Bisnis Tas Karung Goni Ke Eropa

Sukses seringkali datang bukan dari hasil perencanaan yang matang atau kemampuan lebih dari suatu hal.

Barangkali sukses bisa diraih dalam bidang tertentu hanya semata karena ketidaksengajaan untuk menekuni sesuatu.

Hal tersebut yang mungkin bisa menjelaskan bagaimana Dias Ajeng Utami bisa menjadi pengusaha tas karung goni sukses dari profesi sebelumnya seorang guru.

Meski menjadi guru merupakan profesi mulia, namun keputusannya berpindah haluan menjadi pengusaha membuahkan hal manis terutama dari segi finansial.

Bahkan Dias juga berhasil membawa produknya menembus pasar internasional seperti Perancis dan Amerika Serikat

rumah Karung Goni

Didorong kebutuhan Mencari Souvenir Nikah

Keputusannya untuk menjadi pengusaha tas karung goni memang bukan hal yang disengaja pada awalnya.

Kala itu Dias memang sedang berniat untuk mencari souvenir untuk acara pernikahannya yang bernilai eksotis. Berencana untuk mencari souvenir yang memiliki bahan dasar karung goni, ternyata Dias kesulitan untuk mencari penjual barang dengan spesifikasi yang ia cari.

Merasa sangat butuh, Dias Ajeng pun memutuskan untuk membuat sendiri souvenir yang diinginkannya kala itu.

Selain untuk keperluan souvenir sendiri, Dias Ajeng juga menjadikan pembuatan tas karung goni ini sebagai bisnis sampingan.

Ia pun memulai usaha ini dengan modal 750 ribu Rupiah yang sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan dasar karung goni.

Selain mengeluarkan modal, Dias Ajeng juga masih memperlengkapi diri dengan belajar untuk menyempurnakan teknik menjahitnya sembari mempelajari fondasi dasar dalam berbisnis.

Usaha Dias Ajeng sendiri bukannya berlangsung mulus, Ia juga mengalami masalah yang biasa dihadapi para pebisnis yaitu barangnya sering tidak laku.

Berkat tekadnya yang kuat iapun mengaku berhasil mengembangkan bisnisnya sedikit demi sedikit.

Berhasil Menembus Pasar Eropa

Hanya mengandalkan tenaga sendiri, nyatanya Dias Ajeng masih sanggup memproduksi sekitar 20 tas setiap bulannya.

Sedangkan untuk memenuhi pesanan yang jumlahnya hingga ratusan, Dias Ajeng mengaku masih hanya mengandalkan karyawan lepas

Alasannya karena masih dalam tahap pengembangan awal berbisnis, Dias mengaku masih ingin mengejar efisiensi .

Untuk bisnis yang masih tergolong sampingan ini, Dias sudah berhasil mengumpulkan omzet rata-rata sebesar 3 juta rupiah sebulan.
Meski kelihatannya bukan angka yang besar, Dias mengaku bangga bisa menjalankan bisnis sendiri.
Yang lebih membanggakan Dias, barang produksinya juga laku di konsumen Eropa dan Amerika Serikat.

Hal tersebut dapat tercapai berkat kepiawaiannya mencari strategi bisnis termasuk menempatkan produknya di E-commerce internasional macam Amazon dan Rakuten.

Dianggap Tas Bermerek Bernama

Keberhasilan tas berbahan karung goni masuk ke dalam pasar Eropa menjadi penanda bahwa produk kerajinan asal Indonesia mendapat tempat khusus.

Bisa dikatakan, bahwa tas berbahan karung goni dari Indonesia bisa disejajarkan dengan tas-tas bermerek mahal karya desainer yang banyak berasal dari Eropa. Salah satu bukti penguatnya bisa dilihat dari kejadian yang menimpa rombongan UMKM yang hendak menuju Moskwa bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam keberangkatan yang dimaksudkan untuk menghadiri acara Fest Indonesia tanggal 2 Agustus silam, mereka mengalami kejadian tidak menyenangkan tapi sekaligus membanggakan.

Salah seorang pelaku bisnis UMKM bernama Shahnaz sempat harus berurusan dengan petugas cukai setempat karena alasan yang salah paham

Shahnaz dituduh membawa beberapa tas dengan merek mewah yang sebenarnya adalah tas hasil produksinya yang terbuat dari karung goni.

Sang pebisnis UMKM tersebut ditahan berjam-jam hingga tak bisa menjalani acara karena harus menjalani pemeriksaan oleh analis barang bandara.

Tidak bisa mengikuti acara festival pada akhirnya, Shahnaz dikabarkan justru merasa bangga bahwa tas buatannya yang terbuat dari karung goni disamakan dengan tas-tas bermerek internasional.

Output Produk dari Karung Goni

Selain tas karung goni yang mirip dengan kegunaan awalnya sebagai tempat penyimpanan, karung goni juga bisa disulap menjadi berbagai produk menarik.

Muhammad Fariz Adisukmawan selaku managing director dari Rumah Karung Goni menyebut bahwa bahan karung goni memang diberkahi dengan kemudahan untuk diolah.

Berbagai produk yang bisa dihasilkan oleh material karung goni selain tas menurut Fariz sangat bermacam-macam.

“Karung Goni bisa dijadikan sebagai barang-barang fashion sehari-hari mulai dari dompet, tas punggung, sandal, hingga sepatu”. Ujar Fariz.

Tips Berbisnis Tas dan Kerajinan Karung Goni

Untuk menjalankan bisnis dari karung goni sendiri,  Gonees.id selaku pemilik marketplace dari barang-barang berbahan goni mencoba memberikan beberapa tips agar bisnis berjalan optimal

Pertama, diharapkan para pelaku bisnis goni untuk senantiasa memperhatikan pengembangan ataupun variasi daripada produk kain goni itu sendiri.

Dengan semakin maraknya usaha tas dan barang fashion lain dari karung goni, mau tidak mau pengusaha harus memperhatikan aspek inovasi

Seperti misalnya penambahan kain woven ataupun batik ke dalam material dasar karung goni untuk memberikan sentuhan berbeda.

Kedua, penyesuaian target konsumen.

Pengelompokan atau segmentasi pasar mutlak perlu mengingat tidak ada produk yang mampu memenuhi keinginan dari segala ceruk pasar.

Beberapa faktor penting diperhatikan untuk melakukan pemetaan segmentasi pasar seperti umur , preferensi gaya mode, hingga minat atau kegemaran dari target pasar.

Untuk dapat memetakan hal ini, pebisnis bisa mencoba beberapa metode seperti survey hingga Focus Group Discussion (FGD)

Ketiga, fokus value proposition

Fokus pada value proposition artinya pengusaha harus mampu menonjolkan nilai atau gambaran apa yang diharapkan dapat ditangkap konsumen dari produk anda.

Karena barang fashion cenderung memiliki trend yang berubah-ubah, pebisnis disarankan untuk fokus pada nilai intrinsik yang mampu mengena kepada kelompok milenial.

Seperti misalnya nilai Cool alias desain produk yang dapat memberi kesan keren pada pengguna produk.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!