Belajar Pemasaran dari Brand SunLight dan D cost

Undercover.co .id Medium Quality 33 scaled

Belajar Pemasaran dari Brand SunLight dan D cost | Word of Mouth/ pemasaran dari mulut ke mulut atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama “gethok tular” merupakan jenis pemasaran yang minim biaya dan efek pemasarannya bisa menjangkau khalayak luar.

Undercover Sunlight menangkap hal ini dengan mengadakan program Agen 1000 Sunlight yaitu dengan membeli sebanyak-sebanyaknya produk sunlight dan mengajak orang lain membeli sunlight, maka orang tersebut berkesempatan memenangkan total hadiah puluhan juta rupiah.

Cara ini cukup efektif di kalangan ibu-ibu yang merupakan segmen utama dari segmen yang disasar oleh program Agen 1000 Sunlight. Contact point yang digunakan di warung-warung juga meningkatkan volume pembelian produk ini. Ibu-ibu rumah tangga yang suka menggosip biasanya juga suka membicarakan hal-hal yang menarik perhatian mereka salah satunya pemberian hadiah yang dilakukan Sunlight kepada pelanggannya.

Komunitas-komunitas yang menjadi sasaran oleh agen 1000 sunlight ini juga merupakan contact poin yang efektif dalam jangkauan ibu-ibu yaitu komunitas pengajian, posyandu, ataupun komunitas senam. Komunikasi organisasi yang terlibat di dalamnya membuat “gethok tular” yang dilakukan oleh ibu-ibu ini semakin massif. Seperti ada yang menggerakkan dan tanpa disuruh pun ibu-ibu dengan senang hati memasarkan produk ini.

Berbeda dengan produk competitor lain yang beriklan hanya di televisi ataupun di spanduk warung-warung. Sunlight menangkap peluang dengan menjadikan konsumennya sendiri sebagai pemasar yang baik dan tentunya gratis. Salah seorang peneliti yang bernama John Jerry menyebutkan bahwa perempuan lebih banyak bicara daripada laki-laki.

Perempuan mengeluarkan 20000 kata setiap hari dibandingkan dengan laki-laki yang mengeluarkan 7000 kata setiap harinya. Perpaduan antara pemasaran dan teori psikologi tersebut membuat cara pemasaran yang dilakukan ibu-ibu secara sukarela menjadi sebuah teknik pemasaran yan menarik dan hasilnya sangat efektif.

Belajar Pemasaran dari Brand SunLight dan D cost Tidak perlu ada pemasar yang disewa cukup mahal dalam jumlah banyak oleh Sunlight, dengan mengandalkan pemasar seperti ibu-ibu ini Sunlight bisa menekan biaya pemasaran dan meraih keuntungan yang tinggi.

Strategy Bisnis D Cost Menggapai TOP Brand Award

Era globalisasi saat ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan dunia industri di dunia khususnya di Indonesia. Persaingan yang sangat ketat memaksa setiap perusahaan agar bisa menerapkan strategi pemasaran yang baik dan berorientasi kepada konsumen sehingga keputusan pembelian terhadap konsumen menjadi suatu perkara serius bagi setiap perusahaan sebagai acuan dalam menentukan strateginya.

Baca Lagi legitnya-usaha-kafe-martabak-selegit-rasa-kejunya/

Dalam dunia pemasaran, komunikasi pula yang memegang peranan penting untuk meningkatkan penjualan. Namun, dari berbagai alat komunikasi pemasaran yang ada, word of mouth yang dinilai menjadi salah satu alat yang memiliki kekuatan dalam mempengaruhi seseorang untuk memutuskan pembelian suatu produk atau jasa.

Dalam dunia bisnis word of mouth ialah tindakan konsumen memberikan informasi kepada konsumen lain dari seseorang kepada orang lain. Jika dibandingkan dengan iklan dan media lainnya, word of mouth marketing (WoMM) dianggap lebih dapat memberikan dampak yang pasti. Akan tetapi bukan berarti iklan dan media lainnya tidak diperlukan lagi, iklan masih berfungsi sebagai sumber informasi hanya konsumen masih membutuhkan informasi tambahan dalam pengambilan keputusan pembelian.

Sehingga tak jarang WoMM kini telah banyak dimanfaatkan oleh para pemasar sebagai strategi dalam mengkomunikasikan berbagai unsur pemasarannya. Pentingnya WoMM juga dirasakan D’Cost. Sebagai salah satu usaha yang bergerak dibidang usaha restoran, dengan usia yang masih tergolong muda di Indonesia namun telah berhasil memperoleh berbagai penghargaan.

Pada tahun 2011 D’Cost memperoleh penghargaan Top Brand Award dan Marketing Award 2011 yang diselenggarakan Majalah Marketing. Kemudian di tahun yang sama pula D’Cost memperoleh lagi penghargaan seperti The Best Marketing Diving, The Best Innovation in marketing, The Best in Marketing campaign dan The Best Social Marketing (www.marketing.co.id). D’Cost yang berdiri sejak 9 September 2006 ini telah mempunyai total 90 outlet pada tahun 2010-2012 diseluruh Indonesia. Tentu saja kesuksesan D’Cost ini tidak lepas dari strategi yang diterapkannya. Strategi yang diterapkan ialah word of mouth marketing.

Dalam mengkomunikasikan produk dan jasanya, D’Cost memanfaatkan konsumen dalam membantu menyebarkan pesan kepada konsumen lainnya dengan membuat suatu upaya agar brand-nya dibicarakan. Diantaranya ialah membuat promo/diskon yang unik, harga murah serta ditunjang dengan kualitas masakan hingga pelayanan yang masksimal pada pelanggan.

Seperti dikutip dalam sebuah majalah Marketing yaitu: Dalam membangun brand dan menjaring konsumen, D’Cost hanya menggalang strategi WoM (mulut ke mulut). Yang membuat teknik WoM itu hebat karena promosi yang cukup inovatif dan unik. Promo lainnya yang dilakukan D’Cost untuk merangsang pembicaraan konsumen yaitu mengadakan diskon gerombolan.

Diskon ini diberikan kepada pengunjung yang datang secara rombongan, yakni 2 orang atau lebih. Lalu D’Cost juga berani mengadakan diskon umur dengan potongan harga sesuai dengan angka umur pelanggan, misalnya umur pelanggan 20 tahun maka akan diberikan potongan sebesar 20%, dan seterusnya. Tidak hanya mengadakan diskon, D’Cost juga membuat fanspage pada media sosial seperti Facebook sebagai tools sehingga Komunitas online pada Facebook ini dapat membantu dalam aktivitas penyebaran WoMM.

Alat ini kemudian dapat berperan dalam komunikasi dan memberi kemudahan untuk saling berbagi informasi dengan cepat dan tanpa batas, dan memungkinkan siapa saja dapat memberikan dan berbagi informasi. Pihak D’Cost juga terlibat didalamnya dan untuk menunjang hal tersebut promo/diskon-diskon tertentu bagi setiap konsumen yang hanya memberikan “like” dan yang menjadi fans pada Facebook page-nya. Membentuk suatu Komunitas juga merupakan salah satu strategi WoM yang dilakukan D’Cost.

Komunitas akan menjadi semacam inkubasi para customer agar mau berdiskusi dengan sesamanya dan komunitas diperlukan sebagai wadah untuk menggoda pelanggan yang tak tahu apa-apa agar menjadi pembeli, pelanggan loyal, bahkan menjadi advocator dan tenaga penjualan perusahaan. Anggota komunitas diharapkan dapat saling curhat dan berinteraksi untuk merekomendasikan produk swa.co.id

Di samping promo unik D’Cost juga menyertakan harga, layanan dan kualitas masakan dalam upaya memicu WoMM positif konsumen. Ini menjadi krusial dalam WoMM, karena hanya dengan harga yang murah dan promosi yang unik tanpa disertai layanan maupun kualitas masakan, WoMM tidak akan berjalan maksimal. D’Cost juga menyediakan daftar harga-harga makanan seafood kelas resto dengan harga yang relatif terjangkau serta memanfaatkan TI (ipod) untuk efisiensi pelayanan.

Disamping itu, D’Cost juga sangat mengutamakan kepuasan pelanggan dengan menyediakan layanan konsumen via sms, dimana sistem akan meneruskan pesan tersebut ke manajer outlet yang bersangkutan untuk kemudian ditindaklanjuti pada saat itu juga.

Baca Juga bisnis-unik-untuk-pelajar-dan-mahasiswa/

Melihat dari uraian diatas bahwa D’Cost dalam prakteknya tersebut sebenarnya tergabung ke dalam sifat WoMM dalam membuat dan mempengaruhi konsumen untuk membicarakan mereknya. Hal ini menerangkan bahwa upaya tersebut dilakukan agar konsumen senang sehingga mendorong mereka agar mau membicarakan dan juga mempermudah mereka dalam mempromosikan D’Cost kepada konsumen lainnya.

Karena dengan informasi yang bersifat WoMM ini lebih diyakini dan lebih dipercaya sebagai sumber informasi dan memberikan keyakinan tersendiri secara nyata dan jujur, sehingga dinilai mampu mempengaruhi dan membuat calon konsumen lainnya berkeinginan memtuskan untuk melakukan pembelian di D’Cost. Belajar Pemasaran dari Brand SunLight dan D cost

 

Leave a Reply

eighteen + ten =

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!