Content Experience, Content Marketing Baru yang Potensial

Jasa

undercover.co.idContent experience merupakan konten yang berisikan pengalaman keseluruhan dalam mengakses, mengonsumsi, menanggapi, serta terlibat langsung dengan sebuah konten merek (pada berbagai platform, channel, perangkat) melalui perjalanan dari prospek menuju customer.

Content experience secara umum mengisahkan bagaimana sebuah fenomena bisa sampai di suatu titik, apa saja yang dilaluinya, serta bagaimana cara mengatasi hambatan yang ada. Ternyata hal-hal semacam ini pun dapat dijadikan sebagai content marketing yang potensial.

Anda akan menemukan beragam contoh kreatif dan praktik terbaik untuk menghasilkan konten yang impactful. Anda pun dapat mengemas kisah unik menjadi sebuah konten yang dapat menarik perhatian audiens..

Ahrefs telah melakukan studi data sejak 2017 dan menemukan fakta kurang mengenakkan. 90,65% dari semua halaman di indeks mereka mendapatkan traffic 0 dari Google, serta hanya 5,29% saja yang mendapatkan kunjungan per bulan itu pun kurang dari 10 kali.

Temuan ini tentu menyakitkan, mengingat pengelolaan website bukanlah sesuatu yang mudah. Bayangkan Anda telah menginvestasikan banyak konten tetapi hasilnya sangat jauh dari target, ironis bukan?

Tidak ada yang ingin mengalami hal tersebut. Oleh karena itu, pembaharuan content marketing harus selalu dilakukan agar Anda dapat menyajikan konten fresh from oven yang diminati audiens.

Bagaimana Content Experience yang Potensial?

Content experience ibarat titik temu antara content marketing dengan pengalaman pengguna. Biasanya menyangkut tentang penataan, pengemasan, serta peningkatan konten melalui cara-cara yang efektif.

Membangun content experience akan mengalihkan fokus dari ‘produksi konten berskala besar’ ke ‘menemukan cara kreatif untuk mengemas ulang dan meningkatkan kualitas konten. Tentu dengan mengandalkan sisi inovatif.

Sebelum membahas tentang content experience yang potensial, apakah Anda terpikir mengapa pengalaman virtual dapat dijadikan sebagai konten SEO? Hal ini dikarenakan pelanggan membutuhkan bukti realistis bahwa topik yang Anda sampaikan di website merupakan sebuah kebenaran.

Randy Frisch dalam bukunya yang berjudul “F#ck Content Marketing: Focus on Content Experience.” secara terbuka mengkritisi modelan content marketing yang membosankan. Content experience justru membuka peluang baru yang lebih disukai pelanggan.

Ada tiga elemen pada content experience yang menjadikannya lebih potensial dalam bidang SEO alih-alih content marketing: (1) lingkungan tempat konten Anda berada, (2) bagaimana struktur kontennya, (3) bagaimana hal itu bisa menjadi prospek dan membuat pelanggan terlibat dengan perusahaan Anda.

Menguasai ketiga elemen tersebut akan menjadi modal terbaik memaksimalkan pemasaran secara digital. Anda pun tidak akan asal membuat content marketing, melainkan lebih mempertimbangkan aspek empirisnya.

baca juga

4 Langkah Utama Memaksimalkan Link Building
Jasa SEO Undercover.co.id Merupakan Pilihan Terbaik
Strategi Mendapatkan Klien Besar Untuk Bisnis Jasa SEO Anda
Google Melakukan Uji Hasil Pencarian Interaktif
Situs Konten Dewasa Tidak Akan Menunjukkan Rich Result

Content Experience Terbaik untuk Content Marketing

Poin pertama untuk menciptakan content experience terbaik adalah dengan memperhatikan Prinsip Piramida. Prinsip ini menyatakan bahwa penyampaian sebuah konten harus dibuat sepadat mungkin dengan hal-hal penting disampaikan di bagian awal.

Jangan menyampaikan informasi penting secara bertele-tele. Gunakan pilihan kata yang tepat, padat, dan sistematis agar pembaca dapat memahami ide konten secara utuh.

Lebih jauh lagi, tidak harus setiap keywords atau topik membutuhkan artikel panjang. Konten berkualitas tidak selalu konten yang punya banyak kata, melainkan konten yang isinya informatif dan bermanfaat bagi pembaca.

Selain menerapkan Prinsip Piramida, Anda juga perlu memperhatikan sumber/resource guna memaksimalkan maksud pencarian. Buatlah kategori blog sesuai kebutuhan pelanggan di niche terkait, lalu sajikan informasi yang relevan.

Anda bisa mengelompokkannya berdasarkan kategori topik (silo structure), jenis konten (misalnya video, white paper, ebook, dll), atau jenis kategorisasi lainnya. Dengan demikian akan lebih mudah memilih konten yang diinginkan.

Konten yang tepat bisa menjadi senjata unggul untuk memenangkan pertarungan digital marketing. Jadi selektiflah dalam mengemas dan menyajikan pengalaman agar menjadi content experience yang terbaik.

Jasa

Leave a Reply

error: Content is protected !!