7 Hal Untuk Website E-Commerce

Jasa

Moorah – Website E-Commerce , Pebisnis yang cerdas akan menggunakan jasa website e-commerce untuk membuat situs e-commerce yang profesional dan menarik.

Ya, keberhasilan bisnis online via situs e-commerce tidak hanya bergantung pada kualitas produk yang Anda jual di dalamnya. Melainkan ada sejumlah hal yang harus Anda perhatikan dalam pembuatan situs e-commerce itu sendiri.

Seperti diketahui, di era teknologi ini, banyak orang yang mulai beralih ke belanja online melalui situs-situs e-commerce. Bagi mereka, belanja online itu mudah dan praktis serta bisa dilakukan di rumah. Apalagi hingga saat ini pandemi Covid-19 masih belum usai. Belanja online pun menjadi pilihan yang terbaik untuk menghindari penularan Covid-19.

Oleh karenanya, pebisnis yang saat ini belum memiliki situs e-commerce untuk ‘wadah’ pemasaran bisnisnya secara online, sebaiknya segera membuatnya. Membuat situs e-commerce sendiri bukanlah pekerjaan mudah. Namun tidak perlu khawatir karena saat ini ada banyak jasa website e-commerce yang bersedia membuatkan dan mengembangkan situs e-commerce sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Website E-Commerce

Setidaknya ada 7 hal yang harus diperhatikan saat membuat website e-commerce. Apa saja? Mari kita simak dengan saksama di bawah ini!

1. Mobile-Friendly

Mobile-friendly menjadi hal pertama yang harus diperhatikan dalam pembuatan website e-commerce. Mengingat saat ini sebagian besar orang melakukan belanja online dengan menggunakan smartphone mereka. Terlebih, Google dalam waktu dekat ini akan mengutamakan website yang mobile friendly untuk mendapatkan ranking yang tinggi sehingga bertengger dalam daftar halaman pertama.

Jadi, buatlah website e-commerce yang ramah bagi pengguna mobile (smartphone). Dengan melakukan ini, website e-commerce Anda akan mendapatkan banyak pengunjung. Harapannya, para pengunjung itu menjadi pelanggan yang membeli produk bisnis Anda.

2. Foto dan Video Produk yang Berkualitas

Seperti diketahui, pelanggan di website e-commerce tidak bisa melihat melihat secara langsung produk yang ingin dibelinya. Hal ini menjadi salah satu kelemahan website e-commerce yang wajib dicarikan solusi. Apa solusi yang terbaik untuk menutupi kelemahan tersebut?

Pemilik website e-commerce harus menyuguhkan foto dan video produk yang dijualnya dengan baik, berkualitas dan menarik. Ini bisa meningkatkan keyakinan pelanggan untuk membeli produk yang diinginkan. Bahkan, tidak sedikit lho orang yang dengan cepat terdorong membeli produk online hanya dengan melihat tampilan fotonya yang menarik.

Sebagai tips, perlihatkan produk dari berbagai sudut baik dalam bentuk foto maupun video, tentunya dengan tidak mengabaikan kualitas dan nilai menarik di dalamnya. Dengan melakukan ini, pelanggan dapat lebih mudah menilai produk tersebut apakah layak dibeli atau tidak.

3. Review Pelanggan

Ketahuilah, 9 dari 10 orang yang berbelanja online via website e-commerce akan membaca review pelanggan sebelum memutuskan melakukan pembelian. Oleh karenanya, Anda tidak boleh mengabaikan keberadaan review pelanggan di dalam website e-commerce Anda.

Sebagai tips, review pelanggan sebaiknya dipaparkan secara jujur dari pelanggan. Mengingat, saat ini tidak sedikit website e-commerce atau jenis website untuk kepentingan bisnis lainnya hanya memperlihatkan review pelanggan yang positif. Sementara review pelanggan yang negatif disensor atau tidak dimuat di dalam website.

Padahal, pebisnis sebaiknya tidak perlu mengkhawatirkan adanya review pelanggan yang negatif. Pasalnya, jika review pelanggan yang termuat hanya positif, pelanggan bisa menilai atau bahkan menuduh website e-commerce tersebut tidak jujur. Ini, tentunya, dapat merugikan bisnis.

Website E Commerce 3
Website E-Commerce

4. Related Item

Related item adalah fitur yang sederhana namun dampaknya positifnya sangar luar biasa bagi website e-commerce. Ini-lah mengapa berbagai website e-commerce besar memasukkan fitur ini di dalamnya.

Sebagai tips, penyematan fitur related item ini sebaiknya menggunakan nama yang dapat menarik perhatian pelanggan untuk meng-kliknya. Misalnya, Anda bisa menggunakan nama ‘Anda mungkin juga menyukai produk ini’.

Dengan adanya related item, penjualan produk via website e-commerce akan meningkat. Tidak hanya itu, pelanggan akan merasa bahwa website e-commerce Anda memahami keinginan mereka. Ini akan menimbulkan kepercayaan bagi pelanggan terhadap website e-commerce Anda. Sehingga, mereka akan berkali-kali mengujunginya untuk melakukan pembelian produk sesuai keinginannya.

5. Opsi Pembayaran

Dorongan untuk membeli produk di situs e-commerce juga dipengaruhi oleh sistem pembayaran. Tidak sedikit pengunjung situs e-commerce yang awalnya berniat ingin membeli suatu produk namun mengurungkannya karena tidak ada opsi pembayaran yang sesuai.

Oleh karenanya, sebagai tips, Anda sebaiknya menyediakan opsi pembayaran yang beragam. Mulai dari transfer bank, Paypal, Ovo, Gopay LinkAja hingga COD. Adapun untuk transfer bank, sebaiknya Anda menyediakan beberapa pilihan bank yang berbeda.

Lebih lanjut, Anda juga harus memastikan semua opsi pembayaran yang tersedia betul-betul aman dan dapat dipercaya. Dengan begitu, pelanggan tidak akan was-was saat melakukan pembelian di website e-commerce Anda.

6. Informasi Pengiriman Barang

Pembuatan website e-commerce juga perlu memerhatikan keberadaan informasi pengiriman barang. Ya, keberadaan fitur ini bisa dimanfaatkan pelanggan untuk melacak status pengiriman barang yang dibelinya. Oleh karenanya, pastikan fitur informasi pengiriman barang ini menyajikan informasi yang valid dan dapat dipercaya.

Masih berkaitan dengan pengirim barang, Anda juga perlu mencantumkan ongkir (ongkos kirim) dengan valid. Misalnya, Anda memberikan diskon ongkir atau bahkan gratis ongkir untuk pelanggan. Maka, hal itu harus diinformasikan dengan jelas kepada pelanggan. Di sisi lain, jelaskan kepada pelanggan bagaimana cara mendapatkan benefit tersebut.

Mengingat saat ini tidak sedikit situs e-commerce yang menawarkan gratis ongkir, tapi pada ujungnya mengharuskan pelanggan tetap membayar ongkir. Hal ini dapat melunturkan kepercayaan pelanggan terhadap website e-commerce tersebut.

7. Sediakan Halaman FAQ

Agar terlihat profesional, website e-commerce perlu menyediakan halaman khusus untuk FAQ atau Frequently Asked Questions. Halaman FAQ ini harus diisi dengan berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh pelanggan. Misalnya: bagaimana cara melakukan registrasi sebagai pengguna website e-commerce, bagaimana metode pembayaran yang tersedia, bagaimana cara mengganti nama akun, apa keuntungan belanja online di website e-commerce dan lainnya.

Nah, Anda juga harus menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sehingga, pengunjung website e-commerce yang belum memahami suatu hal dapat membuka halaman FAQ untuk mengetahui jawaban dan solusi dari problem yang dihadapinya.

Coba bayangkan, ada pengguna yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan website e-commerce Anda dan tidak menemukan solusi dari kesulitasn tersebut. Dia mungkin saja akan ‘kabur’ ke website e-commerce lainnya yang lebih friendly untuk melakukan pembelian suatu barang.

baca juga

    Selain memudahkan pelanggan dalam mencari solusi, halaman FAQ ini juga menguntungkan bagi pemilik website e-commerce. Sebab, pemilik tidak perlu lagi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pelanggan secara langsung melalui email atau lainnya.

     Itulah 7 hal yang harus diperhatikan saat membuat website e-commerce. Anda bisa menggunakan jasa website e-commerce untuk membuat dan mengembangkan situs e-commerce sesuai kebutuhan bisnis. Jasa website e-commerce, dalam mekanisme kerjanya, pastinya memerhatikan ketujuh hal penting di atas.

    Jasa

    Leave a Reply

    error: Content is protected !!