5 tips branding perusahaan dari Microsoft

jasa seo

Sangat sedikit perusahaan yang melakukan pekerjaan baik di tahap branding produk dan perusahaan di seluruh kanal media sosial. Apakah perusahaanmu juga mengalami kendala dalam hal tersebut? Microsoft sebagai merek teknologi yang mendunia punya segudang wawasan tentang branding, terutama di ranah digital. Nah, ini lima tips branding dari Microsoft yang bisa kamu pelajari.

1.Perusahaan kecil harus fokus pada satu merek

Ada dua cara untuk melihatnya. Kalau bisnismu masih kecil dengan terbatasnya sumber marketing dan satu merek produk, maka bisnismu seharusnya fokus pada satu merek. Sangat disarankan sebisa mungkin nama merek dan nama perusahaan sama. Cukup sulit untuk membangun brand equity yang kuat untuk satu produk. Oleh karena itu, kalau kamu mencoba melakukan branding untuk beberapa mereka sekaligus hasilnya kemungkinan besar enggak akan maksimal. Konsistensi pada level ini artinya kamu menggunakan logo dan deskripsi produk atau perusahaan yang sama di seluruh kanal digital. Jadi, apa yang audience lihat di Twitter tentang produk atau bisnismu, sama dengan yang mereka lihat di Facebook, Youtube, LinkedIn dan sebagainya, termasuk blog dan website lainnya. Juga untuk media cetak seperti

Baca juga: Bisnismu Gagal Berkali-Kali? Ini 8 Kegagalan yang Bikin Richard Branson Multijutawan

2.Branding harus konsisten di semua kanal

Dalam marketing segalanya soal konten yang menarik dan konsisten di seluruh kanal sehingga audience terpengaruh dan mau berpartisipasi. Pastikan pesan merek yang kamu sampaikan menyenangkan dan disesuaikan dengan kanal media sosial, tapi jangan sampai keluar dari positioning dasar ‘apa’, ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’ produk dan perusahaan.

3.Perusahaan yang lebih besar harus memastikan perusahaan dan merek produknya saling melengkapi

Kalau perusahaanmu lebih besar dengan sumber marketing yang lebih signifikan dan beraneka produk, maka kamu harus menanamkan strategi yang kuat baik untuk perusahaan dan produk. Keduanya harus saling melengkapi, tapi kamu harus memastikan seorang calon pelanggan bisa menemukan produk yang mereka cari dengan mudah. Untuk websitemu ini berarti membuat fungsi ‘search’ dan navigasi yang sederhana. Untuk media sosial, ini artinya menyediakan konten tentang produk di kanal yang ramai dengan audience. Contohnya, Nike. Merek ini punya brand equity yang kuat, tapi hebat pula dalam membangun merek yang berbeda. Perusahaan lain yang juga berhasil melakukan yang sama dengan mengatur image perusahaan dengan memisahkan berbagai produk dalam digital marketing adalah Microsoft.

4.Ikuti praktik terbaik di setiap media sosial

Praktik terbaik di Twitter termasuk menuliskan bio sekitar 155 karakter panjangnya. Banyak brand membuat bio Twitter yang isinya sederhana dengan menuliskan “This is the official page for our brand” yang menyia-nyiakan peluang untuk menambahkan keyword, positioning dan pesan berharga merek  mereka. Contoh bio yang baik seperti yang dilakukan Microsoft untuk merek Office 365 dan Xbox. Office 365 menggunakan 154 karakter dan menggunakan keyword yang kuat, postioning yang jelas dan sebuah link ke parent company @Micrisoft. Adapun Xbox punya profil yang kuat dengan 160 karakter dengan keyword kuat seperti ‘console’, ‘game releases’, ‘sports’ dan sebagainya.

5.Targetkan follower yang layak untuk setiap merek

Karena kita tahu semua brand ada di Twitter, mari kita gali lebih dalam jaringan media sosial yang satu ini. Mulai dari sudut pandang follower sejati, enggak heran Microsoft memiliki jumlah follower terbesar. Jangan terpaku dengan jumlah follower. Tapi fokus pada basis follower, apakah mereka terdiri target konsumen yang akan membagikan pesan merekmu atau engage dalam postingan merekmu.

Baca juga: 5 Tips Bikin Merekmu Dipercaya Konsumen

jasa seo

Your Thoughts