Bisnis Startup Properti Online Makin Semarak Dengan Kehadiran 4 Startup Ini!

Categories: Bisnis property
jasa seo

undercover.co.id –Mencari properti kini semudah mencari tiket pesawat atau belanja online. Dulu orang harus bersusah payah dan membuang banyak waktun untuk mencari properti melalui tumpukan media massa, mengontak agen, belum lagi kalau kriteria properti enggak sesuai semua proses harus diulang dari awal lagi dan lagi.

startup properti

Kini baik pemilik properti ataupun pencari properti bisa dengan mudah bertemu satu sama lain sesuai dengan kriteria properti yang diinginkan (lokasi, harga, tipe) melalui berbagai platform properti online. Tak cukup sampai di situ, kini platform online juga menyediakan layanan chatting sehingga mempermudah komunikasi secara real time antara pemilik properti dengan pencari

Baca juga: Jualan Kaos Kaki Bisa Sukses? Ini 5 Kisah Menarik Bisnis yang Tak Difilmkan oleh Hollywood

  1. Speedrent

Speedrent adalah platform penyewaan rumah yang berbasis di Malaysia. Pemilik rumah yang menggunakan jasa ini berperan secara otomatis sebagai agen properti rumah yang ia tawarkan untuk disewa. Setiap properti yang didaftarkan punya waktu 45 hari untuk tampil dalam daftar hingga tak lagi berlaku (kecuali pemiliknya memperpanjang). Hal ini untuk membuat list tetap segar di platform. Pemilik rumah yang mendaftarkan rumahnya bisa langsung tampil di list dalam waktu 10 menit dan record mereka dari mulai masuk dalam daftar hingga disewa terlihat dalam hari yang sama.

Untuk model bisnis, Speedrent mengadakan kesepakatan dengan pemilik rumah untuk memungkinan tenan pindah tanpa membayar deposit. Tenan membayar fee pada Speedrent untuk memungkinkan kesepakatan tersebut. Untuk menjaga pemilik rumah dari penipuan, Speedrent melakukan cek kredit pada tenan.

  1. Get.Place

Get.place yang berbasis di Singapura adalah online platform yang menghubungkan pencari properti dengan broker secara real time. Pertama kali meluncurkan layanan, Get.Place memilih Filipina sebagai pasarnya karena pertumbuhan pasar properti yang bagus. Klien bisa memasukkan persyaratan properti idealnya dan permintaan tersebut akan disebar ke para broker yang berkualifikasi melalui algoritma yang sesuai. Get.Place memprioritaskan broker dengan ulasan positif. Klien juga memiliki opsi untuk chatting dan berbagi foto dan media lain dalam aplikasi atau website Get.Place.

  1. Gowu

Gowu adalah aplikasi dari Malaysia yang menghubungkan pembeli, agen dan developer di Asia Tenggara dalam satu komunitas online. Pembeli bisa mencari dan membeli properti, agen bis mendapatkan akses ke pasar yang lebih luar dan kolam proyek properti. Adapun developer bisa mengembangkan capaian secara regional tanpa biaya pemasaran yang tinggi dan kerepotan operasional melalui layananan manajemen proyek perusahaan. Melalui aplikasi dan website ini, pembeli yang tertarik bisa mencari properti baru, memilih agen-agen yang diinginkan dan mengatur kunjungan. Setelah mereka memutuskan untuk membeli, Gowo akan mengurus pembayaran online, proses dokumen, pendaftaran pinjaman dan dokumen-dokumen hukum. Aplikasi dan website ini juga berperan sebagai ‘rekber’ bagi para pihak-pihak yang terlibat.

  1. 99.co

99.co yang berbasis di Singapura ini adalah mesin telusur properti yang didirikan oleh pengusaha Darius Cheung. Pada tahun 2015, perusahaan ini mendapatkan pendanaan 1,6 juta USD dari co-Founder Facebook Eduardo Saverin dan Sequoia Capital. Untuk membedakannya dari situs listing real estate yang lebih besar, 99.co pindah dari listing bersponsor dengan membuat hasil pencarioan lebih relevan dengan para pencari properti. Situs ini memberikan peringkat rental dan menjual listing dengan informasi yang komplit dan relevan. Ketika kompetitornya memprioritaskan agen yang memberikan bayaran lebih untuk listing mreka, 99.co hanya mengenakan biata listing ketika pembeli potensial meminta informasi.

 

Baca juga: 5 Pelajaran Penting Dari Bisnis Fast Food

 

jasa seo

Your Thoughts