Bisnis Selai Caramel Milk Jam , Dari Hutang Menjadi Berkah

zowhy.com – Bisnis Selai Caramel Milk Jam , Dari Hutang Menjadi Berkah  |  Ide usaha memanglah dapat datang dari tempat mana saja, termasuk juga dari pekerjaan seseorang mentor. Seperti yang dihadapi oleh Nani Kurniasari, seseorang single parent dengan 4 anak yang sekarang ini berhasil melakukan bisnis selai karamel dengan merk Caramel Milk Jam.

Nani coba bercerita cerita hidupnya sampai ia mencapai keberhasilan. Siapa kira, sebelumnya memuai usaha ini, Nani yaitu seseorang entrepreneur katering. Pekerjaan itu ia jalani dari th. 2003 hingga 2010.

Sampai selanjutnya, ia alami satu beberapa saat susah. Usaha katering yang telah jalan mulai sejak 7 th. lantas bangkrut. Nani meninggalkan utang sampai Rp 2 miliar.

Bisnis yang Berawal dari Hutang 2 Milyar

“Utang awalannya Rp 1, 5 miliar lantas jadi Rp 2 miliar lantaran bodohnya saya cemas financial tutup utang dengan utang, bengkak telah, ” terang Nani waktu menceritakan pada undercover

Tak tidak bergerak hingga di situ, Nani lalu memperoleh cobaan lain. Waktu usahanya rugi serta terlilit utang, ia malah mesti berpisah dengan suaminya. Nani lalu mengurusi 4 anaknya sendiri.

“Single parent dengan 4 anak, jobless, serta utang dari kerugian usaha saya terlebih dulu yang meraih angka segunung untuk saya, ” katanya.

Bisnis Selai Caramel Milk Jam , Dari Hutang Menjadi Berkah  Kemudian, ia bahkan juga pernah tak mempunyai pekerjaan dari th. 2010-2013. Lalu kehidupannya mulai beralih mulai sejak th. 2014. Ia mulai kembali berjualan hijab sampai ikut-ikutan life coach untuk self healing. Sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seseorang life coach bernama Irma Rahayu di Desember 2014.

Baca juga : hacker-baik-hati-peretas-e-commerce-nasional-indonesia/

“Di perjalanan coaching, saya di kasih pekerjaan untuk bikin selai caramel dengan signature saya. Dari situ lah awalannya, pada akhirnya saya mulai bedah segalanya tentang selai caramel, dari mulai bahan baku, cara membuat, pengemasan, langkah pasarkan, serta saya memberikan value added ke selai saya.

Selai tempat curcol (sharing colongan) lantaran memanglah sistem pembuatan selai itu terkait erat sama release emosi saya yang seperti roller coaster akibat perpisahan dengan bekas suami, ” papar Nani.

Nani mengakui pilih menggerakkan usaha ini lantaran tak miliki alternatif lain. Karena sangat pasrahnya, ia telah menyerahkan jalan hidupnya pada sang coach. Tetapi terakhir, ia mulai memahami kalau melakukan bisnis selai ini yaitu satu diantara passion-nya.

Motivasi memulai Bisnis Selai Move On

“Saya pilih usaha ini lantaran saya sukai. Ada atau tidak ada duitnya, saya tetep buat, saya tetep happy. Saya meyakini ini sisi dari perjalanan saya temukan passion, sisi dari perjalanan saya merampungkan hutang-hutang saya, sisi dari perjalanan temukan cinta-Nya. Tersebut hal yang memicu saya mengawali usaha ini, ” kata Nani.

Dengan modal awal Rp 200 ribu, Nani coba mengawali usaha selai karamel rasa Move On. Penentuan kata Move On juga bukanlah tanpa ada argumen. Move On sama dengan perjalanan hidupnya untuk selekasnya bangkit dari saat lantas.

Baca Lagi pentingnya-co-founder-untuk-kelancaran-bisnis-anda/
Dalam menghasilkan selainya itu, ia betul-betul memakai apa yang ada dirumah lantaran memanglah keadaannya waktu itu betul-betul kekurangan. Modal awal yang diperlukan untuk usaha selainya ini sebesar Rp 200 ribu untuk bahan baku serta untuk paket toples.

Selainya ini di jual dengan harga Rp 40 ribu/toples, 1 jarnya diisi 120 mg. Saat ini, Nani telah dapat mengantongi omzet sekitaran Rp 20 juta per bln.

Dengan dibantu oleh 2 rekannya, Nani awalnya cuma bisa bikin 10 jar selai Move On. Tetapi, lama kelamaan, ia memberi jumlah produksinya jadi 50 jar. Selai itu kerap tak habis waktu awal-awal meniti usaha. Bila telah nyaris kadaluarsa, Nani umumnya membagikannya selainya itu dengan cara bebrapa hanya.

“Sekarang, Alhamdulillah saya buat berapakah saja habis. Pernah satu hari tembus 100 jar laris. Hingga ledes tangan ngaduk selai, ” ucap Nani bahagia.

 

Sistem Penjualan dan Pemasaran dari Bisnis Selai Milk Karamel

Tentang system penjualan, Nani memercayakan bisnisnya ini pada beberapa puluh reseller yang menyebar di beberapa kota di Indonesia. Product selai olahannya ini juga telah tiba ke sebagian negara umpamanya Inggris, Singapura, serta Abu Dhabi.

Saat di tanya bagaimana panduan berhasil dalam melakukan bisnis, Nani lalu menjawab.

“Saat ini saya belum terasa berhasil, namun saya mengaku sangat banyak progress yang saya alami. Kiatnya, kita tak dapat memotong sistem, tak ada keberhasilan yang instant. Semuanya mesti di bangun dengan fondasi yang kokoh, terlebih pondasi ciri-ciri (attitude) serta kepercayaan kita pada Yang Maha Kuasa. Hanya satu, istiqomah, ” pungkas Nani.

Saat ini, terkecuali mengelola usaha Selai Karamel Move On, Nani juga memperlebar sayapnya di bagian line clothing hijab syar’i dengan brand NK yang di ambil dari namanya sendiri. Bisnis Selai Caramel Milk Jam , Dari Hutang Menjadi Berkah 

Leave a Reply

nine + 10 =

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!