Bedah Tips Sukses Pemilik Elzatta Hijab

Ditengah pasang surutnya bisnis fashion khususnya busana muslim, banyak bermunculan brandbrand baru seiring dengan semakin banyaknya perempuan Indonesia yang ingin berbusana sesuai syariat Islam, disamping busana muslim saat ini memang sedang ngetrend.
 
Namun, peluang pasar yang semakin besar tersebut ternyata bukan jaminan sebuah bisnis dapat bertahanan. Terbukti, tidak sedikit pelaku bisnis busana muslim yang berguguran karena tidak mampu menjalankan roda bisnisnya.
 

Bisnis Busana Muslim Elzatta Hijab

 
Karena itu menjadi sangat menarik untuk belajar pada pemilik brand Elzatta Hijab, Elidawati  yang mampu bertahan bahkan semakin berkembang dalam menjalankan bisnis busana muslimnya selama lebih dari 29 tahun.
 
Elidawati yang boleh dikata merupakan salah satu pionir bisnis busana muslim, mengawali karirnya di industri hijab dan busana muslim pada tahun 1989.
 
Awalnya dia yang saat itu belum mengenal dunia fashion, hanya membantu temannya mengenalkan sekaligus memasarkan brand milik temannya tersebut.
 
Selanjutnya, perempuan alumni Pendidikan Sejarah UNPAD (Universitas Padjajaran) ini membuka toko busana muslim di Jakarta, masih dengan menjual produk dari brand milik temannya tersebut. Toko yang tidak seberapa besar sekaligus dijadikan sebagai tempat tinggal bersama suaminya.
 
Pada tahun 2012, Elidawati memutuskan untuk berhenti sebagai karyawan dan mendirikan perusahaan bernama PT Zatta Mulya serta mengeluarkan brand sendiri dengan nama Elzatta Hijab.
 
Bukan hal yang mudah untuk memasarkan produk hijab dan busana muslim pada saat itu, karena mereka yang mengenakan busana muslim tidak sebanyak seperti sekarang.
 
Namun, berkat kegigihannya, Elzatta pun terus berkembang dengan membuka beberapa cabang dan memiliki 17 karyawan.
 
Seiring dengan berjalannya waktu, Elzattapun semakin besar, terlebih setelah menjadi sponsor sinetron “Tukang Bubur Naik Haji”. Dalam waktu yang relatif singkat, banyak investor yang tertarik untuk bekerjasama dengan pola kemitraan.
 
Saat ini Elzatta Hijab telah memiliki 23 toko cabang resmi dengan 500 orang karyawan serta 40 toko mitra yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.
 
Produk yang dijual Elzatta masih tetap sama, yaitu 70% berupa hijab dan 30% berupa koleksi busana muslim. Produk hijab dan busana muslim tersebut, bahan dan produksinya dilakukan di Mesir, namun harga jualnya relatif murah yakni berkisar antara Rp.60.000 – Rp.150.000.
 

Elzatta Hijab, Managemen Bisnis yang Baik

Persoalan yang membuat bisnis fashion hancur, menurut Elida adalah karena pelaku bisnis enggan untuk membuat sistem managemen yang baik. Mereka mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari desain sampai dengan pemasaran alias one man show.
 
Ironisnya, pola one mans show dan keengganan untuk membangun managemen tersebut masih tetap dilakukan oleh pelaku bisnis fashion sampai sekarang. Padahal, bisnis busana muslim saat ini semakin menjamur ditambah jenis produk yang semakin banyak.
 
“Kalau sistem managemen yang salah tersebut masih terus dipertahankan, bisa dipastikan akan mengalami kehancuran dalam waktu singkat, karena orang-orang saat ini tidak lagi asal-asalan dalam membeli busana muslim. Mereka sudah mencari brand, kualitas, model dan warna yang sesuai dengan keinginan,” papar Elida.
 
Untuk itulah dalam bisnis dituntut adanya tim yang lengkap yang bekerja secara profesional, karena kalau pola one man show masih terus diterapkan maka bisnis tersebut akan berjalan di tempat, sebab setiap orang memiliki keterbatasan.
 
Selain itu, tantangan bisnis yang paling besar dalam membangun managemen usaha adalah mengalahkan diri sendiri. Artinya, saat memiliki managemen, pebisnis tersebut harus bisa mengatur orang lain dan juga mengatur diri sendiri.
 
baca juga
1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
Bisnis UKM Fashion Rumah Warna
 
“Sebelum mengatur orang lain, kita harus bisa mengatur diri sendiri. Jangan sampai karyawan punya pikiran ‘bosnya hanya omong doang’. Jika di kantor pimpinan bisa menunjukkan hal-hal yang produktif, maka karyawan pun akan mengikuti,” saran Elidawati. (*)
 

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!