Google Duo + Pixel + Daydream

SEO UNDERCOVER CO ID 74

Apa aplikasi yang Anda gunakan untuk video call?

Sebagian orang memilih Line atau Whatsapp. Untuk komunikasi dengan tim, mungkin Anda menggunakan Slack.

Google menawarkan satu tools video call yang mungkin Anda suka. Namanya? Google Duo.

Google Duo: Apa yang Membuatnya Spesial?

Google Duo bisa dibilang sangat simpel, terlalu simpel malah. Yang seru,  meski simpel, Duo memiliki beberapa fitur seru yang berbeda dari aplikasi video call lain.

Apa bagusnya Google Duo? Apa saja yang membuatnya spesial? Bukannya Google sudah punya Hangouts? Lalu kenapa harus pakai Duo lagi?

Berikut ini penjelasannya.

Duo dan Simplisitasnya

Duo tersedia untuk iOS dan Android. Ukurannya pun terbilang ringan, jauh lebih ringan dibanding Whatsapp atau Line.

Interfacenya simpel. Saat Anda buka, layaknya Snapchat, Anda langsung dihadapkan pada tampilan kamera depan.

Selain itu hanya ada sebuah icon untuk memulai video call. Adapun untuk menu hanya akses ke Bantuan dan Pengaturan, itupun untuk beberapa setting sederhana saja. Simpel!

Tidak ada story, status, chat, dan lain-lain.

Seperti mengintip dari jendela

Lalu jika sesimpel itu, apalagi fitur spesial dari Duo?

Google Duo punya sebuah fitur yang disebut Knock Knock. Fitur ini bisa dibilang cukup unik. Knock Knock memungkinkan Anda untuk “preview”  siapa yang menelepon, sebelum Anda menjawab video call tersebut.

Jika biasanya saat Anda mendapat panggilan video, katakanlah dari Whatsapp, Anda hanya melihat gambar kontaknya saja. Namun di Google Duo, Anda mendapat preview siapa yang menelepon. Anda sudah melihat video dari si penelepon sebelum Anda menjawab panggilan tersebut.

Bayangkan Anda sedang berada di ruangan berjendela, lalu seseorang mengetuk jendela untuk memanggil Anda. Lalu, biasanya dia akan melakukan gestur tertentu untuk memastikan Anda merespon panggilannya. Ya, seperti itulah fitur Knock Knock dari Google Duo.

Anda bisa mematikan fitur Knock Knock ini. Kalau dimatikan, maka saat Anda memulai panggilan video, penerima panggilan tidak bisa melihat Anda sebelum ia menjawab panggilan tersebut. Bila fitur ini dimatikan, Anda juga jadi tidak bisa mempreview penelepon sebelum menjawab panggilan tersebut.

Selain itu fitur Knock Knock hanya berlaku untuk kontak yang sudah Anda simpan. Bila Anda tidak memiliki kontak penelepon, maka fitur Knock Knock tidak bisa digunakan.

Tidak Perlu Membuat Akun

Seperti Whatsapp dan Line, Google Duo menggunakan nomor ponsel sebagai akun.

Ini membuat Duo lebih mudah digunakan, sekaligus menjadi pukulan telak bagi kompetitornya, Skype, yang masih menggunakan username dan password sebagai autentikasi.

Skype mungkin masih bisa bernafas lega karena Duo belum ada untuk PC. Namun Google sendiri berencana melakukan ekspansi ke PC, sehingga Skype tetap harus waspada. Selain itu tidak perlunya membuat akun ini menjadikan Anda tak perlu sign in dengan akun Google atau alamat Gmail.

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Mengapa Google tidak membuat satu platform komunikasi saja; instant messaging, voice call, dan video call di satu aplikasi?

Dengan rilisnya Duo dan Allo, Google tampaknya menghindari pendekatan yang menggabungkan semuanya dalam satu aplikasi. Jika dilihat produk-produk komunikasi Google: Duo, Hangouts, dan Allo, semuanya punya tugas spesifik.

Duo untuk video call, Hangouts untuk voice call dan video conference, sementara Allo untuk instant messaging.

Salah satu alasan Google melakukan ini adalah Google ingin tiap aplikasi punya kualitas lebih bagus dibanding kompetitor. Dan agar punya kualitas lebih bagus, Google memilih memisahkan tiap elemen menjadi aplikasi yang berbeda-beda.

Mungkin ada juga user yang lebih suka semua dalam satu aplikasi, namun aplikasi semacam ini beresiko punya ukuran terlalu besar dengan fitur yang mubazir. Contohnya, tengoklah Line. Line punya terlalu banyak fitur di dalamnya yang seringkali tak digunakan; Line Today, Line Shopping, Line Relay… tak semua orang menggunakannya.

Google pun berpikir seperti itu. Bila menyukai instant messaging, maka gunakan Allo. Bila lebih suka video daripada terus mengetik, maka gunakan Duo.

Seperti makan di prasmanan; ambil yang disukai saja.

Privasi (tampaknya) terjaga

Panggilan video yang Anda lakukan sangatlah privasi, terlalu privasi sampai-sampai Google tidak akan tahu apa yang Anda lakukan atau bicarakan selama panggilan berlangsung.

Ini karena, menurut Google, Duo memiliki fitus enkripsi end-to-end. Jenis enkripsi ini memastikan Anda memiliki privasi total dalam komunikasi online.

Secara teori, tidak ada yang bisa menginterupsi atau merekam komunikasi Anda, bahkan pemerintah dan Google pun tidak bisa.

Meski demikian, masih ada juga beberapa pertanyaan tentang cara Google bekerja. Google semakin mampu mengumpulkan informasi privasi dari tiap pengguna. Google mungkin sulit mengintip isi video Anda, namun Google masih bisa melacak pencarian, email, video yang ditonton, nomor yang ditelepon, kontak yang disimpan, aplikasi yang diinstal, orang yang dihubungi, kapan waktunya, lokasi yang dikunjungi dengan Google Maps, frekuensi bepergian, durasi, dan lain sebagainya.

Sekarang Duo tersedia, dan ini berarti akan ada lebih banyak data yang bisa disimpan oleh Google.

Kualitas Panggilan Tanpa Buffer

Alasan kenapa video call tidak disukai adalah karena penyerapan bandwidth yang besar, kebutuhan perangkat keras yang tinggi, dan kualitas panggilan yang seringkali buruk. Belum lagi adanya buffering. Memang ada banyak faktor yang mempengaruhi baik buruk kualitas video call, dan sulit untuk menyelesaikan semuanya dalam kondisi universal.

Namun Google Duo bisa dibilang cukup berhasil dalam hal ini. Google Duo mampu mendeteksi bandwidth dan kualitas koneksi Anda, lalu menyesuaikannya dengan resolusi video call yang cocok untuk bandwidth tersebut. Ini akan meminimalisir buffer dan kualitas gambar yang pecah-pecah.

Panggilan Anda pun hanya akan sebagus kualitas koneksi dan bandwidth Anda.

The Google Duo App In The Market

Memiliki aplikasi terpisah untuk video, suara, dan teks adalah sebuah strategi baru dari Google untuk mencaplok user dari para pemain-pemain lama. Google Hangouts telah menjadi pilihan utama untuk panggilan suara dan video conference, namun masih gagal menantang pemain besar seperti WhatsApp dan LINE.

Mempunyai aplikasi berkualitas terbaik untuk masing-masing media komunikasi, serta menyediakan fitur yang tak ada di aplikasi messaging lain, diyakini akan mampu menggoyang dominasi WhatsApp dan Line di Play Store dan App Store.

Google punya potensi besar untuk sukses di pasar apliasi. Operating system dengan pengguna terbanyak di dunia, Android, berasal dari Google. Mungkin saja kelak Duo akan menjadi aplikasi built in yang tersedia di Android seri terbaru.

Dengan simplisitasnya dan ukurannya yang ringan, rasanya pengguna Android tak akan sungkan untuk mencoba Duo dalam komunikasi ke depannya. Lagipula, untuk apa menginstall aplikasi lain bila Google sudah punya aplikasi yang lebih bagus dan lebih ringan?

Pixel + Daydream: Combo Maut Virtual dan Augmented Reality dari Google

Virtual dan augmented reality punya potensi untuk membuat dunia digital kita semakin immersif dan intuitif. Dengan augmented reality, Anda bisa berinteraksi dengan objek digital yang terintegrasi sempurna dengan dunia nyata. Dengan virtual reality, Anda bisa merasakan pengalaman hidup di dunia digital menggunakan ponsel Anda.

Inilah yang kini coba dihadirkan oleh Google, dengan ponsel Pixel 2. Google menjamin bahwa Pixel 2 akan mmberikan akses ke AR dan VR menggunakan ponsel yang bisa Anda bawa ke manapun Anda pergi.

Augmented Reality

Selain untuk mengabadikan momen dan komunikasi, kamera Pixel 2 sudah terkalibrasi dan teroptimasi untuk AR. Kamera pixel 2 sudah dilengkapi tracking dengan kondisi cahaya rendah, serta render AR dengan kecepatan 60 fps. Ini menjadikan pengalaman AR Anda akan terasa benar-benar terintegrasi dengan dunia nyata.

Dalam Pixel 2, Google merilis objek dan karakter AR yang disebut dengan AR Stickers. Dengan ini, Anda akan bisa mengekspresikan diri Anda menggunakan emoji dan berbagai scene yang Anda suka.

Selain itu ada juga Foodmoji, yang akan ikut berinteraksi dengan gerakan Anda di kamera. Atau, jika Anda ingin merayakan sesuatu, Anda bisa merekam video ucapan selamat ulang tahun untuk teman Anda, lalu tambahkan beberapa balon AR. Ini akan membuat Anda jadi lebih kreatif dan ekspresif, untuk menyampaikan pesan dan mengabadikan momen. Fitur ini khusus untuk Pixel, sehingga fitur-fitur ini dijamin akan berjalan dengan lancar.

Selain itu Google akan secara konsisten merilis AR Sticker baru, sesuai dengan musim, hari liburan, dan fenomena yang sedang populer.

Misalnya, Anda bisa berinteraksi dengan karakter-karakter dari Stranger Things. Malah Anda bisa juga ikut jadi bagian scene di mana Eleven berhadapan dengan Demogorgon. Anda juga bisa berinteraksi dengan berbagai karakter di Star Wars, pemain-pemain bintang dari NBA, dan lain-lain.

Anda juga kelak dapat merasakan pengalaman bermain League of Legends melalui AR, dan bisa juga bermain Lego dengan AR tanpa takut berceceran atau terinjak.

Tak hanya hiburan, AR juga akan memudahkan hidup Anda. Dengan Houzz, Anda bisa memilih berbagai furniture yang tersedia dan memastikannya sesuai dengan ruangan yang ada di rumah Anda. Ke depannya, Anda bisa melihat cocok tidaknya warna cat dan wallpaper di dinding rumah Anda.

VR dan Daydream

Selain itu Google juga akan merilis headset Daydream View, dan headset Google baru ini akan kompatibel dengan Pixel 2 Anda.

Anda mungkin ingat dengan Google Cardboard, sebuah kacamata VR yang terbuat dari kardus, berharga terjangkau namun cukup asyik digunakan. Sayangnya, cardboard tidak nyaman untuk digunakan jangka panjang. Selain itu Cardboard hanya berfungsi sebagai penampil, dan tidak ada fungsi sensor di dalamnya.

Maka dari itu, Google merilis kacamata VR terbaru dengan nama Daydream View. Daydream View ini lebih nyaman, sekaligus lebih canggih. Google Daydream View dilengkapi dengan sensor, sehingga akan terasa lebih unggul dibanding Cardboard.

 Nah, headset ini mempertahankan bagian-bagian terbaik dari Daydream 1, dan menyempurnakannya. Daydream View baru ini dilengkapi dengan lensa performa tinggi, menghasilkan gambar lebih jelas, dan field of view yang lebih luas.

Namun bukankah sudah banyak VR viewer lain? Apa lagi kelebihan Daydream View?

Ya, selain Daydream View, dunia VR mobile sudah punya Samsung Gear VR dan Alcatel VR. Namun, Daydream View punya controller. Ini membuat aksi Anda di dunia VR jadi lebih banyak, dibanding sekadar melihat-lihat pemandangan.

Bayangkan; mungkin suatu saat akan ada game sihir yang menggunakan kontroler ini sebagai tongkat. Atau, game yang menggunakan kontroler ini sebagai pedang. Dapat pula bermain tenis online dengan teman secara online. Mirip seperti Wii U, namun kemungkinannya lebih luas dan mobile.

Beberapa situs review menyatakan Daydream View ini cukup nyaman digunakan bahkan oleh pengguna berkacamata. Meski demikian, penggunaan terlalu lama akan meninggalkan bekas merah di sekitar mata Anda. Selain itu, untuk ponsel dengan layar dengan resolusi di bawah 1080p, pixel dari layar ponsel Anda akan terlihat jelas saat menggunakan VR headset ini.

Sejauh ini sudah ada beberapa game yang mendukung Daydream View dan kontrolernya.

Ada Mekorama dan Danger Goat, game puzzle yang mengajak Anda menjelajahi dunia 3D. Ada juga Keep Talking and Nobody Explodes, game yang mengajak Anda menjinakkan bom dengan jumlah waktu terbatas.

Beberapa game 3D seperti ‘Twilight Pioneers’ dan ‘VR Karts Sprint’ masih terasa buggy dan belum sempurna, sementara ‘Fantastic Beasts’ dari frachise Harry Potter terasa pendek dan kurang interaktif. Namun ada juga game yang cukup bagus, yaitu Hunters Gate. Game arcade shooter ini bisa dibilang cukup memaksimalkan fitur VR yang tersedia, sehingga permainan terasa interaktif dan seru.

baca juga

Undercover.co.id Services

Panduan Bisnis Affiliasi

Website Cuma 50 Ribu

Pembuatan Website Profesional

Jasa Seo Profesional dan Terpercaya 

Jasa Sosial Media Maintenance

Selain game, aplikasi lain yang sangat seru menggunakan Daydream View adalah Youtube VR, Netflix VR, dan HBO Go. Dengan optimasi dari Daydream, Anda bisa menikmati nonton bioskop di manapun dan bioskop kapanpun Anda mau.

Rindu tempat tertentu? Atau sekadar penasaran dengan sebuah tempat yang belum didatangi? Coba gunakan Google Street View. Nikmati sensasi jalanan secara virtual, dengan bantuan Ddaydream View akan terasa sangat nyata.

Google tampaknya berusaha untuk jadi yang terdepan dalam persaingan VR dan AR mobile. Optimasi ponsel flagship, update tanpa henti untuk fitur-fitur di AR, serta rilisan Daydream View, diyakini akan mampu untuk menjadikan Google sebagai salah satu kekuatan utama di dunia VR.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh