagian dari promo yang tidak perlu. Pengunjung situs mungkin akan melihatnya, tetapi itu tidak akan menjadi alasan bagi mereka untuk mencari Anda dan membeli produk. Dalam hal ini, tanyakan pada diri Anda, apakah kegiatan amal dan semacamnya akan memperkuat alasan inti mengapa Anda memulai bisnis? Jika tidak, maka tidak usah. Kalaupun memang ingin menyisihkan keuntungan untuk donasi, lakukanlah dengan ikhlas tanpa menganggap ini sebagai praktik branding atau CSR.

Pengukuran branding

As mentioned above, brand building can seem pretty esoteric. But there are some effective ways to measure if you’re doing things right. Branded search traffic, and especially its trend over time, can function as a good indicator of increased brand awareness. Seperti disebutkan di atas, membangun merek hasilnya samar-samar. Tetapi, ada beberapa cara efektif untuk mengukur jika praktik branding Anda telah berada di track yang benar. Yang pertama, lihat sosial media Anda. Jika follower Anda bertambah, dan karakteristik follower Anda sesuai dengan ciri-ciri pelanggan potensial, berarti branding Anda berhasil dan tepat sasaran. Yang kedua, lihat seberapa sering brand Anda disebut di internet. Ini bisa Anda lihat melalui tools semacam mention.net atau Google Alert. Anda juga bisa menemukannya di Google Search Console, lalu periksa hasil pencarian yang mengarah ke laman Anda. Jika ada hasil pencarian yang di dalamnya terdapat merk Anda, berarti kesadaran merek di masyarakat sudah mulai tumbuh.

MARKETING

Menciptakan merek yang kuat berarti menentukan apa yang Anda perjuangkan, dan juga apa yang tidak Anda perjuangkan. Itu berarti Anda akan memiliki gagasan yang lebih baik tentang siapa yang harus ditargetkan, dan di mana menemukan orang-orang ini. Itu adalah titik awal yang bagus ketika menyangkut pemasaran. Jadi bagaimana Anda mengoptimalkan anggaran hingga ke uang receh terakhir? Ketika kami meneliti taktik pemasaran e-commerce yang paling efektif, kami menemukan dua pendekatan rendah atau tanpa biaya untuk meningkatkan penjualan:
  1. Anda fokus pada kegiatan pemasaran yang murah: email & retargeting. Tetapi ini juga skala rendah, yang berarti bahwa total volume penjualan dari kegiatan ini akan terbatas.
  2. Anda melakukan sesuatu dengan cara berbeda.
Jika Anda berhenti ikut-ikutan orang lain, Anda akan memiliki bidang bermain yang jelas. Tetapi kenyataannya adalah sangat sedikit saluran pemasaran “terlewatkan” yang tidak diketahui pesaing Anda, dan yang bisa Anda manfaatkan. Bagi kami, kuncinya adalah mencoba pendekatan baru pada saluran yang sudah ada. Sebuah apparel bernama Nordstrom pernah merilis sebuah celana jins seharga Rp 4 juta, lengkap dengan luntur dan kotor bekas lumpur. Celana jins dengan lumpur palsu harganya bisa sampai 4 juta? Bagaimana mungkin? Setelah dianalisa, berikut ini hasilnya: Ada 1200 backlink yang mengarah ke domain ini, termasuk dengan link dari situs seperti CNN, Fortune, dan The Washington Post. Jadi, bagaimana Anda melakukan hal seperti ini juga? Anda mungkin tidak ingin mengotori produk Anda, tapi Anda bisa mereplikasi prinsip dari “celana jins kotor” ini. Celana-celana ini bisa menarik perhatian sedemikian besar karena berhasil membangkitkan rasa penasaran dan membuat emosi para netizen. Memang betul tidak ada yang mau membeli produk semacam itu, tapi lihatlah berapa banyak perhatian yang datang. Belum lagi liputan dari berbagai media, yang membuat Nordstrom selaku apparel mendapat keuntungan besar. Bayangkan seberapa jauh jangkauan Anda jika Anda bisa membuat promosi atau produk dengan prinsip ini.

2. Rasio beli mengulang yang tinggi

Pesanan berulang adalah dasar kesuksesan bisnis manapun. Penelitian oleh RJmetrics mengungkapkan bahwa perusahaan e-commerce terbaik menghasilkan lebih dari setengah dari total pendapatan mereka dari pelanggan tetap yang sudah berlangganan selama 20 bulan. Ini akan mulai berkontribusi lebih banyak terhadap pendapatan daripada pelanggan baru sesudahnya. Loyalitas pelanggan adalah sesuatu yang merupakan hasil dari sejumlah bagian penting: pengalaman pelanggan yang puas, produk berkualitas, harga menarik, brand kuat, dan pemasaran yang tepat. Perhatikan bagaimana kami menempatkan pemasaran di bagian terakhir. Karena pendekatan yang paling umum untuk meningkatkan loyalitas pelanggan adalah sering-sering berkomunikasi dengan pelanggan yang sudah ada. Kampanye email otomatis bisa membantu Anda melakukan hal itu. Tetapi jika pelanggan memiliki pengalaman buruk ketika mereka pertama kali membeli, kampanye Anda hanya akan masuk telinga kiri keluar di telinga yang kanan.

Pengalaman pelanggan

Layanan pelanggan harus benar-benar Anda perhatikan, jika Anda ingin meningkatkan pengalaman pelanggan. Memastikan klien yang ada merasa bahagia adalah standar yang harus Anda tetapkan. Ingat, pengalaman pelanggan yang positif akan menghasilkan lebih banyak review pelanggan. Jika Anda memiliki orang atau tim customer support, pastikan Anda juga tahu apa yang sedang terjadi. Namun, seluruh pengalaman pelanggan sudah dimulai ketika seorang pengunjung tiba di situs Anda. Pikirkan tentang apa yang mereka lihat / rasakan: Seberapa sulit untuk menemukan produk tertentu? Seberapa menyenangkan untuk menelusuri pilihan produk Anda? Seberapa cepat situsnya? Seberapa mudah mereka dapat menemukan informasi dasar Anda seperti biaya pengiriman atau detail kontak? Salah satu perhatian lain di e-commerce untuk pengusaha dan konsumen adalah masalah keamanan. Dengan informasi pribadi dan keuangan yang ditangani secara online, selalu ada potensi situs web e-commerce yang disusupi dan data pelanggan dicuri untuk tujuan jahat. Ini terutama berlaku untuk informasi kartu kredit yang dimasukkan secara daring setiap hari. Manfaatkan SSL untuk mengamankan pengalaman belanja online pelanggan Anda. SSL memastikan bahwa transaksi dan data dienkripsi sehingga lebih sedikit kesempatan bagi para hacker untuk mencuri. Otentikasi dua faktor juga merupakan cara yang baik untuk mengamankan toko daring Anda lebih jauh, dan menambahkan metode verifikasi lainnya (tanpa membuat pelanggan merasa ribet) juga akan membantu.

3. Margin sehat

Margin kotor yang sehat membuat bisnis e-commerce Anda lebih mudah dijalankan. (Sebagai patokan, survei MarketingSherpa menemukan margin kotor rata-rata antara 22% dan 38%). Ini memberi ruang Anda untuk berinvestasi pada fasilitas yang lebih baik, menawarkan lebih banyak kemungkinan untuk mendapatkan pelanggan. Nah margin sendiri terdiri dari dua: pendapatan dan pengeluaran. Kita sudah sama-samma membahas sedikit soal pengeluaran: biaya pemasaran Anda. Tetapi tentu saja, ada juga biaya lain yang terlibat seperti biaya produk, pengiriman, dan biaya lainnya. Menjaga pengeluaran tetap rendah harus menjadi prioritas untuk bisnis, terutama sejak dini. Bahkan untuk Amazon, pelit adalah bagian dari DNA mereka. Itu sebabnya, selama beberapa tahun pertama mereka menggunakan fasilitas kantor yang minim. Di sisa artikel ini, kita akan fokus pada peningkatan pendapatan, dan lebih spesifik lagi, tentang cara meningkatkan nilai pesanan rata-rata.

Jual produk dengan harga lebih mahal

Mungkin akan mengejutkan, tetapi menjual mesin kopi seharga Rp 20.000.000 secara online sama sulitnya dengan menjual casing hape seharga Rp 50.000. Bahkan jika margin Anda lebih rendah, total laba per pesanan akan jauh lebih tinggi pada produk pertama. TIPS: Bereksperimenlah pada produk dengan rentang harga yang berbeda-beda. Hanya menjual produk super murah? Cobalah untuk menambahkan yang lebih mahal.

Upsell / cross-sell

Cross selling adalah menjual produk pelengkap seperti pembatas buku seharga Rp 10.000, untuk buku seharga Rp 80.000. Ini sering dilakukan di minimarket atau restoran cepat saji. Anda juga bisa melakukannya. Atau, coba gabungkan produk murah Anda dengan produk yang berharga tinggi. Biasanya produk yang dijual terpisah harganya akan lebih mahal dibanding membeli bersama-sama. Atau, Anda juga bisa menawarkan harga grosir, sehingga pembeli tertarik untuk membeli sekaligus. Kami yakin pesanan yang lebih besar ini lebih menguntungkan bagi mereka, dan bagi Anda juga.  

Giring pembeli ke pemesanan berharga tinggi

Meskipun katakanlah Anda sudah punya pelanggan yang siap membeli, Anda juga dapat menggunakan dorongan psikologis untuk membuat orang mengeluarkan sedikit lebih banyak. Anda bisa menawarkan ongkos kirim gratis bila pembelian mencapai harga tertentu. Atau, beri bonus berupa produk tertentu bila belanja di atas Rp 300 ribu, misalkan. baca juga Undercover.co.id Services Panduan Bisnis Affiliasi Website Cuma 50 Ribu Pembuatan Website Profesional Jasa Seo Profesional dan Terpercaya Jasa Sosial Media Maintenance 60 Daftar Jasa SEO Jakarta Dan Indonesia  

Kesimpulan

Jika Anda ingin membuat situs bisnis, tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang. Dengan publik yang semakin akrab dengan penggunaan online untuk membeli berbagai produk dan layanan, kita akan melihat hal-hal yang jauh lebih menakjubkan melalui e-commerce, baik untuk pebisnis maupun konsumen itu sendiri. Anda mungkin tidak memiliki fokus atau uang yang cukup untuk mengoptimalkan akuisisi, retensi, dan profitabilitas pada saat yang bersamaan. Sekarang, fokus Anda akan bergantung pada sejauh mana tahap pengembangan bisnis e-niaga Anda. Lakukan saja satu per satu. Jika Anda baru memulai, strategi akuisisi pelanggan biaya rendah yang dijelaskan dalam posting ini mungkin akan memiliki dampak terbesar. Tetapi setelah Anda mulai mendapatkan jumlah pengunjung dan penjualan yang lebih besar, Anda dapat mulai mengoptimalkan retensi pelanggan. Kemudian pada tahap scaling, saatnya mengeksplorasi urusan biaya dan pendapatan, serta cari tahu cara mengoptimalkan setiap elemen dalam margin.
Jasa
error: Content is protected !!