7 Pelajaran Branding dari AirBNB

Ninja Xpress Reveals Challenges and Needs of UKM Players

https://www.undercover.co.id – Anda mungkin sudah tak asing dengan brandbrand besar yang “melanggar” aturan branding konvensional. Brand kini tak lagi muncul dengan cara lama.

Tim di balik brand berusaha untuk tampil dengan ringan, penuh canda, dan seolah mampu membaca pikiran pelanggan. Anda mungkin berpikir,”Kok mereka bisa tahu saya menginginkan ini?”.

Brand-brand ini entah bagaimana mampu menjalankan rencana bisnis mereka dengan prediksi pelanggan yang nyaris real-time: seolah mereka tahu apa yang kita inginkan, kapan kita menginginkannya, dan bagaimana kita menikmatinya.

Mereka seolah dapat memprediksi keinginan kita, mengantisipasinya, dan terus menerus menetapkan standar baru dalam branding yang menyenangkan pelanggan.

Sederhananya, sejumlah brand di luar sana punya kemampuan menciptakan pengalaman magis.

Airbnb adalah salah satu merek itu, dan kita akan melihat lebih dekat strategi mereka di artikel kali ini. Anda bisa menirunya, dan mengoptimalkan branding bisnis Anda dalam cara-cara yang tak terbayangkan.

Sebelum kita mulai, ijinkan kami menjelaskan sedikit tentang AirBNB.

Bayangkan Uber atau Go-Jek, namun ini dalam bentuk penginapan. Airbnb adalah sebuah aplikasi online di mana para host di seluruh dunia menawarkan rumah dan layanan bagi para wisatawan yang mencari pengalaman lokal. Alih-alih menginap di hotel, menggunakan AirBNB, Anda bisa menginap di rumah para masyarakat tempat Anda melakukan perjalanan.

Situs ini awalnya dimulai dengan daftar akomodasi (rumah) dan sekarang juga menggabungkan pengalaman dan restoran yang direview sebagai upaya membantu pengguna mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar menginap: sebuah petualangan yang kaya budaya. AirBNB saat ini sudah mendata lebih dari 3 juta listing rumah, lebih dari 1.400 kastil (benar, kastil!), dan sekarang sudah memfasilitasi lebih dari 200 juta tamu.

Secara umum, strategi branding AirBNB adalah menyediakan fasilitas yang lebih dari sekadar menginap. Mereka juga memberi informasi seputar tempat jalan-jalan, tempat makan yang recommended, dan masih banyak lagi. Sekarang, mari kita simak strategi mendalam dari branding AirBNB dan bagaimana Anda bisa menerapkannya dalam bisnis Anda.

1. Jangan Pernah Remehkan Dampak dari Fotografi dan Desain Menarik.

Airbnb mulai mendapat perhatian menarik pada 2009. Saat itu, taktik yang mereka gunakan untuk melipatgandakan jumlah pemesanan adalah fotografi berkualitas tinggi. Di New York, mereka menyewa kamera mahal dan pergi dari satu rumah ke rumah lain untuk mengambil foto memukau, pendapatan mereka di kota tersebut meningkat dua kali lipat.

Melihat bahwa fotografi berdampak memainkan peran penting dalam persepsi konsumen dan niat untuk memesan kamar, cofounder AirBNB Joe Gebbia dan Brian Chesky meluncurkan Program Fotografi Airbnb, di mana tuan rumah dapat memesan sesi fotografi khusus untuk memotret rumah mereka agar terlihat lebih memukau.

2. Perlihatkan value brand Anda dengan konten menarik

Konten menarik tak harus dengan format canggih nan inovatif. Anda yang modalnya cekak pun masih bisa menggerakkan calon konsumen.

Ingat: bukan formatnya yang menggerakkan audiens, tapi ceritanya.

Kadang-kadang, cerita yang diceritakan dengan baik, dengan konteks yang pas, meskipun dilakukan di saluran konvensional juga masih bisa menarik minat.

AirBNB paham benar dengan hal ini. Itulah kenapa, mereka melakukan publikasi melalui majalah cetak. Kenapa tidak melakukan publikasi dalam bentuk ebook, bukankah lebih murah? Ini karena majalah-majalah AirBNB kemudian diletakkan di rumah-rumah host, di kafe tempat turis berkumpul, dan lain sebagainya. Ebook tidak bisa diletakkan di sembarang tempat, bukan?

Dengan strategi penempatan majalah cetak di berbagai lokasi strategis, AirBNB paham benar cara mempertahankan konsumen, sekaligus menggaet konsumen baru, dalam menggunakan AirBNB.

Anda tak perlu mencetak majalah juga. Anda hanya perlu melihat bagaimana Anda bisa menempatkan brand Anda secara strategis. Ceritakan tentang pengguna bisnis Anda, dan tempatkan di lokasi yang tepat.

3. Rangkul Komunitas Anda dan Dorong Mereka

Facebook, Twitter, Instagram… Airbnb menampilkan host dan cerita tamu di hampir semua saluran digital yang tersedia. Mereka menghasilkan video wawancara dan mengunggahnya ke YouTube, menulis pengalaman dan membagikannya di Instagram, dan bahkan mengurus blog tempat jenis konten yang sama disediakan dalam bentuk tertulis.

Yang menarik, kontenkonten ini tak semuanya dibuat oleh AirBNB. Mereka mendorong para pengguna untuk menceritakan pengalaman mereka sendiri dengan hashtag #AirBNB di sosial media, dan tim dari AirBNB mengasuh dan mengkurasi konten tersebut untuk dibagikan.

Dengan mendoromg pengguna bercerita tentang pengalaman mereka, AirBNB menciptakan kedekatan antara brand dengan konsumen. Antar konsumen pun terjalin kedekatan dan dapat berbagi pengalaman, sehingga AirBNB tak hanya terlihat sebagai sebuah aplikasi.

Lebih dari itu, AirBNB adalah sebuah pengalaman perjalanan.

Jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan jumlah konten yang dibutuhkan oleh kehadiran semacam itu, ambil halaman lain dari buku pemasaran Airbnb dan gunakan konten buatan pengguna. Sebagai contoh, mereka mengundang tamu untuk menyampaikan cerita tentang pengalaman perjalanan mereka menggunakan hashtag #Airbnb di Instagram.

4. Miliki sebuah value yang berharga, dan ingat selalu value tersebut

Konsumen sudah bosan dengan brandbrand tak berwajah, yang hanya menggunakan sosial media sebagai tempat promosi. Yang tak peduli dengan komentar konsumennya.

Jauh di dalam intinya, Airbnb menawarkan akomodasi perjalanan. Situs dan aplikasi lain yang seperti itu juga banyak. Tetapi kunci untuk menciptakan posisi unik di pasar adalah mereka memperlihatkan perhatian besar pada value seperti diversifikasi, keragaman budaya, dan kecintaan akan petualangan. Ide seperti ini adalah universal dan menarik bagi manusia, di manapun mereka berada dan siapapun mereka.

Airbnb memilih value itu, dan terus bergerak berdasarkan value tersebut. Inilah yang menjadi panduan branding mereka, dan inilah yang terus mereka pertahankan. Dengan value yang konsisten, Airbnb berhasil menempatkan sebuah kesan yang dalam di benak pelanggannya.

Kesan ini sedemikian kuat sehingga membedakan mereka dari situs atau aplikasi menginap lainnya. Bagi banyak orang, AirBNB bukanlah aplikasi mencari tempat menginap, namun aplikasi penuh petualangan dan budaya.

Jika ingin menanam sebuah branding yang kuat di benak konsumen, Anda selaku pemilik bisnis harus menetapkan sebuah value sejak awal. Anda ingin terlihat seperti apa? Apa yang ingin Anda tawarkan? Ingat-ingat terus value tersebut, dan gunakan value tersebut sebagai panduan Anda dalam menciptakan inovasi.

5. Perlihatkan peraturannya sejak awal

Anda tahu apa yang tidak disukai semua orang? Kejutan yang tak menyenangkan. Kejutan di mana Anda dimarahi karena melakukan sesuatu yang salah tanpa mengetahui itu salah adalah pengalaman buruk.

Itulah sebabnya mengapa membantu konsumen belajar adalah inti kesuksesan bisnis. Sebuah brand harus mampu menjadi guru sehingga pelanggan tahu apa yang harus mereka harapkan dan apa yang Anda harapkan dari mereka. Jika ada kontrak antara pelanggan, harus dijelaskan agar semua pihak yang terlibat diperlakukan dengan fair dan terbuka.

Jelaskan sejak awal apa yang dapat diharapkan dari brand Anda, dan jelaskan aturan mainnya sejak awal. Terbukalah.

6. Bimbing konsumen dalam menggunakan produk Anda

Jangan pernah lupa melihat bisnis Anda dengan perspektif layaknya orang yang baru pertama kali pakai. Bagaimana rasanya saat pertama kali merasakan produk Anda? Membingungkan? Lambat? Membuat frustrasi?

Airbnb mengingatkan kita bahwa membuat panduan, mengirimkan email, dan menjamin layanan hebat merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan. Kepercayaan terhadap brand akan membuat konsumen menggunakan bisnis Anda lagi dan lagi, merekomendasikannya, dan jadi pengguna setia.

baca juga

    7. Lakukan sesuatu yang tak terduga

    Anda mungkin pernah mengetahui teknik-teknik pemasaran unik sepanjang hidup Anda. Merek yang menjadi sponsor acara besar, iklan lucu, atau sekadar promo unik untuk menarik perhatian konsumen.

    Airbnb mengajarkan kepada kita bagaimana merancang momen yang mengejutkan tetapi masih relevan dengan value mereka. Mereka benar-benar tak terduga, namun pastinya masih selaras dengan value brand.

    Dalam campaign terbaru mereka, AirBNB memberi kesempatan pada penggemar untuk tinggal di Rumah Lego di Denmark. Hasilnya? Liputan media yang mengesankan, engagement yang mengalir deras, dan satu hadiah yang efektif.

    Jika Anda ingin meningkatkan branding yang hebat, Anda pun bisa membuat promosi-promosi hebat yang tak terduga.

    Nah, itu tadi 7 Pelajaran Branding dari AirBNB yang Bisa Kita Tiru. Mana yang ingin Anda terapkan duluan?

    Leave a Reply

    10 − five =

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!