Cafe “Suwe Ora Jamu”

Disaat popularitas jamu semakin memudar, Nova Dewi Setiabudi justru menjadikan minuman tradisional ini sebagai ladang bisnisnya dengan mendirikan PT Suwe Ora Jamu Anumerta dan membuka Cafe Suwe Ora Jamu. Hasilnya, sungguh luar biasa!
 
Dalam kurun waktu kurang dari 7 tahun, Cafe Suwe Ora Jamu (SAJ) sudah memiliki 3 cabang di Jakarta serta beberapa cabang di Surabaya dan Bali. Produk jamu botolnya juga tersebar di berbagai tempat dengan penjualan rata-rata sebanyak 10.000 botol setiap bulannya.
 

Cafe “Suwe Ora Jamu”, Bikin Jamu Lebih Berkelas

 
Saat ini omset jamu botolnya sekitar Rp.1,5 juta perhari atau sekitar Rp.40 juta – Rp.45 juta perbulan. Sedang omset kafenya sekitar Rp.3 juta  perhari atau sekitar Rp.90 juta perbulan dengan pertumbuhan bisnis 20% pertahun.
 
Dewi tidak hanya sukses dalam menjual produk, tapi juga sukses dalam menularkan budaya minum jamu di tengah-tengah masyarakat utamanya kalangan muda lewat “Kursus Jamu” yang diselenggarakan beberapa kali dalam sebulan. Bahkan peserta kursus tersebut tidak sedikit ekspatriat dari Jepang, Australia dan beberapa negara lainnya.
 
Satu lagi sukses yang diraih Dewi lewat Cafe SAJnya adalah  merubah image tentang jamu dari semula identik dengan minuman kuna yang pahit dan hanya dikonsumsi orang tua, menjadi minuman kekinian dengan rasa yang nikmat dan dikonsuimsi oleh semua kalangan termasuk anak-anak muda.
 

Tidak Sekedar Bisnis Tapi Juga Menularkan Pengetahuan dan Melestarikan Budaya

Awal mula ketertarikan Dewi mencoba peruntungan berbisnis jamu adalah saat dia dan suaminya,Mathovani yang seorang grapich designer harus pindah dari Surabaya ke Jakarta karena urusan pekerjaan.
 
Saat tinggal di Jakarta itulah dia dan suaminya yang juga gemar meminum jamu merasa kesulitan saat ingin memperoleh jamu. Padahal, bahan-bahan untuk membuat dapat dengan mudah diperoleh di pasar-pasar tradisional.
 
Dewi yang sejak kecil sudah dibiasakan minum jamu oleh keluarganya bahkan juga diajari membuat jamu oleh neneknya, tergugah naluri bisnisnya untuk membangun bisnis dengan memproduksi sekaligus berjualan jamu.
 

Lokasi Cafe “Suwe Ora Jamu”

 
Dengan dukungan dari suami, akhirnya pada tahun 2012 mereka menyewa tempat di lantai 1 ruko kantor di Petogogan, Jakarta  untuk membuka Cafe Suwe Ora Jamu. Tidak disangka, hanya dalam waktu 3 bulan sudah banyak didatanagi pengunjung, tidak terkecuali anak-anak muda.
 
Mereka tidak hanya sekedar membeli jamu tapi juga bertanya tentang khasiatnya, cara pembuatannya serta pertanyaan lain seputar jamu.
 
“Tentu saja kami dengan senang hati berbagi pengetahuan, karena tujuan dari SOJ tidak sekedar bisnis, tapi bagaimana caranya agar merek ini bisa menularkan budaya minum jamu kepada masyarakat,” kata Dewi.
 
Kesabaran dalam melayani konsumen dengan berbagi pengetahuan tersebut rupanya memberikan dampak positif bagi perkembangan SOJ. Karena semakin banyak konsumen yang paham tentang jamu, membuat mereka yang awalnya datang ke kafe hanya sekedar mampir, berubah menjadi pelanggan tetap.
 
Bahkan banyak diantara mereka yang kemudian secara rutin memesan jamu untuk dikirim ke rumah serta ikut membantu mendistribusikan jamu botol produk SOJ yang terdiri atas 9 varian yang dikemas dalam 3 ukuran yaitu 300 ml, 500 ml dan 1lt.
 
baca juga
Bisnis UKM Puyo Silky Dessert 
Vanilla Hijab: Peluang Bisnis yang Bisa Dimulai dengan Budget Tipis
1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
 
 
Dewi juga banyak melayani permintaan Kursus Jamu yang hingga kini masih terus dia lakukan untuk mengakrabkan kembali jamu kepada masyarakat di tengah popularitasnya yang semakin memudar.
 
Selain memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen, faktor lain yang membuat SOJ sukses adalah inovasi yang dilakukan. Jamu yang dikenal kuna dengan rasa pahit, disajikan dengan kemasan moderndan diracik sehingga menghadirkan rasa yang mengesankan sesuai dengan cita rasa kaum millenial.
 
Cafe SOJ pun ditata dengan gaya kekinian untuk membuat betah anak-anak muda atau siapapun yang ingin nongkrong sambil menikmati jamu. Tidak heran jika Cafe Suwe Ora Jamu juga dipakai untuk menggelar berbagai acara seperti baca puisi, bedah buku dan acara-acara anak muda lainnya.(*)
 

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!