6 Tren Email Marketing

Jasa

undercover.co.id – Dengan 72 persen konsumen memilih email sebagai opsi utama mereka dalam berkomunikasi merek, serta lebih dari 225 miliar email (PDF) dikirim setiap harinya, email terus memainkan peran penting dalam strategi pemasaran merek dan merupakan alat komunikasi marketing yang paling disukai konsumen.

Untuk memaksimalkan investasi email marketing Anda, sekaligus memastikan Anda tetap jadi yang terbaik, website kami kali ini akan menyajikan tren yang akan memengaruhi email selama 12 bulan ke depan.

1. Konten Editorial dan Sticky Wajib Ada

Wajib punya mungkin tampak sedikit agresif, tapi ini sesungguhnya akan sangat membantu semua marketer!

Konsumen saat ini, baik itu B2C ataupun B2B sangat menghargai konten yang lebih dari sekadar penawaran, promosi, dan informasi produk.

Mereka mendambakan informasi yang berguna, yang membantu membimbing mereka pada satu aspek yang sedang dihadapi mereka, dan yang dapat Anda selesaikan.

Resep, tutorial, berita terkait, tips dan trik, pdf, dan jenis konten lengket lainnya sangat berguna untuk marketer.

Konten semacam ini menjaga audiens untuk tetap berlangganan email, sekaligus tetap setia pada brand Anda,  terutama jika mereka tidak rutin membeli dari Anda.

Pelanggan akan tetap terlibat dengan merek Anda jika Anda berusaha untuk mendidik, menghibur, atau menemukan cara unik untuk memasukkan tren tentang gaya hidup di dalam email Anda.

Merek yang berpikir maju pasti mengandalkan konten sticky yang lengket di dalam email mereka untuk memperkuat hubungan mereka dengan pelanggan.

Contoh dari Rei

Misalnya, REI, sebuah apparel pendakian, menyajikan konten geo-dinamis yang memberi tahu pelanggan tentang jalur pendakian yang berada di dekat lokasi mereka.

Jika konten geografis tidak bisa disediakan, mereka menyediakan konten generik yang juga relevan dengan kehidupan pelanggan.

2. Otomasi and Kecerdasan Buatan Membuat Email Lebih Natural

Kecerdasan buatan terus menjadi topik hangat di kalangan marketing.

Meskipun implikasi AI dan ruang lingkup penerapannya di dunia marketing masih agak kabur, pada 2020, diperkirakan para marketer akan terus meningkatkan eksperimentasi dengan menggunakan aplikasi plug-and-play yang otomatis.

Pengoptimalan konten adalah target yang dapat diselesaikan menggunakan AI.

Banyak aplikasi yang berusaha memenuhi peluang ini, yang memungkinkan pemasar untuk mengevaluasi audiens sekaligus menghasilkan konten menggunakan bahasa dan emosi yang disesuaikan untuk segmen tertentu, sembari mempelajari lebih banyak data yang datang.

Salah satu manfaat utama teknologi AI adalah mereka dapat membuat email terasa lebih manusiawi.

Dengan memberikan pengalaman pengguna yang lebih pribadi melalui data, AI dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan Anda dan lebih banyak menggunakan emosi dengan penggunaan bahasa (atau emoji) yang sesuai segmentasi pasar.

3. Personalisasi Lintas Saluran yang Real Time Akan Meningkatkan Pengalaman Pengguna

Selain menggunakan aplikasi AI untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih intim, tahun ini kita akan melihat para marketer meningkatkan upaya mereka untuk mempersonalisasi konten secara real time di seluruh saluran.

Artinya, email yang diterima oleh satu orang dapat memiliki tata bahasa, warna, dan promo yang berbeda dengan orang lainnya.

Inilah personalisasi generasi baru , yang diperkirakan akan lebih sering muncul di email, situs web, dan bahkan produk.

Pada level ini, detail yang mikroskopis terhadap personalisasi diperkirakan akan segera diadopsi oleh merek yang lebih besar.

Ini menyebabkan akan terjadi pergeseran dalam cara konsumen berinteraksi dengan merek dan produk di berbagai industri.

baca juga

4. Email kinetik akan mengubah cara kita menggunakan email

Salah satu tren yang kami perkirakan akan datang lebih banyak di 2018 adalah email kinetik.

Dirancang untuk membuat email terlihat dan terasa lebih seperti pengalaman situs web, email kinetik akan memberikaninteraktivitas level baru ke pengalaman email.

Mengingat service provider seperti Gmail terus mengadopsi fungsi-fungsi ini, ini akan membuat pengalaman membaca email lebih halus, dan lebih dari sekadar teks.

Termasuk di dalam perubahan ini adalah akan ada efek-efek animasi tertentu di dalam email, seperti hover, drop shadow, carousel produk, memasukan pesanan ke dalam keranjang belanja, dan fitur lainnya.

Apa Keuntungannya?

Keuntungannya adalah email ini tidak hanya lebih menarik daripada email tradisional, tetapi juga lebih efektif untuk mendorong pelanggan terlibat dengan merek dan produknya.

baca juga

    5. Opt-out akan tetap menjadi tantangan besar

    Marketer pada tahun lalu mengirim lebih banyak email daripada sebelumnya.

    Dengan begitu banyaknya email yang mengisi kotak masuk audiens, tentu menjadi sulit bagi marketer untuk tetap diingat pelanggan dan emailnya tetap aktif dibuka.

    Semakin banyaknya marketer yang melek email marketing untuk affiliate, maka konsumen akan melihat beberapa email dari marketer berbeda dengan produk yang sama.

    Klik unsubscribe? Mungkin saja, tapi yang pasti beberapa marketer akan jadi korban.

    Pada 2018, kita akan melihat marketer yang baru masuk email marketing akan terus berjuang, sementara yang lain akan mengambil inisiatif dan menerapkan strategi untuk membendung tren opt-out ini.

    Apa yang harus dilakukan?

    Untuk mengurangi opt-out, email marketing harus mampu membuat audiens berminat, menggunakan penawaran dan konten yang relevan dengan jalur opt-in pelanggan.

    Memberikan promo besar pada pelanggan email baru, kustomisasi melalui segmentasi pelanggan, copywriting, serta taktik lainnya akan dapat membantu mempertahankan pelanggan.

    baca juga

      6. Pembelian Melalui Mobile Mencapai Puncaknya

      Transaksi melalui seluler semakin cepat memperkecil kesenjangan dengan transaksi melalui desktop.

      Tidak mengherankan, mengingat konsumen dan maupun B2B semakin akrab dengan smartphone dan perangkat seluler lainnya sebagai saluran utama untuk koneksi.

      Dengan semakin banyaknya marketer yang sadar akan tren belanja mobile, maka banyak merek akan terus berjuang mengoptimasi pengalaman belanja melalui seluler.

      Yang jadi masalah adalah alih-alih memberikan pengalaman seluler yang mulus, merek terus menerus berfokus pada membuat gambar, tombol CTA, konten, dan fitur lainnya.

      baca juga

      Padahal bila elemen desain sudah selesai namun resolusi email masih tidak beradaptasi dengan layar smartphone, ini akan mengurangi rasio email terkirim dan yang dibaca.

      Untuk bisnis yang mengatakan bahwa email mereka sudah “responsif” dan telah menyelesaikan masalah email mobile, inilah saatnya mengembangkan strategi seluler yang komprehensif.

      Kita telah mencapai titik puncak dalam hal penggunaan seluler, dan para pemasar yang tetap serius mengoptimasi email untuk seluler akan terus menerus menang

      Jasa
      error: Content is protected !!