Dana Investor Tidak Menjadi Jaminan Anda Akan Sukses Menjadi Entrepreneur

https://www.undercover.co.id – Dana Investor Tidak Menjadi Jaminan Anda Akan Sukses Menjadi Entrepreneur |  Memperoleh pendanaan dari investor pastinya yaitu harapan dari beberapa pendiri #startup. Akan tetapi, sebagai pendiri startup, saat memperoleh pendanaan ini baiknya harus juga tetaplah waspada dalam memakainya. Lantaran besarnya dana dari investor ini malah dapat menghalangi perubahan startup tersebut bila tak benar langkah pengelolaannya.

Nah, berikut ini yaitu sebagian potensi permasalahan yang dapat muncul dari besarnya dana dari investor untuk startup sebagai bahan kewaspadaan Anda.

1. Beban Tanggung Jawab yang Tidak kecil Dari Investor

Sudah pasti investor dalam menggelontorkan dana pada suatu startup tak demikian saja tidak ada tujuan serta maksud ke depan. Dengan besarnya dana yang disalurkan pada startup tentu disertai dengan ekspekstasi yang tinggi juga dari investor. Nah, bila dana tidak kecil ini telah diperoleh oleh startup mulai sejak awal pendirian, jadi potensi beban yang diakibatkan juga makin tidak kecil.

Tanggung jawab dalam mengelola besarnya investasi mungkin saja jadi satu petaka bila startup tidak dapat menanganinya dengan baik. Apabila hal semacam ini tak dipikirkan mulai sejak awal, lantaran umumnya startup suka dengan memperoleh dana tidak kecil, jadi ini dapat jadi pembunuh perlahan startup yang telah di bangun mulai sejak awal.

Artikel lain : kipling-bag-brand-tas-populer-dunia-dengan-ikon-monyet-berbulu/

Jadi, bila Anda tengah bangun startup serta ada investor yang menginginkan memberi dana investasi pada startup Anda, Anda mesti telah memiliki road map yang pasti dalam usaha Anda ke depan. Jangan pernah besarnya dana yang Anda peroleh malah jadi penghalang perubahan startup Anda lantaran besarnya beban yang Anda tanggung.

2. Kekuatan Manajemen Pengelolaan Dana Tidak kecil yang Belum Siap

Kerapkali sebagai permasalahan pada perusahaan rintisan saat memperoleh dana tidak kecil yaitu pada manajemen pengelolaan dana tersebut. Saat dana dari investor dalam jumlah yang tidak kecil lalu diperoleh oleh startup yang belum pernah sekalipun mengelola dana sebesar itu, jadi itu yaitu kemungkinan yang begitu tinggi. Lantaran bagaimanapun juga dana yang didapatkan oleh investor mesti ada tata kelola yang rapi serta dapat efisien serta efektif untuk pengembangan startup.

Yang perlu dikerjakan untuk startup sebelumnya betul-betul terima dana itu yaitu mempersiapkan juga tim yang telah profesional serta terlatih untuk manajemen dana dari investor. Lantaran begitu rawan sekali bila dana yang sekian tidak kecil lalu tak ada tata kelola yang rapi dari startup yang tengah Anda kembangkan.

3. Menimbulkan Akselerasi Perusahaan yang Susah Dikontrol

Hal ini dapat kerap berlangsung pada startup saat memperoleh dana fresh dari investor serta butuh juga Anda cermati. Mengapa sekian, lantaran saat startup memperoleh dana yang melimpah, hasrat dalam berkreasi serta berinovasi condong bertambah.

Bagus sesungguhnya, tetapi jadi tak bagus saat hasrat itu tanpa ada dibarengi kontrol yang seimbang. Berarti akselerasi yang dikerjakan dalam berinovasi atau yang lain, tanpa ada dikerjakan dengan perhitungan yang masak. Ini begitu beresiko untuk perubahan startup ke depan.

Mungkin saja saat ini dengan dana yang melimpah kita dapat lakukan akselerasi usaha seperti dengan selekasnya merekrut tenaga profesional, lakukan moment tidak kecil dalam rencana branding, dan sebagainya. Bila ini dikerjakan dengan tergesa-gesa, tanpa ada lihat keadaan pasar yang riil, jadi ini yaitu usaha yang cuma bakal buang duit Anda.

Baca juga : teka-teki-nasib-marrisa-mayer-sang-ceo-yahoo-di-dunia-verizon/

4. Kerap Kali Duit yang Melimpah Melemahkan Kreativitas

Kehadiran duit memanglah seperti pisau bermata dua, duit begitu berguna untuk pengembangan startup, tetapi di segi lain dapat juga begitu beresiko serta dapat menghancurkan startup tersebut. Dengan melimpahnya duit yang telah dipunyai startup, ini mungkin saja begitu punya potensi untuk membunuh tiap-tiap kreatifitas yang ada.

Saat startup belum mempunyai dana yang penting, sudah pasti seseorang founder bakal memeras otak serta menggali kreatifitas untuk temukan celah usaha yang dapat digunakan. Diluar itu, dengan dana yang tidak besar, sudah pasti manajemen keuangan bakal di perhatikan dengan cara detil untuk menghimpit cost pengeluaran.

Tetapi saat startup memperoleh pembiayaan dari investor, kerapkali bikin founder tidak ingin lagi bersusah-susah dalam berkreasi.

Mereka umumnya lebih sukai merekrut seorang dengan upah yang lebih tinggi untuk jadikan sebagai pekerja. Nah, ini lah yang lalu dapat jadi bumerang untuk perusahaan, lantaran mungkin saja apa yang dikerjakan founder ini cuma buang-buang duit saja lantaran rekrutan yg tidak pas. Diluar itu, langkah seperti ini dapat juga punya potensi menumpulkan kreativitas dari founder tersebut.

Ciri Ciri Anda Sudah Layak Menjadi Entrepreneur

Jadi seseorang pengusaha yaitu pilihan hidup yang kadang-kadang tidak selamanya gampang. Seperti misalnya dalam soal pendapatan. Untuk mereka yang pilih jalan jadi seseorang pegawai, bakal memperoleh upah bulanan yang datang dengan cara berkelanjutan pada saat spesifik. Ini jadi satu keuntungan untuk beberapa pegawai lantaran dapat lebih gampang mengatur keuangan pribadi untuk sekian waktu yang akan datang.

Tetapi bagaimana untuk seseorang pengusaha? Pastinya tak sesederhana alur pendapatan beberapa pekerja. Mereka yang pilih jalan hidup untuk melakukan bisnis kadang-kadang diwajibkan untuk bekerja lebih keras bila di banding dengan pendapatan yang mereka peroleh. Keadaan seperti ini, biasanya bakal dihadapi oleh beberapa pengusaha saat ada pada saat pengembangan usaha.

Lantas, kapan beberapa pengusaha dapat mengambil beberapa pendapatan untuk hal-hal lain yang berbentuk pribadi? Jawabnya mesti merujuk pada sebagian keadaan seperti misalnya kestabilan finansial usaha, tujuan pencapaian sampai keperluan finansial pribadi. Tetapi pada umumnya, sebagian keadaan berikut ini adalah waktu yang pas untuk anda untuk mengambil “gaji” anda sebagai seseorang pengusaha.

1. Meyakini Sudah Dapat Membayar Upah Karyawan

Keadaan pertama di mana kita sebagai pengusaha dapat mengambil pendapatan pribadi yaitu saat kita telah dapat meyakinkan semuanya upah untuk karyawan maupun rekanan usaha sudah terpenuhi. Pada keadaan ini, ada batasan keperluan finansial yang perlu dilampaui dahulu sebelumnya kita dapat menggaji diri kita sendiri. Batasan ini melingkupi keperluan orang lain yang bekerja berbarengan kita.

Jadi semakin lebih baik, bila memanglah kita belum dapat menggaji karyawan, tambah baik kita menunda dahulu untuk menggaji diri kita sendiri. Lantaran otomatis saat kita belum dapat membayar karyawan kita, jadi bermakna usaha kita belum dapat disebut membuahkan.

Artikel lain : bisnis-langka-dan-kontroversial-kulit-buaya-bernilai-ratusan-juta/

Tetapi pasti tidak sama, bila kita bekerja dengan cara Perorangan atau tak memiliki karyawan. Variabelnya bakal ditukar bukanlah upah karyawan tetapi semuanya kepentingan yang anda butuhkan untuk menggerakkan usaha anda. Seperti misalnya untuk usaha on-line, ada cost sewa hosting, domain, pembelian artikel serta sebagian pengeluaran yang lain.

2. Saat Telah Dapat Menghimpun Modal Untuk Meningkatkan Bisnis

Keadaan ke-2 yang disebutkan ideal untuk seseorang pengusaha untuk mengambil upah mereka yaitu saat telah dapat menghimpun modal atau pendanaan untuk meningkatkan. Untuk satu usaha yang termasuk maju, pasti bakal cukup menarik untuk beberapa investor menanamkan modalnya. Serta pendanaan seperti ini yang bisa jadi tanda-tanda kalau anda siap untuk mulai nikmati beberapa rotasi duit dalam usaha anda.

Seperti yang di sampaikan oleh seseorang investor populer, Peter Thiel, menyebutkan kalau satu usaha dilihat cukup mapan untuk jalan saat pimpinannya telah dapat menghadirkan pendanaan. Dalam soal ini untuk taraf perusahaan tidak kecil, sebagai patokan yaitu upah pimpinan atau sang CEO.

“Gaji CEO mencerminkan misi perusahaan, apakah untuk bangun suatu hal yang baru, atau sebatas menghimpun duit, ” ucap Peter.

Dari sinilah banyak pelaku investasi ataupun mereka yang telah lama beroperasi di sektor usaha yakin kalau keadaan yang paling baik untuk pelaku bisnis untuk mengambil upahnya yaitu saat telah dapat memperoleh keyakinan dari investor.

Tetapi untuk usaha yang masihlah ada pada taraf minim atau katakanlah usaha rumahan, pasti masihlah jauh untuk tersentuh pendanaan investor. Kembali seperti poin pertama, yang perlu dikerjakan yaitu turunkan taraf. Kita dapat mengambil upah bukanlah saat dapat menghadirkan pendanaan tetapi sekurang-kurangnya telah dapat menabung beberapa duit untuk lakukan pelebaran usaha intinya dalam soal jumlah.

Baca juga : masuk-ke-bisnis-umkm-pengusaha-harus-penuhi-syarat-ini/
3. Saat Usaha Siap Berekspansi

Masihlah terkait dengan poin terlebih dulu, keadaan yang memperbolehkan kita sebagai pengusaha untuk mengambil upah kita yaitu saat usaha telah siap untuk berekspansi.

Berekspansi disini dapat disimpulkan sama juga dengan lakukan pengembangan dengan cara jumlah. Sebagai misalnya, saat kita telah dapat perbanyak gerai atau jadi besar taraf jumlah produksi, jadi pada saat tersebutlah kita dapat mulai menyisihkan beberapa dana usaha untuk menggaji diri kita sendiri.

Tetapi bila usaha yang kita kelola belum disebutkan dapat untuk menggerakkan ekspansi, semakin lebih baik bila kita bersabar serta memutar dana yang ada untuk kepentingan usaha. Dana Investor Tidak Menjadi Jaminan Anda Akan Sukses Menjadi Entrepreneur

Leave a Reply

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh