6 Pertanyaan yang Harus Dijawab Saat Memulai Startup

Bagaimana Menggabungkan SEO dan CRO untuk Strategi Penghasil Prospek Utama

https://www.undercover.co.id – Saat muda, Steve Jobs mengatakan bahwa pemegang informasi adalah kunci. Siapapun yang memegang informasi, ia memiliki jalan untuk mencapai kekayaan.

Hal itu diamini dengan kenyataan bahwa kita kini hidup di era informasi. Informasi yang kita konsumsi dalam seminggu, jauh lebih banyak daripada yang diterima oleh seorang yang hidup di abad 17 seumur hidupnya.

Makanya, tak heran bahwa bisnis di bidang teknologi informasi menjadi bidang bisnis yang paling menjanjikan.

Lihatlah 5 perusahaan tersebar di Amerika saat ini; Apple, Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Facebook. Dari 20 orang terkaya di Amerika, 6 orang di antaranya berasal dari bidang IT.

Namun startup bukan bisnis yang mudah. 80% startup yang sudah mendapat suntikan dana pun tetap mati dalam usia 1,5 tahun. Yang mendapat suntikan dana saja berguguran, apalagi yang tanpa modal.

Lalu bagaimana agar startup Anda tidak menjadi startup gagal berikutnya?

Andi Zain dari Kejora Ventures mencoba menjawabnya.

Apa saja?

Bisakah Ide ini Dieksekusi?

Katakanlah startup Anda ini masih berupa ide. Anda sudah punya visi, sudah punya rancangan, dan sudah punya orang-orang yang siap membantu Anda merealisasikan ide tersebut.

Pertanyaannya; apakah ide ini masuk akal? Apakah ide ini cukup menarik untuk investor?

Mungkinkah ide ini dieksekusi menjadi kenyataan?

Ide yang bagus adalah ide yang didasari bukti. Bukti ini bisa berupa statistik, jurnal penelitian, atau berita. Kalau ide Anda menjawab suatu masalah yang masih berupa asumsi, investor akan meragukan kredibilitas ide Anda.

Cara termudah untuk mendapatkan ide adalah adaptasi dari ide orang lain. Business model yang sudah ada di luar negeri bisa Anda sesuaikan dengan kondisi dari target pasar yang ada.

Contohnya adalah business model dari Uber, yang diadaptasi agar menjadi lebih mudah dan aksesibel, sehingga menjadi Gojek.

Intinya adalah ide ini tak harus benar-benar radically original; cukup modifikasi sesuatu yang ada menjadi lebih baik dan lebih sesuai dengan kondisi di masyarakat. Namun, ide ini cukup challenging dan kompetitor Anda sulit menjiplaknya.

baca juga

    Apakah Anda Punya Tim yang Bagus?

    Pertanyaan berikutnya yang perlu dijawab adalah; apakah Anda memiliki tim yang bagus?

    Memiliki partner kerja yang berpengalaman, dengan portofolio mentereng dan pernah membuat startup baik sebelumnya, akan membuat investor lebih berani dalam mengucurkan dana pada Anda.

    Hal ini tentu berbeda bila sebelumnya Anda belum pernah mengerjakan startup. Apalagi bila Anda dan teman-teman Anda belum punya pengalaman menciptakan proyek tertentu.

    Komponen tim yang terbaik terdiri dari:

    • Ahli di bidang bisnis dan keuangan.
    • Mahir di bidang coding.
    • Punya keahlian marketing.
    • Mahir di bidang design.

    Akan lebih baik lagi bila Anda punya advisor, alias seorang penasihat yang mahir di bidang startup Anda.

    Adakah Produknya?

    Investor akan lebih percaya lagi pada startup yang punya product, alias sudah ada produk yang berjalan.

    Tak hanya sekadar beroperasi, usahakan produk ini sudah memiliki UI dan UX yang bagus. Berikan perhatian lebih pada pembuatan logo, icon-icon di dalam product tersebut, dan pastikan ada UX yang mulus dan nyaman dilihat.

    Bila product jadi belum ada, bagaimana? Tidak masalah. Anda bisa mempresentasikan calon product Anda dalam bentuk mockup. Yang terpenting adalah mockup dan produk jadinya kelak tidak ada perbedaan, atau kalau bisa lebih baik.

    Selain itu gunakan teknologi yang scalable, alias gunakan bahasa pemrograman populer, sehingga proses pengembangan dan rekrutmen ke depannya akan jadi lebih mudah.

    baca juga

    Adakah Trafficnya?

    Apakah product yang Anda buat ini sudah memiliki traffic? Seberapa besar traffic yang datang ke product Anda?

    Traffic adalah pengguna yang datang dan menggunakan produk Anda. Traffic ini bisa dibagi dua: user dan customer. User adalah pengguna dan belum tentu bayar, sementara customer adalah pengguna yang sudah membayar suatu layanan di product Anda.

    Traffic user bisa Anda gaet dengan melakukan partnership bersama bidang terkait startup Anda. Anda bisa menawarkan product Anda untuk menjadi built in di ponsel lokal, atau bisa juga dengan bermitra bersama pemerintah. Dengan demikian Anda tidak perlu repot melakukan promosi, semua dilakukan oleh pihak lain.

    Selain itu, cara lain adalah beriklan di Adwords atau Facebook. Iklan di Adwords dan Facebook cukup murah, Anda bisa mempromosikan product Anda bahkan dengan dana hanya $10.

    Adakah revenuenya?

    Bila startup sudah punya traffic, lalu bagaimana cara mendapatkan revenue? Apakah melalui iklan di dalam aplikasi, atau in-app purchase?

    Bagaimana rencana Anda dalam menggaet revenue?

    Dari sini, Anda bisa meyakinkan investor bahwa startup Anda menjanjikan keuntungan.

    Investor akan lebih senang lagi bila product Anda ini sudah memiliki customer, alias pengguna yang berbayar. Walaupun mungkin customer belum seberapa, namun pengguna berbayar akan memberikan sinyal bagi para investor bahwa startup Anda menjanjikan.

    baca juga

      Kapan mendapat profit?

      Dengan proyeksi yang ada sekarang, bisakah Anda mendapatkan profit dari startup ini? Kapan kira-kira mulai mendapat profit? Lalu, dengan suntikan dana yang akan datang dari investor, kira-kira berapa besar dan berapa cepat progres profit ini akan tercapai?

      Itu tadi adalah enam hal yang harus dijawab oleh founder, saat memulai startup dan menggaet investor.

      Anda tidak perlu menjawab keseluruhan ide ini. Jika memang ide Anda belum sempurna, Anda bisa selalu menyempurnakannya sambil jalan.

      baca juga

        Lagipula, enam pertanyaan di atas ada untuk memperkecil resiko kegagalan dalam membangun startup. Tak ada jaminan pasti bahwa menjawab enam pertanyaan di atas akan memperbesar kemungkinan sukses.

        Yang terpenting adalah tetap berusaha keras, dan selalu berusaha menyempurnakan startup Anda sedikit demi sedikit.



        Ad Blocker Detected

        Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

        Refresh
        error: Content is protected !!