Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Limbah

undercover.co.id Konsep ekonomi sirkular menjadi strategi banyak merek di berbagai industri untuk menerapkan aspek keberlanjutan dalam upaya menjaga lingkungan. Konsep ini juga menjadi penting lantaran ekonomi sirkular merupakan model yang berupaya memperpanjang siklus hidup dari suatu produk, bahan baku, dan sumber daya yang ada agar dapat dipakai selama mungkin.

Prinsip dari ekonomi sirkular mencakup pengurangan limbah dan polusi, menjaga produk dan material terpakai selama mungkin, dan meregenerasi sistem alam. Melalui ekonomi sirkular, industri bisa mencapai lebih banyak dengan menggunakan lebih sedikit. 

Pada tahun 2021, Kementerian PPN/Bappenas bersama dengan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Denmark telah meluncurkan laporan “Manfaat Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Ekonomi Sirkular di Indonesia”. Dari laporan itu, Indonesia pada tahun 2030 berpotensi menghasilkan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 593-638 triliun dan bisa mengurangi 18%-52% limbah di sektor prioritas. 

Dengan besarnya manfaat itu, PT Nojorono Tobacco International atau Nojorono Kudus turut menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam bisnisnya. Lewat Nojorono Circular Economy, perusahaan berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) yang berdampak positif bagi lingkungan. 

Sesuai dengan misi: “Hidup yang Menghidupi”, strategi pemasaran Nojorono tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

“Kami memulai dari hal yang sangat sederhana dulu, yaitu dari sampah yang kami hasilkan sendiri agar bertanggung jawab terhadap limbah kami sendiri,” kata Eliza Susanto, Corporate Communication Nojorono Kudus.

Eliza mengatakan perusahaan memiliki program pengolahan limbah yang bekerja sama dengan salah satu yayasan difabel Precious One dan komunitas Sahabat Lingkungan SalingID. Program keberlanjutan yang digagas oleh Nojorono Kudus ini berfokus pada pemanfaatan kembali limbah yang dihasilkan perusahaan sebagai konsekuensi dari operasional bisnisnya, untuk dijadikan sebuah produk jadi yang penggunaannya dapat bermanfaat dalam keseharian.

Sejak tahun 2021 hingga saat ini, Nojorono Kudus bersama Precious One konsisten untuk fokus dalam mengelola limbah materi promosi. Adapun limbah promosi itu berupa vinyl billboard yang diolah kembali sehingga beralih fungsi sebagai produk yang dapat digunakan keseharian. 

Ini juga menjadi bentuk tanggung jawab korporasi dalam mengelola kembali materi promosi vinyl yang digunakan untuk mengurangi penggunaan plastik berlebih. Upcycling limbah vinyl diolah menjadi eco-friendly bag sehingga digunakan kembali dalam keseharian pihak internal maupun eksternal perusahaan.

“Semua perusahaan yang melakukan bisnis enggak lepas dari promosi campaign mereka. Ini menimbulkan limbah. Kami mencoba dari hal ini dengan merangkul komunitas kecil untuk membuat movement besar,” ujarnya.

Program lain yang masuk dalam Nojorono Circular Economy, yaitu pengelolaan limbah puntung. Puntung akan dikumpulkan di beberapa titik Horeca binaan perusahaan dan dikelola secara profesional oleh SalingID.

Limbah puntung yang telah melalui proses sterilisasi dan upcycled dapat digunakan menjadi barang daur ulang multiguna, salah satunya asbak eco-friendly. Project pengelolaan limbah tersebut saat ini masih difokuskan di daerah Jawa Barat dan sekitarnya. Dalam jangka panjang, cakupan program diperluas ke komunitas-komunitas lain, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) sebagai wujud nyata perusahaan untuk melakukan pemberdayaan. 

“Kolaborasinya nanti akan panjang, karena ekonomi sirkular itu enggak instan, pasti butuh waktu sehingga akan sampai merambah ke teman-teman UKM juga,” ucapnya.

Kampanye positif itu pun memperoleh predikat Inclusive Circular Economy Project of the Year dalam Marketeers Sustainable Marketing Excellence (SME) Award 2023. Nojorono Kudus dinilai sebagai perusahaan yang mampu menerapkan keberlanjutan dalam pengelolaan limbah.

“Mewakili Nojorono Kudus, kami haturkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Marketeers dalam SME 2023. Besar harapannya, penghargaan ini akan memperkuat komitmen kami terhadap praktik bisnis berkelanjutan,” tutur Eliza.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

 

Hello!

SEO Manager Kami Membantu Anda

× SEO Consultation