Published On: Fri, Mar 27th, 2015

Fenomena Nasib Tukang Kayu di Indonesia vs Luar Negri

Fenomena Nasib Tukang Kayu di Indonesia vs Luar Negri | Tukang Kayu Berjiwa Bisnis hanya di Amerika , Tukang kayu di Indonesia profesinya benar-benar tidak dihargai, skill kerja cepat dan keuletan yang dimiliki dalam mengerjakan suatu proyek hanya dihargai beberapa ratus ribu rupiah dari teman-temannya yang memiliki skill rata-rata dalam pekerjaan dibidang kayu.

Pak slamet yang berprofesi sebagai tukang selama 20 tahun di daerah Kertajaya, Surabaya.Pak Slamet adalah tukang yang paling terkenal disekitar daerah kampungnya, jika ada genteng bocor, triplek rusak, tangga rusak, dan kerusakan pada rumah-rumah warga, Pak Slamet merupakan orang pertama yang dipanggil untuk menyelesaikan semua masalah tersebut.

Fenomena Nasib Tukang Kayu di Indonesia vs Luar Negri

Fenomena Nasib Tukang Kayu di Indonesia vs Luar Negri

Upahnya hanya seratus ribu rupiah lebih mahal dibanding tukang-tukang lainnya yang mempunyai skill jauh sekali dibawah pak Slamet, bayangkan saja pekerjaan membuat keranjang tidur dari kayu berukuran besar, yang biasanya dikerjakan oleh dua tukang dan lama selesainya sekitar 3 hari, dirampungkan oleh Pak Slamet seorang diri hanya dalam waktu 6 jam.

Karena skill tinggi dalam hal pertukangan itu, Pak Slamet menjadi tutor gratis bagi tukang-tukang lain, yang masih pemula dan tidak mahir, seperti yang kita tahu sendiri bahwa ilmu pertukangan di Indonesia hampir semuanya diperoleh secara otodidag, tidak ada kursus yang menaunginya selama ini.

Hal itu disebabkan karena mayoritas tukang di Indonesia berasal dari Ekonomi kelas bawah, mereka memiliki tingkat pendidikan yang sangat rendah, rata-rata hanya lulusan sd dan smp paling tinggi sma, sehingga membuat para pebisnis dan investor tidak membuka bisnis kursus untuk pertukangan, karena konsumen utamanya tidak mempunyai daya beli yang cukup untuk membayar kursus tersebut.

Bisnis Pertukangan Di Amerika

Melihat keadaan pertukangan yang seperti ini, kita harus belajar dari Bisnis Pertukangan di Amerika, mereka secara profesional mengelola bisnis pertukangan ini menjadi bisnis yang para pelakunya berskill tinggi dan tidak diragukan lagi profesionalitasnya .

Seperti profesi penata rambut profesional, profesi dokter, profesi design interior, dan profesi-profesi lainnya, tata cara memotong kayu, memaku dengan cepat dan efektif, mengerjakan pekerjaan secara ringkas, cepat, dan hemat menjadi prioritas penting bagi para profesional tukang kayu di Amerika.

Fenomena Nasib Tukang Kayu di Indonesia vs Luar Negri , Upah yang jumlahnya mulai dari 20 dollar- 120 dollar perjam membuat para pebisnis indepent tukang kayu ini dapat hidup dengan layak karena pekerjaannya ini, sangat berbeda seperti cerita Pak Slamet dari Indonesia yang hidupnya jauh sekali jika dibandingkan dengan tukang kayu di Amerika.

Mulai dari peralatan yang digunakan seperti palu,obeng, penggaris, meteran, paku, dan peralatan pertukangan lainnya yang dipasang rapi disekitaran pinggangnya menggunakan ikat pinggang khusus petukangan, dan helm kuning serta jas kuning untuk bekerja dalam keadaan hujan, serta jadwal rutin tiap hari dan larangan bekerja pada saat malam, membuat profesi dan bisnis pertukangan kayu di Amerika satu level dengan profesi terhormat lainnya.

Bayangkan saja untuk menjadi tukang kayu di Amerika memerlukan sertifikat khusus pertukangan dan tes-tes yang cukup ketat, karena di Amerika keamanan dan keselamatan konsumen adalah prioritas utama yang lebih tinggi dari apapun sehingga tes – tes pertukangan yang dijalani bentuknya seperti real ketika sedang mengerjakan rumah milik klien, jadi ketika pada saat tes atau simulasi itu tukang kayu melukai miniatur seseorang maka dianggap tung kayu tersebut tidak layakuntuk mendapatkan sertifikat dan bekerja untuk disewa jasanya.

Perlakuan terhadap industri pertukangan di Indonesia seharusnya mulai saat ini harus mencontoh seperti bagaimana industri pertukangan diperlakukan di Amerika dan disetarakan dengan profesi terhormat lainnya, hal ini dapat terjadi jika para pelaku bisnis properti di Indonesia mau memulainya.

Fenomena Nasib Tukang Kayu di Indonesia vs Luar Negri

Fenomena Nasib Tukang Kayu di Indonesia vs Luar Negri

Jjika dilihat dari segi kerja dan efektfitas pekerjaannya , sebenarnya penggunaan tukang yang sedikit tetapi memiliki skill sangat tinggi dibidang pertukangan membuat pekerjaan justru lebih cepat selesai dibandingkan dengan memperkerjakan banyak tukang dengan skill yang rata-rata, secara biaya tenaga kerja,akan juga jauh lebih murah menggunakan beberapa tukang berskill tinggi ini.

Masalahnya adalah tidak adanya keinginan dari pebisnis properti untuk mengetahui secara lebih detail tentang masalah pertukangan ini, jika saja mereka mau meluangkan waktu untuk lebih memikirkan masalah pertukangan ini, maka mereka akan menemukan berapa banyak penghematan dan efektifitas kerja yang tercipta dari pemaksimalan tenaga kerja pertukangan ini.

Secara kasat mata penghematannya adalah lebih dari 50% dari pembangunan biasanya yang tidak terlalu menaruh perhatian serius pada masalah pertukangan, hal itu dikatakn oleh Benny Jhonson salah satu manajer yang mengurus salah satu proyek pembangunan hotel di Bali, Benny Jhonson menyebutkan “tenaga kerja untuk pertungan di bali ini sangat parah sekali skillnya, mereka benar-benar tidak menghargai waktu dan tidak tau tentang efektifitas kerja yang baik, maka dari itu saya mengetahui sekarang, mengapa mereka dibayar dengan upah sangat murah”.

Bagaimana mau coba untuk berbisnis di Kursus pertukangan profesional? Atau menyediakan jasa pertukangan profesional , semua terserah anda yang penting kita harus bersama-sama mebuat jasa pertungan di Indonesia memiliki kedudukan sama dengan profesi-profesi terhormat lainnya?

 

jasa seo dan internet marketing

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>