Bisnis Laundry Semakin Asoy

Orang bicara bisnis selalu dengan pikiran yang muluk. Padahal, peluang terbesar itu ada di sekitar kita tanpa kita sadari.
Tidak usah contoh jauh-jauh, saya misalnya Dari dulu, namanya membuka bisnis itu ya..cari untung.
Nah! Yang seringkali memusingkan adalah bisnis apa yang menguntungkan? Apalagi tanpa modal selangit di era ekonomi agak-agak sulit saat ini.

Bisnis Laundry Semakin Asoy

 
Seorang teman, Rina Hapsari, wanita asal Malang ini memberikan rumus sederhana dalam memilih usaha.
Saya menemui Rina di sebuah pujasera (pusat jajanan serba ada) di kawasan Batu, Malang.
 
Rina yang santai tak nampak jika dia adalah entrepreneur yang sukses. “Oke. Intinya adalah bisnis yang mendatangkan untung.
Tentu dong, semua orang tak mau rugi,” celetuknya enteng. Saya mengiyakan dan diliputi penasaran.
“Resep awal jika ingin membuka bisnis?” “Begini.
Sudah menjadi penyakit banyak orang, jika akan menentukan bisnis, maka mereka bingung dengan referensi dari internet, buku, teman, suami, atau istri.
Semua mengajukan usul dan beragumentasi bahwa usulnyalah bisnis yang menjanjikan,” jelas Rina dengan penuh semangat. Saya pun terbawa suasana.
“Harusnya bagaimana, Mbak?” “Bisnis itu menjadi diri sendiri,” serunya cepat. “Artinya?” “Mustahil orang bisa enjoy menjalani bisnis atau usaha jika bisnis itu membuatnya terbebani.
Nah! Agar tidak menjadi beban tentu kita mengerjakan apa yang kita senangi kan?” jelas Rina sambil meminum jus pesanannya. “Itulah yang sulit, Mbak,” tukas saya.
“Tidak juga. Orang bicara bisnis selalu dengan pikiran yang muluk. Padahal, peluang terbesar itu ada di sekitar kita tanpa kita sadari.
Tidak usah contoh jauh-jauh, saya misalnya,” ucapnya sambil tersenyum. “Oke. Saya melihat Mbak Rina sukses dengan bisnis laundrynya,”
sambung saya. Sekedar info, Rina’s Laundry termasuk bisnis laundry yang lumayan besar di kawasan Dinoyo, Malang, Jawa Timur. S
ejenak wanita muda itu menghela napas dalam. “Semula.
Hampir seperti kebanyakan orang, saya bingung menentukan usaha apa. Ternyata, ide itu malah saya dapat tepat di depan rumah saya sendiri.
Rumah saya di tengah wilayah kos-kosan mahasiswa di Malang. Tau sendiri bagaimana mahasiswa jaman sekarang,
tugas kuliah menumpuk sehingga melupakan pekerjaan pribadinya, seperti mencuci. Disitulah awal ide itu.
Hanya karena banyak mahasiswa bingung mencuci baju.
Sepele kan?” terangnya. Jujur, saya semakin tertarik. “Itulah kenapa resep pertama dalam membuka usaha adalah carilah ide bisnis yang paling dekat dengan Anda.
Berikutnya, maintenance ide itu dengan sharing ke keluarga atau teman.
Ini dalam rangka menemukan kemantapan melangkah,” lanjut Rina.
“Setelah itu?” “Bikin analisa usaha awal. Yang sederhana saja. Dan tentukan langkah awal,” imbuhnya. Kelihatannya gampang tetapi apakah memang benar semudah yang dipaparkan Rina Hapsari, pengusaja laundry asal Malang itu?
Saya coba mengulik lebih jauh. “Tentang usaha laundry, Mbak…bagaimana bisa sukses  begitu?” “Setiap orang butuh mencuci kan?
Dan orang sibuk saat ini (termasuk mahasiswa) tidak sempat mengerjakan itu. Kerjaan itu kita ambil dan kita kelola menjadi bisnis yang profesional,” jawanya.
“Saya tertarik dengan kata ‘profesional’,” tanya saya diburu penasaran.
“Profesional itulah yang membedakan seseorang punya sense bisnis atau tidak.
Ketika saya membuka laundry dengan biasa-biasa saja, maka hasilnya juga biasa.
Tetapi ketika saya membuat tampilan usaha dan layanan yang bagus dan berbeda karena inovasi maka hasilnya akan berbeda juga,” papar Rina.
“Apa inovasi di Rina’s Laundry?” “Kita memberika dua pilihan, yakni laundry biasa dan swalaundry.
Yang terakhir ini, mereka yang datang ke tempat kami, bisa mencuci sendiri sambil menunggu di caffee yang kami sediakan.
Datang bawa baju kotor, nguci sambil nongkrong di coffee, dan pulang baju kering. Asyik kan?” ujarnya setengah promosi. “Itu baru inovasi, Mbak.
Sekarang soal modal bagaimana dan analisis keuntungannya,” tanya saya merangsek. “Kalau akan buka laundry, jangan lihat saya saat ini.
Mulai berpikirlah dengan sederhana. Bahkan orang butuh mencuci dan kita yang mencucikan. Itu saja. Artinya, kita hanya butuh mesin cuci plus setrika.
Itu modalnya. Dan satu lagi, pesan banner yang menunjukkan kita buka laundry. Selesai,” tukasnya.
 
“Sederhana?” “Betul. Dan soal tarif bisa disesuaikan dengan rerata di kota masing-masing. Survey harga-lah untuk awal. Dan terakhir yang menggiurkan, untungnya bisa dua kali lipat.
Modal mesin cuci, maaf, bisa kredit dan yang relatif butuh secara rutin adalah sabun cuci dan pewangi. Itu saja,” imbuhnya lagi. “Saya tertarik, Mbak?”
“Kita hitung per kilo jika mencucikan langsung ke kita.
Tetapi jika swalaundry, kita hitung per jam-nya. Kisaran per kilo di beberapa kota antara Rp 4000 hingga Rp 5.500, tergantung daerahnya.
 
baca juga
Jenis Peluang Usaha Dengan Modal Kecil
Baca juga
Editor’s Choice
350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar
1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
Panduan Bisnis Online Terlengkap
 
 
Belum kalau jenis jeans, dan kain ukuran besar, juga boneka, ada tarif khusus,” jelas Rina sangat detail. Suasana Batu diguyur gerimis.
Dan ngobrol dengan Rina Hapsari semakin mengasyikkan. Nah! Anda tertarik dengan bisnis laundry? Sungguh bisnis yang recommended banget!***

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!