Undercover.co.idGoogle Sandbox: Hindari Demi Keselamatan Website Anda , Di zaman serba digital ini, kehidupan manusia mulai beralih ke digital dan internet. Kerja melalui internet, berdagang melalui internet, dan pemasaran juga melalui internet.

Maka dari itu, pemasaran digital yang dilakukan untuk bisa memperkenalkan brand atau produk, serta menaikkan brand awareness dilakukan melalui internet juga. Dalam hal ini digunakan sebuah website.

Jasa

Namun, website yang baru Anda bangun akan mengalami kesulitan untuk bisa langsung berada di halaman pencarian.

Hal tersebut disebabkan tidak hanya karena belum optimalnya website di mesin pencari, namun juga karena terdapat sebuah filter oleh mesin pencari Google yang dinamakan Google Sandbox.

Google Sandbox ialah suatu filter yang digunakan oleh Google untuk ‘mengkarantina’ sebuah website. Filter ini akan membuat website tidak akan muncul di halaman manapun dalam mesin pencarian Google.

image size-full">
Google Sandbox

Sebuah langkah yang bagus oleh Google, karena banyak website-website baru muncul yang sebenarnya merupakan website yang mengandung unsur-unsur yang merugikan pengguna di masa depan.

Contohnya seperti website baru yang mempunyai tujuan untuk spam, penipuan, atau untuk hal-hal yang tidak bagus.

Tetapi, ada suatu kondisi dimana website yang tidak memiliki unsur-unsur di atas juga terkena filter Google Sandbox ini. Dan mungkin termasuk website baru Anda.

Lalu, bagaimana efeknya bagi website Anda?

Efek Website Masuk Google Sandbox

Website yang terkena filter Google Sandbox ini akan merasakan beberapa efek yang mungkin akan menjadi sebuah hal yang negatif dan merugikan bagi website.

Efek yang akan dirasakan oleh pemilik website adalah terjadi kejatuhan pada angka traffic. Tentu hal ini pasti akan terjadi, karena website Anda sudah tidak bisa ditemukan lagi di mesin pencari.

Penurunan ini bisa dilihat dari grafik traffic website Anda. Terjadi penurunan drastis di awal, dan berangsur-angsur turun. Apalagi kalau website Anda sudah tidak bisa lagi muncul pada suatu kata kunci tertentu.

Hal ini tentu akan berakibat fatal bagi website Anda, karena sudah tidak bisa lagi berada di kata kunci yang sebenarnya sangat relevan dengan brand atau produk pemasaran digital Anda.

Untuk bisa menghindari hal ini, perlu diketahui apa penyebabnya.

image size-full">
Google Sandbox

Penyebab Terkarantina oleh Google Sandbox

Tahukah Anda kalau ternyata karantina Google Sandbox ini bisa dikenakan kepada website yang lama juga?

Ya, website yang terkena ‘karantina’ oleh Google Sandbox ini tidak hanya dirasakan oleh website-website yang masih belia. Tetapi juga dirasakan oleh website-website yang sudah lama berkecimpung dalam dunia internet dan berada mesin pencari.

Hal ini tentu menjadi sebuah ‘keadilan’ berarti yang digiatkan oleh Google Sandbox.

Tetapi, ada catatan penting yang perlu digaris bawahi, yakni karantina oleh Google Sandbox ini lebih dominan dan berpeluang besar akan diberikan kepada website-website belia dibandingkan dengan website-website lama.

Maka, apa saja penyebab Google Sandbox memberikan sebuah karantina kepada suatu website? Berikut beberapa penyebabnya.

1.    Adanya konten hasil dari copy-paste

Tentu, plagiasi adalah hal yang tidak termaafkan dalam dunia kreatif. Ya, pembuatan konten di website, baik itu artikel atau yang lainnya, termasuk ke dalam dunia media dan kreatif.

Jasa

Konten artikel yang dimuat di dalam website dan merupakan hasil copy-paste sudah tentu tidak akan ditolerir oleh Google. Sehingga akan website akan masuk ke dalam daftar karantina Google Sandbox

2.    SEO yang berlebihan

Optimalisasi mesin pencari sudah pasti hal yang wajib untuk bisa berada di halaman pertama mesin pencari. Tetapi, sesuatu yang berlebihan memang tidak baik.

Pengoptimalisasian website dengan terlalu banyak menyisipkan kata kunci tentu bukan merupakan hal yang bijak. Idealnya, kata kunci yang disisipkan ke dalam konten artikel maksimal 1% dari jumlah kata pada artikel.

image size-full">
Google Sandbox

3.    Memiliki backlink yang tidak bagus

Mempunyai backlink adalah hal yang lumrah untuk menaikkan angka traffic website Anda. Bahkan bisa membantu untuk bisa berada di halaman pertama mesin pencari.

Sehingga dilakukan backlink yang berasal dari suatu website yang memiliki relevansi dengan website Anda. Tetapi, bagaimana jika website tersebut bukan merupakan website yang berkualitas dan termasuk website yang buruk?

Tentu hal ini akan menjadi bumerang bagi website Anda. Google akan menyatakan bahwa backlink yang ada di website buruk tersebut merupakan website yang buruk juga.

4.    Membuat website spam duplikasi

Website spam duplikasi yang dimaksudkan di sini adalah membuat sebuah website yang isinya sama persis dengan sebuah website, namun dengan nama domain yang berbeda.

Bahasa lainnya adalah kloning.

Kloningan ini merupakan langkah yang tidak sehat bagi Google. Sehingga website yang memiliki kloningan akan otomatis berada dalam daftar karantina Google Sandbox.

5.    Terdapat scam di dalam website

Scam sangat merugikan banyak pihak. Terutama bagi peselancar mesin pencari yang tidak begitu mengerti kejahatan dan sisi buruk dari internet.

Jasa

Sehingga peselancar tersebut akan manut-manut saja dengan apa yang terdapat dan disediakan oleh website yang bernuansa scam.

Maka, website yang memiliki unsur scam akan menjadi sasaran empuk bagi Google Sandbox.

Jika website Anda menjadi korban karantina dari Google Sandbox, maka bagaimana langkah yang mesti ditempuh untuk bebas dari hal tersebut?

image size-full">
Google Sandbox

Langkah agar Bebas dari Karantina Google Sandbox

Jangan panik dulu jika website Anda sudah menjadi bagian yang dikarantina oleh Google Sandbox. Terdapat beberapa langkah yang bisa membuat website Anda terbebas dari hal tersebut.

1.    Perbaiki konten artikel

Original is a must. Mindset inilah yang mesti ditanamkan dalam memulai membuat konten artikel website.

Maka, Segera perbaiki konten artikel website Anda yang memang merupakan hasil dari copy-paste konten artikel website lain.

Selain itu disarankan juga untuk memperbaiki konten artikel yang terindikasi plagiat dari mesin plagiarism checker.

2.    Atur kembali backlink yang buruk

Telusuri kembali backlink yang menuju website Anda. Jika terdapat backlink dari website yang buruk, segera memperbaiki backlink tersebut.

Jika di dalam konten artikel terdapat sebuah link yang sudah rusak dan itu merupakan external link, segera ganti sumbernya.

Tetapi, jika sumbernya hanya itu saja, maka Anda bisa mengubahnya menjadi sebuah kalimat saja dengan menyebutkan sumbernya. Tidak lagi berupa link.

Jasa

baca juga

    3.    Rekonstruksi ulang website

    Merekonstruksi ulang website bukanlah sebuah hal yang buruk. Dengan melakukan hal ini, website Anda akan terasa lebih fresh dan tidak lagi mengandung hal-hal yang bisa menjadi bagian dari karantina Google Sandbox.

    Rekonstruksi ulang ini bisa berupa pengubahan strategi SEO website Anda, seperti penggunaan SEO on-page atau off-page yang tidak berlebihan.

    Setelah Anda sudah menempuh langkah-langkah di atas dan yakin sudah tidak terdapat hal-hal yang bisa membuat terkena Google Sandbox, maka anda bisa meminta untuk reconsideration request/peninjauan kembali kepada Google melalui Google Search Console website Anda.

    Dengan begitu, website Anda akan bisa keluar dari karantina Google Sandbox, dan akan terhindar dari Google Sandbox di masa mendatang.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    14 − 3 =

    You May Also Like