Ekonomi Tumbuh Walau Pemilu 2019

Sri Mulyani Percaya Ekonomi Tetap Akan Tumbuh Meskipun Pemilu 2019
Pemilihan Umum 2019 sebentar lagi akan terlaksana.
Bulan April sudah di depan mata dan masyarakat juga sudah siap untuk melakukan tugas mereka.
Pada masa itu, mereka akan membuat pilihan yang penting untuk kemajuan negara.
Salah satunya ialah Ekonomi.
Sektor ini dikhawatirkan akan mengalami pelemahan karena adanya pemilu.
Akan tetaoi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati percaya pemilihan umum Indonesia tahun 2019 (pemilu) tidak akan menghambat pertumbuhan ekonomi negara.
Menurutnya, Pemilu bukan pertama kalinya Indonesia mengadakan pemilihan umum, sehingga kekuatan dari segala sektor tidak akan melemah pada saat itu.

Tidak Menjadi Pemicu Kekhawatiran

Pemilihan umum (Pemilu) seharusnya tidak menjadi alasan untuk memicu kekhawatiran, kata Sri Mulyani.
Dia menyatakan bahwa kita juga harus menyadari masalah global yang saat ini mengalami pelemahan ekonomi nyata bukan hanya masalah internal.
Dikutip dari tempo.co, berdasarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, katanya, para pemangku kepentingan harus mampu mempertahankan momentum positif tahun lalu di tahun 2019 ini.
Di mana menurutnya dimulai secara positif dengan tingkat inflasi yang rendah.
Dia menghimbau agar semua pemangku kebijakan ekonomi mematuhi seruannya untuk ekonomi yang kuat yang akan mampu menahan dampak dari krisis global.
“Februari mengalami deflasi, dan neraca pembayaran juga positif,” kata Sri Mulyani.

Meningkatkan Konsumsi Domestik

Di samping percaya bahwa ekonomi tetap akan tumbuh pada masa pemilu, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyerukan peningkatan konsumsi domestik.
Hal ini tidak hanya sebatas pertukaran uang saja, melainkan diharapkan investasi, dan kelanjutan diversifikasi ekspor juga berjalan dengan lancar.
Dia mengungkapkan bahwa semua itu akan membantu pemerintah mewujudkan pertumbuhan ekonomi domestiknya.
 

Ekonomi Indonesia Akan Tumbuh Lebih Kuat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakinkan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih kuat setelah pemilihan presiden 2019.
Dia melihat bahwa potensi itu bisa terwujud terutama akan didorong oleh politik dan demokrasi pasca “reformasi” yang transparan.
“Sejak 1998, politik Indonesia sangat terbuka, demokratis, transparan, dan terdesentralisasi,” kata Sri Mulyani.
Pembicara acara “Fitch an Indonesia – Pemilihan, Ekonomi Makro dan Pasar Kredit” ini mengatakan bahwa ekonomi Indonesia telah membaik setelah pemilihan umum sebelumnya.
Dalam upaya untuk lebih meyakinkan para pemangku kepentingan, Menteri Sri Mulyani mengatakan bahwa pemilihan umum 2019 yang akan diadakan pada 17 April, tidak akan berdampak besar.
Baginya tidak akan ada perbedaan besar dari pemilihan sebelumnya pada tahun 2009 dan 2014.
 
 

Ekonomi Global

Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dipengaruhi pula oleh gejolak ekonomi global.
Karena itulah yang terpenting adalah kekuatan nasional dapat menjawab tantangan perubahan ekonomi global tersebut.
Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) menyesuaikan proyeksi pertumbuhan ekonominya dengan persentase yang lambat.
Pada 2019, IMF memprediksi bahwa ekonomi global akan mengalami pertumbuhan ekonomi 3,5 persen.
Prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut nampak sejajar dengan pertumbuhan perdagangan global yang lebih lambat.
Meski demikian, Indonesia mampu bertahan dan tidak mengalami goncangan besar terhadap perubahan tersebut.

Ekonomi Rakyat

Sama halnya dengan ekonomi global, ekonomi rakyat juga memberi pengaruh besar pada kestabilan ekonomi nasional.
Bahkan ekonomi rakyat adalah jantung utama kehidupan ekonomi nasional yang memungkinkannya dapat bersaing di ranah global.
Jika ekonomi rakyat melemah, ekonomi nasional pun lumpuh dan tidak dapat menjawab tantangan global yang sudah berlangsung sejak lama.
Oleh karena itu, seperti dihimbau oleh pemerintah, para pemilik usaha UKM hendaknya tidak menyerah untuk mengembangkan bisnisnya.
 
baca juga
Update Fintech Indonesia 2019
 
 
Para pengusaha lokal baik itu tingkat korporate maupun yang baru di tingkat rumah tangga, sebaiknya dapat mengoperasikan perusahaan selalu ke arah positif.
Demikian pemaparan tentang harapan pertumbuhan ekonomi, tanpa rakyat, ekonomi nasional melemah.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!