Bisnis Kuliner Merambah Dunia Startup, Bisnis Pizza Ini Sukses Besar Dengan Mempekerjakan Robot

Categories: Bisnis Kuliner
jasa seo

undercover.co.id – Bisnis kuliner merambah startup biasanya dalam bentuk aplikasi pemesanan, perangkat masak, dan media. Tapi, perusahaan Pizza di Newyork bernama Zume Pizza menggunakan robot sebagai pekerjanya!

Julia Collins, co-CEO Zume Pizza telah membuat suatu terobosan yang membuat konsumen makanan khas Italia ini jadi penasaran, khususnya warga New York. Tak seperti pizza biasa yang dibuat, dipesan lalu diantar. Pizza yang satu ini dibuat oleh robot ketika dalam perjalanan ke lokasi konsumen yang memesan. Collins dalam siaran pers mengklaim bahwa Zume Pizza adalah “food delivery vehicle that cooks en route” atau kendaraan pengantar makanan yang sekaligus memasak makanan dalam perjalanan pertama di dunia. Truk ini memanfaatkan 56 oven untuk mengantarkan sekaligus memasak makanan sehingga pizza enggak terlalu lama di dalam boks dan sampai di tangan konsumen “fresh from the oven”.

zume pizza startup

Baca juga: Airbnb Divaluasi 30 Miliar USD! Yuk Belajar Model Bisnis Dari 4 Startup Sukses Ini!

Menurutnya New York punya banyak sejarah restauran yang menu pizzanya diturunkan dari generasi ke generasi dengan cita rasa yang luar biasa. Sayangnya kebanyakan dari warga New York tak sempat duduk untuk menikmati masakan rumahan tiap kali ingin menikmati pizza. Mereka lebih sering memesan dalivery pizza yang ketika sampai bentuknya tak menarik, dingin, penuh dengan pengawet dan rasanya tak lagi sama dengan pizza yang baru keluar dari oven. Tapi, warga New York tak perlu lagi begitu.

Terkadang konsumen tak punya banyak pilihan untuk menikmati pizza sehari-hari. Mereka tak mempertimbangkan apa yang restoran pakai untuk pizza tersebut. Sayangnya, restoran-restoran inilah yang umumnya menjadi pilihan warga New York.

Menurut Collin permasalah yang pertama adalah kualitas pizza yang umumnya enggak begitu bagus karena diberi tambahan gula, nitrit sintesis dan pengawet. Masalah yang kedua adalah delivery pizza di kota besar New York cenderung lambat karena membutuhkan 45 menit untuk sampai di depan pintu. Masalah yang ketiga adalah pengemasan yang tak ramah lingkungan karena kardus yang digunakan dibuat dengan menebang pohon. Keempat, menurutnya bisnis pizza biasa enggak terlalu menguntungkan.

Bagaimana cara kerja truk Zume Pizza? Seperti dikutip Entrepreneur, pizza di perusahaan ini di masak dulu selama 90 detik di markas Zume sebelum dibawa ke kendaraan pengantar yang juga berfungsi sebagai oven. Sebelum sampai ke pintu konsumen, pizza dipanggang selama kurang lebih 30 menit.

Pengolahan pizza selanjutnya yaitu pemberian toping dilakukan oleh robot eksklusif yang diberi nama ‘P-Bos’. Kegiatan memanggang piza kerap tak aman dan pekerjaan yang berulang. Belum lagi risiko tangan chef yang terpanggang. Dengan adanya robot ini bisa mengurangi risiko kecelakaan pekerja dan efisien dalam penggunaan bahan-bahan yang berkualitas.

Dan ternyata teknologi perusahaan pizza ini enggak berhenti hanya di pizza saja.

Untuk saat ini mereka memang fokus mengoptimasi operasi untuk menciptakan pizza delivery yang terbaik di dunia. Setelah operasi pizza ini sempurna, mereka akan mencoba memperluas produknya selain pizza. Faktanya, paten teknologi ini enggak hanya untuk pizza tapi untuk semua maksakan yang bisa dimasak dalam perjalanan.

Nah, ternyata bisnis kuliner yang dipadukan dengan teknologi bisa begitu menerik, terlebih kalau kita bisa memberikan nilai tawar untuk konsumen.

Baca Juga: Menghasilkan Uang Meskipun Sedang Tidur? Bisa! Ini 10 Caranya!

 

jasa seo

Your Thoughts