Berbuka Seru: Nasi Goreng Solo, untuk Anda yang Kelaparan di Tengah Malam

Berbuka Seru: Nasi Goreng Solo, untuk Anda yang Kelaparan di Tengah Malam

Untuk sebagian orang yang sangat menyukai makan, sudah menjadi suatu kepuasan yang luar biasa jika menemukan makanan yang enak, banyak serta murah. Di Bandung, ada salah satu tempat yang rasanya tepat untuk menyalurkan ‘aspirasi’ perut dengan harga yang bersahabat bagi kantong.

Berlokasi di Tamansari, tempat makan ini memang cukup sederhana, karena ukurannya tidak lebih dari 3×5 meter persegi, tetapi ada yang membuat tempat ini berbeda, mau tahu? Yaitu penuhnya pengunjung di warung tenda sederhana ini. Langsung saja yuk, kita kenalan dengan Nasi Goreng Solo Tamansari, Bandung.

Sepintas memang tidak ada yang istimewa dari warung tenda ini, disana hanya menyediakan aneka macam nasi goreng, mie goreng, dan juga nasi goreng mawut (nasi goreng campur mie), namun untuk kalian yang suka sekali makan dengan porsi jumbo, tidak ada salahnya mencoba makanan yang satu ini.

Harganya pun bisa dibilang ‘engga boong’, bayangkan saja untuk satu porsi nasi goreng mawut special hanya dipatok dengan harga Rp 15.000, (Kalau untuk ukuran saya, satu porsi itu bisa untuk dua orang) He-he.

Meskipun menu yang ditawarkan itu-itu saja, orang tetap banyak berdatangan untuk mencicipi nasi goreng ini, sebagai contohnya adalah Awan, “Sejak kuliah di Bandung, saya hampir tidak pernah absen buat makan ditempat ini, minimal sebulan sekali lah yah, habis letaknya juga deket sih sama kost-kostan saya.” Papar mahasiswa ITB yang kebetulan juga tinggal di daerah Tamansari. Kalau dilihat dari target konsumen, kebanyakan dari mereka adalah kalangan pelajar dan mahasiswa namun, tetap ada saja kok pengunjung dari kalangan umum.

Saya bisa beri nilai 8 dari 10 untuk porsi nasi gorengnya, dari segi rasa sih, tidak jauh berbeda dari nasi goreng yang lainnya, akan tetapi untuk aroma yang dihasilkan oleh nasi goreng ini cukup berbeda dari nasi goreng lainnya. Saya pun tertarik menanyakan hal tersebut kepada salah satu pelayan di warung ini, “Kalo itu sih, karena kita masaknya pakai tungku dan arang, jadi itu yang buat aromanya berbeda mas.” Memang disitulah uniknya, semua makanan yang dibuat disini, dimasak dengan menggunakan tungku serta arang.

Untuk harga makanan yang ada disini, semuanya berkisar dari Rp 9.000 – Rp 15.000. Lalu untuk campurannya terdapat: udang, ati ampela, usus ayam, cumi, dan daging kambing. Kalau kalian suka semua, ada baiknya kalian memesan nasi goreng mawut special seperti yang saya pesan. Sedangkan untuk minumannya, kalian bisa memesan teh manis atau air jeruk hangat maupun dingin.

Tempat ini buka mulai dari pukul 17.00 WIB – 00.00 WIB dan untuk akhir pekan, tempat ini biasa tutup sampai pukul 01.00 dini hari. Biasanya tempat ini selalu ramai pada akhir pekan dari jam 19.00 – 22.00 WIB. Maklum saja, mungkin itu adalah waktunya orang kelaparan dan juga pacaran. He-he.

Sejauh ini, tempat ini masih menjadi tempat makan favorit saja, akan tetapi amat disayangkan dengan banyaknya pengamen yang silih berganti menjadikan orang cukup segan untuk makan di tempat ini.

 

 

Buat kalian yang masih penasaran? Silakan saja langsung coba tempat makan yang satu ini, cukup bermodal Rp 20.000 perut kalian sudah bisa dipuaskan, itu pun sudah termasuk es teh manis dan ongkos parkir Rp 1.000.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!