Crawl Rate Algoritma Google

SEO UNDERCOVER CO ID 5

undercover – Crawl rate adalah tingkat Google dalam meng-crawl atau memindai suatu website. Crawling sendiri adalah proses yang dilakukan oleh algoritma Google untuk memindai konten suatu website, baik itu dalam bentuk tulisan, gambar, link, ataupun yang lainnya.

Crawl Rate Algoritma Google pada Website atau Situs Besar dan Kecil

Proses crawling ini bisa menentukan kualitas dan relevansi dari konten dalam suatu website. Lalu pertanyaannya adalah, apakah website atau situs-situs besar memiliki kelebihan dan keuntungan dalam penentuan tingkat crawl rate dibandingkan situs-situs kecil dalam konteks kebutuhan akan fitur URL submission?

Komunitas penggiat SEO banyak yang merindukan kembalinya fitur URL submission. Mereka menyatakan bahwa situs-situs kecil banyak yang dirugikan karena situs-situs besar lebih sering di-crawl oleh algoritma Google.

Apakah website atau situs besar lebih sering di-crawl?

Memang ada kemungkinan bahwa website yang lebih populer dan lebih banyak dibuka akan lebih sering di-crawl. Link yang mengarah ke website tersebut juga merupakan faktor penting, karena Googlebot melakukan proses crawling dari link ke link.

Jadi bukan tanpa dasar jika banyak orang berpendapat bahwa situs yang populer lebih sering di-crawl dibandingkan situs lain yang tidak terlalu populer.

Karena alasan inilah para pemilik website kecil bergantung pada fitur URL submission. Dengan menghilangkan akses ke fitur tersebut, mereka menganggap bahwa Google lebih menyukai website besar dan memberikan rintangan yang lebih sulit pada website-website kecil.

Google lalu menanggapi dengan menyatakan bahwa proses crawling tidak bergantung pada ukuran website. Ada beberapa website besar yang memiliki banyak sekali URL yang tidak terlalu berguna, dan Google tidak banyak meng-crawl website tersebut.

Google juga menyarankan untuk memasukkan keluhan pengguna jika ada yang memiliki bukti adanya masalah dengan sistem crawling pada website mereka. Banyak juga yang mengeluhkan beberapa publishing platform atau situs yang tidak secara otomatis meng-update sitemap mereka.

Google pun menyarankan bahwa solusi termudahnya adalah untuk meng-upgrade platform tersebut supaya bisa secara otomatis meng-update sitemap. Cara ini merupakan yang termudah jika dibandingkan harus men-submit setiap URL yang baru secara manual.

baca juga

    Situs Besar dan Situs Populer

    Inti permasalahan yang terlewatkan adalah, apa definisi dari situs besar yang katanya lebih sering di-crawl? Lalu apa yang menjadi kriteria sebuah situs dikatakan sebagai situs yang besar?

    Mungkin asumsi publik adalah bahwa situs-situs besar dan populer memiliki banyak link di dalamnya. Dan Google pun mengiyakan dengan membuat perbandingan bahwa ada beberapa website besar yang memiliki banyak URL tapi tidak semuanya berguna.

    Sebenarnya itu justru menandakan bahwa situs yang lebih kecil akan jauh lebih mudah dan lebih efisien untuk di-crawl. Dan jika anda bisa melihat catatan crawl Google, mereka memang mengunjungi situs yang kecil dan populer dengan tingkat yang sama dan sebanding dengan situs besar.

    Jika sudah berlalu beberapa hari atau bahkan beberapa minggu dan Google masih belum menemukan halaman website anda, mungkin itu masalah yang bisa diatasi dengan sitemap. Tapi itu juga bisa menjadi indikasi adanya masalah yang lebih besar dalam hal kualitas konten atau link-link yang ada di dalamnya.

    Leave a Reply

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh