Beragam Usaha Kafe Martabak

Ada rasa manis, gurih ,asih, kenyal, dan nikmat. Siapa tak kenal martabak?, panganan lezat ini bisa didapatkan di hampir penjuru negeri ini.
Ada dua jenis martabak yang populer di Indonesia. Martabak telur dan martabak manis. Martabak telur berasal dari india.
Panganan berbahan dasar telur bebek atau ayam, ditambah dengan irisan daun bawang dan irisan daging. Lapisan adonan kulit ini sudah cocok di lidah orang indonesia.

Legitnya Usaha Kafe Martabak, Selegit Rasa Kejunya

Martabak manis atau terang bulan, asalnya dari pulau bangka Indonesia. kue yang aslinya bernama hoklopan ini mempunyai rasa gurih, legit, dan manis.
Kini rasa kedua jenis martabak semakin variatif mengikuti selera keragaman orang Indonesia. Rasa yang inovatif harus diikuti dengan preservasi yaitu tidak menghilangkan rasa asli dari kudua jenis martabak itu sendiri.
Legitnya Usaha Kafe Martabak, Selegit Rasa Kejunya

Martabak  San Francisco Bandung dan Martabak AA

Martabak San Fransisco adalah legend martabak dari bandung , ke Bandungbelum coba martabak ini? berasa belum lengkap deh pokoknya, harga dari 50 sd 100 ribu dengan topping up beragam, most favourite adalah cheese dan Nutela yang import langsung dariLuar Negri !
Martabak AA salah satu usaha yang menikmati keuntungan manisnya bisnis martabak. Martabak populer dikawasan manggarai ini ada sejak tahun 1991.
Buka dari jam tiga sore dan tutup hingga jelang tengah malam, martabak ini ramai diincar pembeli. Kadang antrian pembeli menyebabkan kemacetan disekitar ruas jalan minangkabau. Salah satu menu Istimewa adalah martabak telur.
Potongan yang besar dengan isian daging yang banyak, membuatnya menjadi menu primadona di Martabak AA. Kuah dan acar racikan khusus semakin membuat martabak telur ini menjadi lebih nikmat.
Kunci Utama dari martabak telur AA ini adalah penggunaan daging has ayam dan sapi dan menggunakan bahan dengan kualitas terbaik nomor satu. Pemiliknya mengatakan lebih baik menaikkan harga dari pada haru mengganti bahan dengan yang lebih murah. Karena kalau kualitasnya selalu bagu, walaupun harga selangit pasti konsumen akan membeli.
Harga sebanding dengan rasa. Harga martabak telur di Martabak AA dibandrol dengan Rp 50.000 perporsinya. Pak Amyo pemilik usaha Martabak AA ini, memulai usahanya dengan modal Rp 500.000 nilai uang tahun 1991. Sekarang omset perhari Martabak AA ini sebesar Rp 6.000.000 dengan jam buka hanya 9 jam.
 
 

Cafe Martabak Demarco

Manisnya untung martabak juga dilirik restoran dan cafe, De marco cafe salah satunya. Martabak jadi andalan jualan mereka.
Martabak naik kelas dikonsepkan peda kreatif yaitu Budiono. Konsep jajanan merakyat yang berani bersaing dengan menu internasional. Martabak Ice juice berry, Martabak mie dan martabak bertoping jamur adalah beberapa menu favorit di Demarco ini.
Inovasi unik ini membuat pelanggannya tak sabar untuk segera mencicipinya . Martabak salah satu makanan yang memiliki penggemar hampir seluruh lapisan masyarakat. Kini aneka macam modifikasinya mulai banyak kita jumpai.
Mulai dari aneka rasa hingga variasi bentuk dan ukurannnya. Seorang mahasiswa lulusan teknik mesin UNY mencoba peruntungan dalam berbisnis martabak. Dia adalah Abdul Aziz. Pemilik gerai martabak unyil ini, berinisiatif untuk menciptakan aneka rasa dan ukuran martabaknya.
Demarco membandrol harga martabaknya dengan harga mulai Rp 15.000 sampai Rp 40.000. Jumlah pengunjung Cafe Demarco ini mencapai 50 orang dalam sehari. Demarco memperoleh omset Rp 4.000.000 dalam sehari.
 
 

Martabak Unyil Yogyakarta

Latar belakang Ide Usaha martabak unyil Dikawasan karang malang yogyakarta ini, berawal ketika Abdul Aziz memperhatikan secara serius ukuran martabak reguler.
Ia melihat martabak yang biasanya dibeli orang, menurutnya memiliki porsi yang terlalu besar. Setiap hari ia juga sering melihat konsumen martabak yang tidak menghabiskan seluruh martabak yang dibelinya.
Melihat peristiwa itu, ia akhirnya berpikir keras bagaimana caranya agar martabak memiliki ukuran lebih simpel, lebih murah, dan tidak kebanyakan porsinya. Akhirnya terciptala Ide untuk membuat martabak unyil yang memiliki ukuran bulat kecil menyerupai kue apem dengan kualitas rasa bersaing.
Setelah mendapatkan ide untuk membuat martabak unyil, Abdul Aziz langsung browsing tentang bahan baku dan cara membuat martabak melalui Internet dan resep-resep di majalah dan buku.
Selama satu bulan, riset resep martabak yang dilakukan oleh Abdul Aziz tidak membuahkan hasil. Martabak berkali-kali bantat dan tidak jadi-jadi. Pada bulan kelima akhirnya resep martabak telah ketemu dan jadi sampai sekarang.
Total modal yang diperlukan Abdul Aziz untuk membangun bisnis martabak unyil-nya sebesar Rp 6 juta. Uang itu digunakan untuk Gerobak 2 juta, peralatan masak 1,5 juta sampai 2 juta. Peralatan produksi beli air galon dan adonan. Rp 500.000.
Rata-rata kebutuhan produksi bahan baku sehari membutuhan sekitar 4 kilogram tepung beras. Dalam satu hari, Abdul Aziz dapat menjual Martabak Unyil sebanyak 350 buah kalau ada pesanan bisa sampai 500 buah. Biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp 175.000 perhari sudah termasuk gaji satu pegawai.
Aziz menyebutkan bahwa Kendala utama usaha martabak unyil ini adalah harga bahan baku yang sering naik sehingga ia tak bisa dengan jelas menentukan profitnya sampai seberapa.
 
baca juga
Martabucks, Franchise Martabak Luna Maya dan Uya Kuya
Franchise Markobar, Martabak Manis Untuk Kaum Milenial
1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
 
Cuaca buruk merupakan kendala yang kedua karena selama ini Aziz belum mempunyai outlet resmi. Ia hanya menggunakan gerobak dorong dalam memasarkan martabak unyilnya.
Sampai detik ini, Saingan Martabak Unyil Aziz belum terlalu banyak di kota Jogja. Dibutuhkan keberanian dan mental yang kuat, itulah tips dari Aziz untuk orang-orang yang akan memulai sebuah usaha, Legitnya Usaha Kafe Martabak, Selegit Rasa Kejunya.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!