Published On: Tue, Jun 9th, 2015

Generasi Muda Penerus Pengusaha Indonesia

Generasi Muda Penerus Pengusaha Indonesia | Indonesia adalah salah satu negara yang kaya kebudayaan. Bermacam kebudayaan daerah ada meramaikan keanekaragaman corak budaya Indonesia. Salah satu budaya yang memukau juga ada berbentuk karya-karya batik serta kain songket yang demikian menawan.

Bila sampai kini kita cuma mengetahui karya batik untuk produksi baju serta tas, jadi saat ini waktunya kita mengetahui product sepatu asli Indonesia yang memiliki bahan basic kain batik atau songket. Inspirasi brilian untuk meningkatkan product sepatu etnik ini digagas oleh seseorang wanita muda bernama Fany Silvia Febrian Dika.

Profil Fany Silvia Febrian Dika

wanita kelahiran Talang Babungo, 4 Februari 1992 ini yaitu putri pertama dari empat bersaudara. Putri pasangan Suhairi serta Selvina ini mulai masuk bangku perkuliahan kampus Payakumbuh jurusan ekonomi pada th. 2010. Sembari menggerakkan kesibukan perkuliahan, Fany juga menyempatkan saat untuk menggerakkan hoby design yang telah lama ditekuninya.

Artikel lain : Entrepreneur wanita Muda yg Berhasil

Pernah Mengawali Usaha Lain Saat sebelum Taflo Shoes

Saat ada di semester 3 tahap perkuliahan, Fany Silvia mulai meniti usaha butik on-line dengan rencana baju muslim yang casual serta syar’i. Tetapi rupanya #bisnis on-line itu pernah vakum sepanjang 6 bln. lantaran Fany Silvia mau konsentrasi merampungkan seluruhnya mata kuliah terlebih dulu.

Sesudah merampungkan mata kuliah serta akan menyelesaikan skripsi, rupanya inspirasi baru nampak untuk bikin usaha dengan rencana sepatu batik serta songket khas nusantara. Kecintaan yang besar pada bagian design serta product songket asli Indonesia bikin Fany berkemauan untuk selekasnya wujudkan usaha impiannya itu.

Inspirasi untuk memakai product songket Indonesia itu mulai nampak saat Fany Silvia ikuti moment pertukaran pelajar ke Australia pada th. 2009. Saat ia kenakan kain songket untuk pertunjukan tari piring, banyak rekan barunya yang ajukan pertanyaan tentang kain songket yang datang dari Indonesia. Ketertarikan pada kain songket itu jadi salah satu bentuk penyemangat untuk Fany untuk mempopulerkan product asli Indonesia.
Berdirinya Taflo Shoes

Pada Februari 2014, Taflo Shoes mulai lakukan sistem produksi serta pemasaran product sepatu. Nama Taflo Shoes sendiri datang dari kota kelahiran Fany yakni Talang Babungo yang lalu disimpulkan juga sebagai Talang Flower serta disingkat jadi Taflo.

Generasi Muda Penerus Pengusaha Indonesia , Dengan modal awal sebesar 1 juta untuk menghasilkan 5 gunakan sepatu, saat ini Taflo Shoes telah dapat membuahkan bermacam product sepatu songket serta batik dengan bahan baku kain yang datang dari daerah Solok, Madura sampai Surabaya.

Fany Silvia Febrian Dika

Fany Silvia Febrian Dika

Product Taflo Shoes yang Eksklusif

Taflo Shoes selalu melindungi keorisinalitasan produknya dengan cuma menghasilkan 10 gunakan sepatu untuk tiap-tiap design. Hingga beberapa pelanggan setia Taflo Shoes dapat mempunyai serta memakai sepatu yang eksklusif serta sedikit dipunyai oleh orang lain. Modal sebesar 1 juta rupiah juga mulai tumbuh sampai meraih angka 10 juta rupiah serta bikin Taflo Shoes dapat menghasilkan 100 gunakan sepatu.
Harga Taflo Shoes serta Omset yang Sukses Diperoleh

Taflo Shoes menghasilkan sepatu dengan harga yang beragam, dari mulai 150 ribu rupiah sampai 1. 2 juta rupiah per gunakan. Variasi harga itu bergantung dari tingkat kerumitan design serta varian bahan baku yang dipakai untuk bikin sepatu.

Dengan kemampuan produksi meraih 1. 000 gunakan tiap-tiap bln., Taflo Shoes sukses mencapai omset sebesar 60 juta sampai 150 juta rupiah tiap-tiap bulannya.

Baca juga :launching-jaket-helm-exclusive-undercover-terbaru/
Inovasi serta Harapan Taflo Shoes

Memenangkan Business Plan Competition Oneintwenty Movement 2014 Regional Padang untuk kelompok fashion rupanya tak bikin Fany Silvia berpuas diri. Berbarengan dengan Taflo Shoes, Fany berusaha untuk mencari #reseller serta pasarkan produknya dengan memakai media sosial.

Bahkan juga Taflo Shoes juga bekerja bersama dengan pihak yang datang dari luar negeri untuk lakukan promosi serta branding di negara lain, termasuk juga di lokasi Eropa. Tentang cost pengiriman ke luar negeri yang relatif mahal, Taflo Shoes masih tetap mencari jalan keluar untuk menangani masalah cost pengiriman itu.

Tertarik untuk memakai beberapa produk dari Taflo Shoes? Bila orang-orang negara lain saja tertarik serta mau memakai Taflo Shoes, kenapa kita sendiri tak mengapresiasi product asli buatan negeri sendiri?

Profil Pengusaha Muda  Wanita Ratna Miranti

Keberhasilan besar tidak selamanya dimulai dari suatu inspirasi brilian. Bahkan juga dari suatu hal yang awalannya adalah kekeliruan atau ketidak sengajaan, bukanlah tak mungkin saja lahir suatu inspirasi simpel tetapi luar umum.

https://www.youtube.com/watch?v=eJoYxsKtgow

Perihal ini pula yang dibuktikan oleh seseorang pengusaha wanita asal kota Bandung bernama Ratna Miranti. Bermula dari ketidak sengajaan, ia yang pada awal mulanya tekuni industri batik malah terjerumus pada dunia usaha baru yang bahkan juga pada awal mulanya belum pernah ia cobalah, yaitu usaha glass painting.

Serta saat ini tidak diduga usaha glass painting punya Ratna dapat berkembang bahkan juga semakin besar dari ekspektasi awalannya.

Artikel lain : kick-andy-f-noya-pahlawan-metro-tv/
Bermula Dari Kekeliruan

Seperti yang sudah disinggung pada awal mulanya, semula perjumpaan wanita yang akrab disapa Mira ini dengan dunia glass painting dapat disebutkan sangatlah kebetulan.

Diawali dari basic Mira yang seseorang pengrajin batik, ia pada awal mulanya memanglah telah memiliki usaha sendiri walau skalanya masih tetap termasuk kecil. Sampai selepas ia mulai berkeluarga serta memiliki momongan, Mira mengambil keputusan untuk fakum sesaat dari dunia usaha kreatif itu.

Saat jalan serta Mira pada akhirnya terasa dapat kembali berkarir disamping juga sebagai seseorang ibu rumah-tangga. Jadilah sang #mompreneur itu mencari serta beli beberapa bahan untuk kerajinan batik. Tetapi sesudah seluruhnya bahan terbeli, nyatanya ia salah beli cat untuk kepentingan batik. Ia jadi beli cat spesial untuk melukis gelas yang sesungguhnya ia sendiri belum pernah memakainya.

Tetapi nyatanya kekeliruan itu malah menggelitik inspirasi kreatif lulusan seni rupa ITB yang satu ini. Dengan bahan cat itu, ia coba melukis motif-motif karangannya sendiri pada #media botol sisa yang ada di tempat tinggalnya. Tidak diduga akhirnya cukup menarik hingga bikin ia ketagihan bikin kerajinan yang lebih di kenal dengan arti glass painting itu.

Beranjak ke dunia usaha, hasil karya glass painting kepunyaannya lalu ia pajang lewat media sosial walau. Serta akhirnya? Tanggapan positif mengalir deras bahkan juga banyak yang segera tertarik serta pesan product “kebetulan” itu.
Ratna Miranti Tidak Berpuas Diri

Sesudah lihat cerahnya kesempatan usaha glass painting ini, Mira juga makin semangat untuk memahaminya. Ia mengambil keputusan untuk ikuti suatu kursus glass painting untuk memperdalam ilmunya.

Yang menarik pada saat ia mulai ikuti kursus, sang instruktur malah ajukan pertanyaan apa yang dapat di ajarkan pada Mira. Mengingat kekuatan ibu dua anak ini terbilang memanglah telah cukup mahir melukis diatas kaca. Serta pada akhirnya dari kursus itu Mira memperoleh pengetahuan baru berkenaan dunia glass painting seperti permasalahan type gelas lukis, pengecatan, pelapisan sampai pengeringan product.

Terlepas dari kursus, nyatanya Mira segera disambut dengan tawaran hubungan kerja dari suatu perusahaan minuman. Dengan step awal 20 botol lukis, ia pada akhirnya diakui mengerjakan proyek besar yaitu sejumlah 1500 botol lukis dengan tenggat saat 1, 5 bln.. Untuk penuhi tujuan itu pasti tak dapat ia lakukan sendiri, ia lalu merangkul mahasiswa seni rupa dari bekas universitasnya untuk menolong sistem penyelesaian.

Ekspansi Dengan Pertolongan Pendanaan

Peluang untuk meningkatkan bisnisnya kembali terbuka saat pada th. 2010 ia memperoleh tawaran ikuti pameran spesial product kerajinan tangan Inacraft di Jakarta.

Dari situ pada akhirnya Mira berbarengan brand usaha glass painting “Meerakatja” memperoleh guyuran permodalan sebesar Rp 50 juta dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) . Tidak menyiakan peluang, Mira segera berekspansi dengan perbanyak produksi kerajinan Meerakatja sampai dapat menyentuh omset usaha Rp 30 juta/bln.. Ini tentu jadi pencapaian sendiri untuk Mira yang awalannya cuma beromzet 5 juta perbulan jadi sebesar ini.

Saat ini Mira masih tetap selalu berkreasi membuat pasar yang lebih luas untuk product kepunyaannya. Bukan sekedar botol lukis, ia juga mengambil tawaran untuk product kaca lain seperti interior rumah. Bahkan juga sebagian product kepunyaannya telah ada yang di kirim ke luar negeri walau belum seutuhnya berbentuk ekspor.

Berbarengan 3 orang karyawan terus, ia masih tetap jadi tokoh paling utama yang bertugas bikin pola basic seluruhnya karya glass painting merk Meerakatja. Untuk menjaga kwalitas product, Mira masih tetap selalu memakai cat kaca yang diimport segera dari Jerman.

Kreativitas yang digabungkan dengan tekad memakai kesempatan jadi kunci berhasil seseorang Ratna Miranti. Dengan usahanya itu saat ini ia sukses memperoleh keberhasilan walau dari arah yang pada awal mulanya belum pernah ia pikirkan. Bagaimanakah dengan rekan-rekan sekalian, ada yang siap ikuti jejak pengusaha wanita yang satu ini? Generasi Muda Penerus Pengusaha Indonesia

jasa seo dan internet marketing

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>