Dominasi Jaringan 5G pada Tahun 2029

undercover.co.id – Dominasi Jaringan 5G pada Tahun 2029 , Jaringan internet setiap tahun mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah pengguna maupun kualitasnya. Diproyeksikan mayoritas warga dunia menggunakan jaringan 5G pada tahun 2029.

Saat ini, internet menjadi salah satu kebutuhan utama setelah sandang, pangan, dan papan. Bahkan, tak jarang kualitas dan kecepatan internet bisa menentukan kualitas ekonomi masyarakat. Seluruh aspek kehidupan mulai sosial, ekonomi, dan pendidikan memanfaatkan jaringan yang terus berevolusi dari 2G hingga 5G.

Ericsson, perusahaan teknologi asal Swedia mengeluarkan hasil penelitian terbaru bertajuk Ericsson Mobility Report. Dalam laporan tersebut, hingga akhir 2023 pengguna jaringan 5G di seluruh dunia mencapai 1,6 miliar orang. Pada jangka panjang, konsumsi data seluler per kapita diperkirakan sebanyak 56 gigabyte (GB) per bulan pada tahun 2029.

Secara umum, arus lalu lintas data sejak tahun 2016 hingga tahun 2023 terus mengalami peningkatan rata-rata sebesar 7% per setiap kuartal. Pertumbuhan tersebut didorong oleh oleh meroketnya jumlah pemilik smartphone di seluruh dunia. 

Adapun jumlah data yang digunakan diperkirakan mencapai 143 exabyte (EB). Pengguna smartphone saat ini lebih banyak menggunakan data untuk menikmati konten video. (Grafik 1)

202401021446576593bf7187cdc

Laporan ini juga meneliti tentang penggunaan data 5G melalui berbagai device seperti di antaranya smartphone, tablet, dan Fixed Wireless Access (FWA). Ericsson mengelompokkannya menjadi berbagai kategori di antaranya untuk berkomunikasi, social networking, browsing, software download, file sharing, gaming, audio, email, cloud-storage, dan services.

Dari seluruh kategori, video paling banyak menyedot data pengguna smartphone, tablet, dan FWA di seluruh dunia. Adapun rerata persentasenya mencapai 40% hingga 60%. Uniknya, komunikasi hanya mendapatkan rata-rata persentase sebesar 10% hingga 45%. (Grafik 2)

202401021447116593bf7fc0f57

Fredrik Jejdling, Executive Vice President and Head of Networks Ericsson menuturkan, berdasarkan laporan tersebut, pada rentang enam tahun sejak akhir tahun 2023 hingga 2029, langganan 5G global diperkirakan akan meningkat lebih dari 330% dari 1,6 miliar penduduk menjadi 5,3 miliar penduduk. Jangkauan 5G diperkirakan akan mencapai lebih dari 45% populasi global pada akhir tahun 2023 dan 85% pada akhir tahun 2029.

Fredrik menyebut, Amerika Utara dan Gulf Cooperation Council diperkirakan akan memiliki tingkat penetrasi 5G regional tertinggi pada akhir tahun 2029, yaitu sebesar 92%. Sementara itu, Eropa Barat diperkirakan akan menyusul dengan penetrasi 85%. Penambahan langganan 5G lebih dari 600 juta di seluruh dunia tahun ini maupun peningkatan di setiap wilayah, menjadi bukti nyata bahwa permintaan akan koneksi berkualitas tinggi sangat kuat.

“Melihat implementasi 5G yang terus berlanjut, kami melihat semakin banyak penggunaan jaringan 5G standalone dapat membuka kesempatan untuk mendukung aplikasi-aplikasi baru yang lebih menantang bagi konsumen dan perusahaan,” kata Fredrik.

baca juga

    Di sisi lain, konsumsi data rata-rata global per smartphone terus meningkat. Total data traffic jaringan seluler diperkirakan akan tumbuh tiga kali lipat antara akhir tahun 2023 hingga akhir tahun 2029. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti peningkatan kemampuan perangkat, konten yang intensif data, serta kinerja jaringan yang digunakan.

    Laju pertumbuhan data dalam jaringan seluler secara jelas mencerminkan minat konsumen terhadap aplikasi broadband selular yang lebih baik. Tren ini akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya konsumen di seluruh dunia yang menggunakan 5G serta munculnya berbagai use cases baru yang memicu pertumbuhan penggunaan data. Sebagian besar traffic dihasilkan di dalam ruangan, di mana orang biasanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka.

    Hal ini menyebabkan peningkatan terhadap kebutuhan untuk memperluas jangkauan 5G di pita sedang, baik di dalam maupun di luar ruangan dalam memastikan pengalaman 5G yang komprehensif di semua lokasi. Adapun jaringan 5G pita sedang menggabungkan kapasitas tinggi dengan jangkauan yang baik, menjadikannya pilihan ideal untuk menghadirkan pengalaman 5G secara maksimal. Cakupan populasi 5G pita sedang global saat ini mencapai lebih dari 40%, meningkat 30% dari tahun 2022.

    Peningkatan ini utamanya didorong oleh penyebaran pita frekuensi sedang yang besar di India dan beberapa penyebaran pita frekuensi sedang di Eropa. Laporan ini juga membahas konektivitas nirkabel untuk industri manufaktur, bagaimana 5G menjadi penentu utama hasil produksi dan memungkinkan kemampuan yang diperlukan untuk mendukung perubahan yang cepat serta realokasi sumber daya.

    Sementara itu, Krishna Patil, Head of Ericsson Indonesia membeberkan tren pengguna jaringan 5G di Asia Tenggara (ASEAN) dan Oseania pada akhir 2029. Menurutnya, di kawasan ini sekarang masih dalam tahap awal membangun infrastruktur 5G. Perusahaan penyedia jaringan masih fokus pada pengembangan layanan bagi konsumen dan perusahaan.

    Selain itu, penyedia jaringan juga melakukan peningkatan pengalaman pelanggan, perluasan jaringan, dan dorongan transformasi digital untuk bisnis menjadi prioritas utama di seluruh wilayah. Sedangkan dari sisi penggunaan data jaringan seluler per smartphone terus bertumbuh pesat di ASEAN dan Oseania yang diperkirakan akan mencapai sekitar 66GB per bulan pada tahun 2029. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 24GB dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 19% per tahun.

    “Penyedia layanan internet di Indonesia tetap menjadikan peningkatan pengalaman pelanggan, perluasan cakupan jaringan, serta dorongan transformasi digital untuk bisnis sebagai prioritas utama. Di Ericsson, kami mendukung penuh para penyedia layanan untuk bertransisi ke 5G dengan lancar sekaligus mendukung akselerasi perjalanan digitalisasi Indonesia dengan memanfaatkan konektivitas 4G dan 5G,” tutur Krishna.

    Penyedia layanan internet di Indonesia tetap menjadikan peningkatan pengalaman pelanggan, perluasan cakupan jaringan, serta dorongan transformasi digital untuk bisnis sebagai prioritas utama.

    Krishna PatilHead of Ericsson Indonesia

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ×

     

    Hello!

    SEO Manager Kami Membantu Anda

    × SEO Consultation