5 Pelajaran Personal Branding yang Bisa Kamu Pelajari Dari Donald Trump

Categories: Branding

Undercover.co.id – Di masa kini personal branding sangatlah penting. Ingin menjadi pemimpin terkenal? Ingin orang-orang mencarimu untuk memberikan proyek? Ingin mencari bantuan untuk bisnismu mencapai tonggak sejarah? Kamu butuh personal brand yang kuat.

strategi personal branding

Tapi di mana kita belajar untuk membuat brand kita menonjol? Siapa role model kita? Dan dari personal brand siapa kita bisa belajar banyak hal? Tokoh seperti Donald Trump bisa menjadi bahan pelajaran yang baik tentang personal brand. Ia menunjukkan personal brand yang baik, yang buruk dan yang paling buruk. Yuk! simak lima pelajaran penting ini.

1.Manfaatkan media sosial

Sejak awal era sosial media, dunia digital sudah melahirkan para self-promotor dan spammer. Seiring waktu kita jadi makin terbiasa dengan orang-orang yang membicarakan tentang diri mereka sendiri. Jadi, gimana ya cara kita supaya orang-orang mengenal diri kita tanpa perlu spamming? Kita jadi sangat lihai membuat orang berbicara tentang kita. Melalui endorsement dan rekomendasi di media sosial, Yelp, TripAdvisor dan situs serupa lainnya. Trump ahli memanfaatkan cara ini. Dia tahu setiap suara dan tweet yang ia buat akan dilihat oleh jutaan orang – baik media konvensional ataupun digital. Pelajaran pertama, hadirlah secara konsisten di media sosial dan tak perlu membicarakan diri sendiri. Duduk dan biarkan pendukungmu  atau bahkan haters berbicara tentangmu.

Baca juga: Bisnis Konvensional Bisa Kok Bangun Brand yang Kuat! Ini 3 Strategi Konten yang Engaging

2.Ambil sikap supaya eksis

Trump selalu mengambil sikap. Meskipun dianggap elitis oleh sebagian, tapi selama masa kampanye ia mengambil posisi populis. Ia menyuarakan apa yang disuarakan oleh banyak orang seperti topik pengangguran dan imigrasi. Dengan begitu, Trump menciptakan ‘tentara ambassador’ yang membantunya memenangkan pertarungan memperebutkan kursi presiden AS. Personal brand yang efektif bukan berarti orang-orang menilaimu benar. Terkadang ini soal menciptakan percakapan dan bahkan kontroversi demi eksistensi di bawah sorot lampu.

3.Dengarkan orang lain

Punya keberanian untuk mengambil keputusan enggak populer adalah satu hal. Tapi dengan personal brand, melakukan hal yang terlalu jauh tanpa mempertimbangkan orang lain sangat disayangkan. Dulu, Presiden Trump terlalu jauh bertindak, misalnya ketika ia menuntut Univision setelah jaringan TV tersebut menampilkan liputan kontes kecantikan Miss USA dan Miss Universe setelah komentar Trump tentang imigran Meksiko. Opini yang kuat tak masalah di media sosial. Tapi ketika kita membangun personal brand yang kuat, kita harus menunjukkan empati untuk pendapat orang lain. Dan ketika kita menjadi pemimpin kita harus mau mempertimbangkan semua opini di sekitar kita.

4.Bangun tim pendukung yang berbeda-beda

Kita membutuhkan tim pendukung kuat dan tim tersebut enggak hanya terdiri dari mereka yang bisa berargumen dengan pandangan dan keputusanmu, tapi juga mereka yang bisa membuatmu lebih membumi ketika kamu mulai salah mengambil jalan. Dulu Presiden Trump membuka wawancara kerja dengan orang-orang yang tak setuju dengannya, pada akhirnya ia memilih salah satu dari mereka untuk mengisi posisi kunci. Pelajaran yang bisa kita ambil, bangun tim yang bisa mendorong semangatmu. Biarkan mereka membantumu menemukan tempat yang enggak hanya membuatmu bisa berargumen, tapi juga mengubah cara pandang orang lain dan itulah yang disebut ‘influencer’.

5.Tahu kapan harus diam

Selama delapan tahun kita melihat pendapat yang cerdas dan secara hati-hati disampaikan oleh mantan presiden Obama, bahkan kadang disertai bumbu humor. Tapi, hal sebaliknya kita lihat dari Trump. Pelajaran yang bisa kita ambil, bersama dengan tim pendukung, putuskan bagaimana opini pribadimu akan berefek pada personal brandmu sebelum mengekspresikannya. Kalau opini tersebut enggak postitif, maka diamlah.

Baca juga: Coca-Cola Tetap Jadi yang Terpercaya! Ini Rahasia 5 Merek Ternama Dunia!

Your Thoughts