Bondan Winarno si Pengusaha dengan Makyuss-nya

Bondan Winarno si Pengusaha dengan Makyuss-nya | Siapa tak kenal Bondan Winarno, presenter kuliner yang sangat tersohor itu hampir setiap saat menghiasi layar kaca. Lelaki yang akrab dipanggil dengan panggilan pak Bondan tersebut juga terkenal dengan kata “Makyusss” dimana telah dipatenkan menjadi ciri khasnya. Tahukan anda jika pak Bondan bukan orang dari basic kuliner, misal chef? Ya Beliau merupakan orang media. Lalu bagaimana beliau bisa berakhir karir di dunia kuliner bahkan hingga memiliki perusahaan kuliner terkenal PT. Kopitiam Oey Indonesia? Jawabannya bisa anda dapatkan disini.

Tentang Pak Bondan

Pak Bondan, nama tersebut akrab di telinga para pemirsa layar kaca berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Pasalnya, wajah beliau seringkali menghiasi layar kaca telivisi nasional di hari-hari libur. Pria yang tekenal dengan kata makyuss tersebut lahir di Kota Pahlawan alias Kota Surabaya, yakni pada tanggal 29 April 1950. Sebagai penikmat kuliner makanan makanan khas Indonesia maupun makanan luar negeri, pak bondan diidentikan dengan berbagai julukan. Seperti, seseorang yang ‘berlidah cerdas’, seorang ‘pendekar kuliner’ dan juga disebut sebagai ‘pelopor wisata kuliner’.

Pak Bondan memiliki 8 orang saudara, ibunya yang berasal dari Madiun Jawa Timur sangat pandai memasak. Hal inilah yang mendasari pak Bondan sewaktu kecil sudah mengetahui berbagai kuliner, informasi kuliner itu didapat dari ibunya. Selain itu, Pak Bondan dalam masa kecilnya sangat gemar meraup berbagai informasi. Hobinya adalah membaca. Hobinya ini disalurkan dengan berlangganan berbagai majalah dan buku, termasuk sering berkunjung ke Perpustakaan Semarang.

Bondan Winarno si Pengusaha kopi tiam

 

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Pak Bondan sempat berniat melanjutkan sekolah ke Fakultas Sastra. Namun, mimpinya ini ditentang oleh ibunya yang menganggap profesi sastrawan tidak menjanjikan. Lalu Pak Bondanpun memilih Fakultas Teknik Universitas Diponegoro di Kota Semarang. Namun, kuliahnya tidak selesai, karena Pak Bondan memilih menjadi fotografer Puspen Hankam di Jakarta hingga tahun 1970. Akan tetapi, beliau sempat mengikuti Kursus Marketing & Financial Management di Kota Jakarta pada tahun 1975.

Setelah berhenti menjadi fotografer, Pak Bondan sering berpindah kerja, tetapi setiap pekerjaannya tidak bisa lepas dari lingkup komunikasi massa. Bahkan Pak Bondan sempat menjadi wartawan yang diutus ke berbagai negara seperti Kenya, Afrika. Sebagian pengalamannya disana sempat beliau tuangkan menjadi cerpen berjudul Gazelle. Gazelle-pun memenangkan hadiah pertama lomba penulisan cerpen majalah Femina pada tahun 1984. Aktivitas menulis ini menjadi kebiasaan bagi Pak Bondan. Beliau bisa menulis di mana saja, entah di pesawat udara, di dalam mobil, bahkan juga di dalam toilet.

Baca Juga Guru Marketing Hermawan Kertajaya

Bondan Winarno si Pengusaha dengan Makyuss-nya ,  Pak Bondan merupakan satu satunya pemilik PT Kopitiam Oey Indonesia. Sebagai owner tunggal PT Kopitiam Oey Indonesia, beliau sangat aktif untuk terjun langsung mengurusi berbagai macam hal yang terkait dengan bisnisnya. Seperti mendesain dan menentukan desain interior serta eksterior outlet; membuat dan menentukan menu yang disajikan di outlet; serta ikut menjaga kualitas serta menerima dan menanggapi setiap pertanyaan, kritik maupun saran dari pengunjung kopitiam Oey.

 

Pak Bondan, Antara Karir dan Kuliner

Nama Pak Bondan Winarno atau yang akrab disapa dengan panggilan Pak Bondan, memang mulai dikenal sejak menjadi presenter kuliner yang mengajak pemirsa berkeliling negeri, bahkan luar negeri, untuk mencicipi sajian khas di tiap daerah. Boleh diibaratkan bahwa “Ada pak Bondan ada kuliner”. “Ada kuliner ada pak Bondan”. Rasanya dua kalimat tersebut pas untuk pak Bondan Winarno yang begitu lekat dengan aktivitas cicip-mencicip makanan. Tetapi rekam jejaknya justru banyak ditekankan pada dunia media.

Benar, pada saat umur 10 tahun Pak Bondan sudah mulai terjun menjadi seorang penulis lepas di berbagai kolom koran nasional. Mulai dari Kompas, Sinar Harapan, Suara Pembaharuan, Tempo, Mutiara, Asian Wall Street Journal dan berbagai macam media lainnya. Dalam perjalanan karirnya beliau memiliki berbagai macam riwayat pengalaman yang baik di dunia tulis menulis dan berbagai karir lainnya. Seperti yang dilansir berbagai macam profil pages ternama, berikut ini merupakan daftar pengalaman atau riwayat karir pak Bondan.

  • Pimred Majalah Swa pada tahun 1985 hingga 1987
  • Presiden Mitra Inc yang merupakan perusahan seafood di Los Angeles pada tahun 1989 sampai 1991
  • Presiden Ocean Beauty International yaitu perusahaan seafood di Seattle, tahun 1991 hingga 1994
  • Penerbit Globalink, majalah milik Garuda Indonesia berlangsung 4 tahun mulai tahun 1994 hingga 1998. Dan pada tahun yang sama beliau menjadi penulis cerpen untuk Kompas dan Matra.
  • Masih ditahun yang sama, Pak Bondan menjadi Editor Asian Wall Street Journal, Far Eastern Economic Review, Jakarta Post, Kompas, Bisnis Indonesia serta menjadi Penulis profil profil Telkom, Indosat, freeport, dan Petrokimia Gresik juga Kolumnis Kontan dan Swa.
  • Penasehat pribadi Menteri Informasi RI pada tahun 1998
  • Staf Bank Dunia pada tahun 1998 juga
  • Direktur Eksekutif Yayasan Pusaka Alam Nusantara pada tahun 1999 hingga tahun 2001
  • Pimred Suara Pembaruan selama tiga tahun, mulai tahun 2001 hingga tahun 2003
  • Komisaris independen Detik.Com dimulai tahun 2004 hingga sekarang
  • Wartawan senior Suara Pembaruan pada tahun 2004 hingga sekarang
  • Terakhir sebagai Presenter acara kuliner tahun 2004 hingga sekarang

 

Bondan Winarno si Pengusaha Makyuss

Dari media hingga kuliner. Karirnya melesat dengan kecepatan tinggi. Saat berada di Amerika, Pak Bondan yang saat itu menjadi Presiden Mitra Inc yakni perusahan seafood di Los Angeles dan Presiden Ocean Beauty International, perusahaan seafood di Seattle kembali menekuni dunia tulis menulis. Namun, kematian bapak dan kakak di usia muda membawa dukacita sekaligus niat baru untuk Pak Bondan. Dengan alasan keseimbangan hidup, Bondan resmi pensiun sebagai pengusaha dan jurnalis dan kemudian banting setir ke dunia kuliner. Dunia kuliner ini mulai dijalaninya pada tahun 2000. Saat itu beliau mendapat tawaran dari Ninok Leksono. Lambat laun, tulisan Pak Bondan fokus di dunia kuliner yang ditayangkannya di kolom Jalasutra.

Tulisan seputar kuliner yang beliau tulis sempat dipandang remeh, mengingat pak Bondan merupakan penulis di bidang ekonomi dan investigasi, bukan kuliner. Kritik tersebut tak membuat pak Bondan gentar, Menurut beliau, kedua profesi tersebut sama-sama bagus dan terhormat. Keduanya dilakukan dengan serius untuk menghasilkan karya yang paling baik.

Lalu pada tahun 2005, Pak Bondan digandeng oleh PT Unilever. Disanalah karirnya didunia hiburan dimulai. Pak Bondan menelurkan sebuah program bertajuk Bango Cita Rata Nusantara. Lewat program tersebut Pak Bondan berusaha mempopulerkan pusaka kuliner Indonesia. Dan setelah 15 bulan menjadi presenter Bango Cita Rata Nusantara, Pak Bondan mundur. Walau tak lama kemudian, Pak Bondan kembali digaet stasiun televisi swasta untuk menjadi pembawa acara program Wisata Kuliner.

Hingga saat ini, Pak Bondan Winarno memiliki 4 buah penghargaan. Pertama Baden Powell Adventure Award dari lembaga pramuka dunia pada tahun 1967. Penghargaan Satyalencana Pembangunan dari pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1988. Selain itu juga Gelar kanjeng Raden Haryo Mangkudiningrat didapat pak Bondan dari PB XII pada tahun 2001. Setelah itu Gelar Kanjeng Pangeran dari PB XIII juga didapat pada tahun 2006, sekilas

Bondan Winarno si Pengusaha dengan Makyuss-nya.

Leave a Reply

two × three =

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!