Jasa

– Ada banyak alasan yang menjadikan orang bermimpi untuk berkuliah di Jepang. Biasanya adalah karena budaya Jepang yang khas, baik budaya tradisional maupun modern-nya.

Budaya modern Jepang sudah banyak yang mendunia, bahkan banyak yang mulai belajar karakter Bahasa Jepang dari manga atau anime. Selain itu budaya lain seperti cosplay dan baju tradisional Jepang juga banyak diminati di seluruh dunia.

Bermimpi Ingin Kuliah di Jepang? Ketahui Dulu Beberapa Hal Ini

Beberapa kelebihan Jepang lain yang disukai para calon mahasiswa adalah, ada banyak perusahaan teknologi yang besar dan sukses, tingkat kejahatannya yang rendah, orang-orangnya yang ramah, dan biaya hidupnya yang murah.

Jika kalian adalah salah satu yang juga bermimpi untuk melanjutkan pendidikan di Jepang , berikut adalah beberapa hal yang perlu anda ketahui sebelum berangkat ke Jepang:

Ada banyak pilihan program

Yang pertama kali harus dipikirkan sebelum berangkat ke Jepang tentunya adalah merencanakan program studi, apakah kalian akan mengikuti program yang sudah tersedia atau membuat program sendiri.

Beberapa universitas memiliki program yang sudah tersusun, sehingga mahasiswa tinggal mengikuti, tapi ada juga universitas yang membebaskan mahasiswa menyusun program studinya sendiri.

Ada beberapa lembaga yang bisa membantu jika kalian butuh bantuan untuk merencanakan studi. Jika tidak kalian bisa menyusun program sendiri, sehingga bisa lebih leluasa dan tidak terikat waktu.

Jalur apapun yang kalian pilih, pastikan untuk menghubungi pihak universitas dan memastikan nilai kalian akan bisa diterima dengan baik dan masuk ke penilaian kelulusan.

Kuliah di Jepang

Bahasa Inggris jarang digunakan

Orang Jepang memang mempelajari Bahasa Inggris di pendidikan formal, sama seperti kita di Indonesia, tapi mereka tidak terlalu suka menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kalian misalnya bertanya petunjuk arah jalan, warga lokal mungkin akan dengan senang hati membantu, tapi dengan Bahasa Inggris yang tidak sempurna.

Jadi jangan anggap dengan modal Bahasa Inggris kalian akan bebas bercakap-cakap dengan lancar di manapun di Jepang. Inilah gunanya mempelajari Bahasa Jepang, walaupun memiliki grammar yang sulit dan bentuk huruf yang rumit, ini akan sangat berguna selama tinggal di Jepang.

Disarankan untuk para calon mahasiswa sebaiknya mengal kursus Bahasa Jepang intensif sebelum berangkat ke Jepang. Kalian juga bisa mendownload aplikasi penerjemah Bahasa atau kamus Bahasa Jepang di smartphone yang bisa membantu jika suatu saat kesulitan memahami Bahasa Jepang.

Ujian JLPT dan EJU

Ada dua jenis ujian sertifikasi untuk mengukur kemampuan berbahasa Jepang bagi warga asing, yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dan EJU (the Japanese University Exam).

JLPT merupakan ujian yang paling umum, dan diujikan dalam lima level, yang terendah adalah N5 dan yang tertinggi adalah N1. Tesnya diadakan dua kali setahun bagi non-native speaker yang ingin menggunakan Bahasa Jepang untuk kepentingan akademis dan profesional.

Diperkirakan butuh 700 – 1000 jam belajar untuk bisa lulus ujian level menengah, N3. Dan butuh 1200 – 1600 jam belajar untuk lulus level N2 yang lebih tinggi.

Sedangkan EJU banyak dibutuhkan sebagai persyaratan pendaftaran banyak program sarjana di universitas di Jepang. EJU juga diadakan dua kali setahun, bulan Juni dan November, di Jepang dan di luar Jepang (utamanya di Asia).

EJU mengujikan empat topik: Bahasa Jepang untuk penutur asing, sains, Jepang dan dunia, dan matematika. Universitas dan program yang kalian pilih akan menentukan yang mana dari keempat topik itu yang harus dial.

Materi Bahasa Jepang untuk penutur asing diujikan dalam Bahasa Jepang, sementara tiga topik lainnya tersedia dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.

Mencari beasiswa

Ada banyak tawaran beasiswa yang bisa kalian dapatkan di Jepang, bisa dari lembaga luar sekolah atau dari sekolah itu sendiri. Dua sumber untuk mengecek beasiswa untuk mahasiswa asing adalah di Japan Study Support dan Gateway to Study in Japan, keduanya memiliki daftar beasiswa yang bisa dipilih.

Jangan malu untuk bertanya pada universitas kalian tentang program beasiswa. Jaga kesopanan dan coba tanyakan pada bagian yang memang mengurusi mahasiswa asing, sehingga kalian bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Transportasi umum lebih banyak digunakan

Jepang memang sudah terkenal dengan perkembangan teknologinya yang sangat maju, salah satunya adalah dari bidang transportasi. Subway dan kereta cepat sudah merupakan pemandangan biasa di sana.

Sebagian besar warga Jepang akan memilih menggunakan transportasi umum ini setiap hari, jadi jangan kaget jika kalian mendapati stasiun kereta banyak yang penuh sesak saat jam sibuk. Kebanyakan mahasiswa asing di Jepang secara alami akan hapal jalur kereta di Jepang seiring berjalannya waktu.

Untuk mahasiswa baru, bisa menggunakan Google Maps atau juga aplikasi khusus untuk mengetahui jalur-jalur kereta. Jadi pastikan kalian selalu punya data dan koneksi internet saat berkeliling di Jepang.

Selain transportasi umum, alat transportasi yang akan cukup sering ditemukan adalah sepeda. Sudah tidak mengherankan lagi jika kalian menemukan banyak orang yang mahir sekali bersepeda sal makan, memakai make up, atau bahkan bermain game.

Bekerja salan di Jepang

Mahasiswa yang sudah memiliki izin kerja berarti boleh mengal kerja salan atau part time di Jepang. Kalian bisa bekerja 28 jam per minggu saat hari-hari sekolah biasa, dan 40 jam per minggu saat libur semester.

Mahasiswa tidak diperbolehkan untuk mengal pekerjaan yang berkaitan dengan klub malam atau tempat hiburan dewasa lainnya. Termasuk juga menjadi DJ atau bekerja sebagai pencuci piring di klub malam.

Kebanyakan mahasiswa akan bekerja di toko atau rumah makan dnegan pendapatan sekitar 1000 Yen per jam. Akan cukup sulit untuk menemukan pekerjaan salan jika kalian tidak lancar berbahasa Jepang.

Part time dengan bayaran termahal untuk mahasiswa adalah dengan mengajar Bahasa, misalnya mahasiswa Indonesia yang mengajarkan Bahasa Indonesia di Jepang, baik di sekolah atau hanya les privat. Pekerjaan ini bisa menghasilkan hingga 3000 Yen per jam.

Izin kerja yang didapatkan berupa stiker di passport kalian. Untuk mendapatkannya kalian harus memiliki student visa. Kalian bisa mendaftar untuk mendapatkan izin ini di imigrasi bandara saat pertama datang ke Jepang.

Jika tidak begitu, kalian harus bolak-balik ke kantor imigrasi Jepang selama minimal 3 minggu sebelum bisa mendapatkan izin kerja.

baca juga

    Tempat tinggal

    Jika kalian sudah memiliki program studi dari lembaga tertentu, biasanya tempat tinggal sudah termasuk di dalamnya. Beberapa universitas juga memiliki asrama untuk mahasiswa asing, atau ada juga opsi homestay untuk tinggal di rumah warga lokal.

    Karena proses mencari tempat tinggal ini cukup rumit, sebaiknya kalian mempersiapkannya sebelum datang ke Jepang. Jika kalian hanya tinggal untuk beberapa bulan, ada pilihan rental apartemen yang bisa disewa untuk jangka pendek.

    Kalian bisa menghubungi kantor untuk mahasiswa asing di universitas kalian untuk menanyakan seputar berbagai pilihan akomodasi yang ada.

    Jasa
    0 Shares: