JD.com, Meluncurkan Blockchain-as-a-Service

undercovercoid 19

Undercover.co.id—Raksasa e-commerce China JD.com telah meluncurkan platform baru Blockchain-as-a-Service (BaaS) dalam siaran pers

Seperti dikutip dari cointelegraph.com, alat baru yang dijuluki sebagai Platform Terbuka JD Blockchain, BaaS tersebut diluncurkan dengan tujuan untuk memungkinkan pengusaha dapat membangun, menghosting, dan menerapkan solusi blockchain tanpa harus mengembangkan teknologi dari nol.

Fungisonalitas Kontrak Cerdas

Menurut siaran persnya, layanan ini akan menawarkan fungsionalitas kontrak cerdas berbasis clouds untuk menaungi perusahaan perusahaan milik negara dan swasta.

JD menguraikan berbagai kemungkinan kerjasama yang dapat dijalin oleh perusahaan startup.

Sebab, JD mengklaim teknologi baru ini dapat membantu perusahaan startup dan e-commerce merampingkan prosedur operasional seperti melacak pergerakan barang, sertifikasi keaslian barang, penilaian properti, membantu menyelesaikan transaksi, hak cipta digital, dan meningkatkan produktifitas masing-masing produsen.

Dengan adanya alat pengecekan seperti ini, platform akan memastikan bahwa produk yang dipasarkan juga merupakan produk original dari label yang dipasarkan, dengan kata lain meminimalkan penipuan.

Berbasis Teknologi dan Infrastruktur Canggih

JD menyajikan alat BaaS sebagai “ekspansi baru” yang akan menjadi bagian dari strategi Ritel as a Service (Raas) atau strategi Ritel sebagai penyedia Layanan (RaaS), yang bertujuan untuk membuat teknologi dan infrastruktur canggih yang dapat diakses oleh berbagai macam bisnis dan industri.

Platform ini akan menjadi host app store yang menawarkan “blockchain bottom layers, tools and software” blockchain yang berbeda dari yang sudah ditawarkan oleh perusahaan lain.

BaaS keluaran JD telah dikembangkan sendiri oleh pengembang perangkat lunak independen.

 

BaaS JD.com Akan Lakukan Kontrol Ketat

Sementara itu, ada sebuah ungkapan tersirat dalam penjelasan di akhir siaran pers, JD mengatakan akan mengawasi dan menerapkan “kontrol kualitas yang ketat atas penawaran produk barang atau jasa di setiap toko online.”

Belum ada penjelasan terperinci bagaimana JD akan melakukannya, mungkin software yang dipersiapkannya benar-benar canggih, disusun untuk bisa mendeteksi segala macam indikasi penipuan seperti keaslian produk dan lain-lainnya.

 

 

Mitra Pertama JD Blockchain Dari Perusahaan Asuransi

Mitra pertama yang menggunakan platform ini ialah Perusahaan Asuransi Pasifik China (CPIC) untuk membuat sistem faktur elektronik berbasis blockchain guna melacak “fapiao” – istilah China untuk faktur resmi yang disetujui otoritas pajak.

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, perusahaanperusahaan besar termasuk raksasa WeChat Tencent, bersama dengan pemerintah kota China, baru-baru ini telah beralih ke sistem e-faktur berbasis blockchain untuk menjalin kemitraan dengan meminimalkan masalah teknis antar perusahaan, entitas konsumen, dan juga layanan pajak negara.

Teknologi BaaS Ramai di Cina

Sementara JD, bukan perusahaan pertama di antara ritel raksasa yang menawarkan teknologi pengaman blockchain, perusahaan Cina lainnya telah mendahului penawaran BaaS.

Pada bulan April, raksasa telekomunikasi Huawei juga telah meluncurkan perangkat BaaS yang didukung Hyperledger.

BaaS yang diluncurkan oleh Huawwi juga dirancang untuk pengembangan kontrak cerdas berbasis cloud dan solusi blockchain yang efisien untuk bisnis.

Baca juga:

Rakuten, E-Commerce Jepang Mengakuisisi Exchange Crypto Lokal, Everybody’s Bitcoin

Perkembangan Teknologi Memberikan Manfaat Di Bidang Bisnis

Singkat kata, teknologi ini bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang ingin operasional bisnisnya menjadi lebih aman.

Di Indonesia belum terdengar keramaian penggunaan teknologi ini, namun setelah melihat peluang, kelebihan, dan manfaat dalam menggunakannya, bukan tidak mungkin bahwa software teknologi ini kelak akan dimanfaatkan oleh berbagai macam perusahaan di Indonesia.

Bagaimanapun perkembangan teknologi seperti BaaS atau singkatnya blockchain memberikan banyak manfaat di bidang bisnis.

Efisiensi dan efektifitas sangat penting untuk menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan teknologi dibutuhkan untuk melindungi bisnis dari tindak penipuan.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!