Greenville Farm , Bertahan Karena Konsistensi

undercover.co.id – Greenville Farm , Bertahan Karena Konsistensi , Setiap usaha perlu konsistensi dalam menjaga kualitas produknya dengan baik. Meski di tengah kondisi ekonomi yang melemah, kualitas produk yang baik mampu menjaga merak bertahan di tengah situasi sulit.

Kualitas produk sebuah usaha menentukan keberlangsungan bisnisnya. Tanpa kualitas yang baik, pemasaran yang apik sekalipun tak akan menjaga kontinuitas bisnis. Inilah yang dialami olah Greenville Farm yang didirikan oleh Bobby Agus Pertanian sayur hidroponik ini berdin di saat- saat sulit yakni pandemi COVID-19. Kalau banyak usaha yang bergelimpangan karena pembatasan sosial demi memutus penyebaran wabah Tak sedikit juga yang beralih bisnis untuk tetap bertahan, layaknya Bobby pada saat itu

Pertanian Greenville ini didirikan guna menjaga eksistensi sport centar yang dikelola Bobby saat itu. Pandemi jelas memaksa sport center tersebut harus dieetop operasinya untuk mengurangi tingkat penularan. Berbaga inisiatif coba dilakukan Bobby dan manajaman agar jangan sampai ada pegawai yang harus dirumahkan.

Setelah melalui beragam uji coba, pertanian dengan skema hidroponik ini pun akhirnya disepakati sebagai juru selamat. “Jadi, manajemen mencari cara untuk bagaimana caranya sport center ini tetap bisa beroperas dengan usaha yang esensial. Karena salah satu teman kami pamah belajar akuaponik di Australia dan di Amerika, bellau menyarankan untuk kami bikin hidroponik saja. Jadi, kam bikin sayur hidroponik, kami lempar ke market kata Bobby.

Perubahan bisnis ini tak serta merta mulus. Transformasi bisnis dari sport center menjadi pertanian hidroponik dengan karyawan yang tidak memiliki pengetahuan dasar bertan menjadi tantangan besar. Mula-mulanya Bobby harus belajar dan mengedukasi karyawannya terlebih dahulu.

Karyawan sport center milk Bobby sendin memiliki beragam latar belakang. Mulai dari security, cleaner, dan masih banyak lagi. Begitu

pula dengan Bobby yang sebelummys bekerja di agensi kreatif. Usai memberikan edukast barulah Bobby dan pegawainya membangun Infrastruktur untuk penanaman dengan metode hidroponik

Granville Farm akhirnya manual panen pertamanya pada 28 Oktober 2020, dan ini sekaligus menandai pertama kalinya pertanian ini beroperasi. Didirikan di saat sulit, dengan pengetahuan yang minim, Bobby mengaku bahwa yang menjaga bisnis ini mampu bertahan melewati saat-saat sulit tersebut adalah konsistensi menjaga kualitas produk “Yang membuat kami mampu bertahan adalah konsistensi dalam menjaga kualitas produk kami. Itu yang sampai saat ini terus konsisten kami lakukan,” katanya.

baca juga

    Pertanian hidroponik in berfokus pada produk sayuran yang berdaun. Mulai dari asian green, pakooy, casim, kangkung, kailan, bayam hijau, stomak, dan juga berbagai varian selada Selain itu, pertanian ini juga memproduks sayuran seperti swiss chard, kale nero, dan curly kale. Greenville Farm juga menjual produk olahan sayur hidroponik dan buah dalam bentuk jus.

    Dengan metode hidroponik yang digabungkan dengan teknologi greenhouse. pertanian ini mampu memproduksi sayuran tanpa bergantung pada musim. Luas lahan sendin sebesar 600 meter persegi dengan 24.000 lubang tanam, Per bulannya, pertanian ini mampu menghasilkan 1.200 kilogram hingga 1.500 kilogram sayuran.

    Metode penjualan sayuran menggabungkan metode luring dan daring Secara luring sport contar dengan nama Tangkas Sports Centre yang berlokasi di Jl. Tj. Duren Barat Jl. Komp Green Ville No.11, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini masih menjadi gerai fisik usaha ini. Untuk

    penjualan daring, usaha ini menggunakan beragam marketplace dan media sosial

    Metoda promosi pun mayoritas dilakukan secara daring dengan menggunakan social meds ads dan endorsement. Endorsement

    yang menggandeng sejumlah figur publik dan ahli gus pun berbuah manis. Beberapa figur publik yang mengenal Bobby sejak in bekerja di agensi kreatif pun turut membantu secara sukarela, lantaran menilai sayuran dari Greenville Farm memiliki kualitas yang baik.

    Promosi ini berbuah manis bagi omzet usaha. Meski tak menjelaskan rinci berapa ometry, Bobby menjelaskan bahwa produk sayuran yang terjual mencaps 80% dan has panen, sementara sisanya digunakan untuk promosional. Produk sayuran sendiri dijual per pak, dengan isi pak seberat 250 gram dan dijual mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per pak

    Penetrasi pasar pun sudah berubah sejak pandemius. Ketika awal memula, usaha ini bergantung banyak pada penjualan langsung

    ke konsumen. Kini sudah banyak bisnis yang mulai memesan sayuran hidroponik ini sehingga proporsi penjualan langsung ke konsumen dan kebianis sekarang memiliki perbandingan 50:50

    Dalam menjaga kualitas produk, Bobby tak menggunakan produk kimia untuk sayurannya. Seluruh sayuran ditanam dengan pupuk dan pestisida organik Konsistensi tersebut dilakukan dengan tidak menggunakan bahan kimia, meski, penggunaan pupuk dan pestisida organik ini tak membuat tanaman kebal hama secara permanen. Alhas, kadang hama yang berlebihan membuat sayuran tumbuh lebih kecil daripada seharusnya.

    “Kami mau memberikan value tambahan ke konsumen bahwa selain produk segar yang dikirim itu langsung setelah dipanen, langsung dikirim, pupuknya yang kami pakal ini pupuk yang organik, pupuk yang natural, bukan pupuk kimia,” katanya.

    Untuk menjaga kualitas sayur tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen, Bobby menggunakan layanan logistik yang memiki Jasa antar sampai dalam sehari ini juga menjadi cara usaha ini menjaga kualitas produk. Saat ini, Greenville Farm sudah mampu menjual produknya di area Jabodetabek dan Tangerang Selatan.

    Carita duka tak sekadar dialami saat merintis usaha ini ataupun ketika hama menyerang. Karena greenhouse dibuat menggunakan plastik UV, cakar kucing pun menjad bahaya bagi greenhouse ini. Meski demikian, tak sekalipun pertanian hidroponik ini pernah mengalami gagal panen.

    Di sisi lain, Creenville Farm telah melihat masa-masa bahagianya. Bahkan Bobby bilang. pertanian ini pernah melakukan pengiriman sebanyak 80 dus. Satu dus berisikan enam pak sayuran

    Menjelang tahun operasinya yang ketiga, Bobby mengatakan bahwa usaha ini sedang mengubah metode tanam dari hidroponik menjadi akuaponik. Bobby berharap prosesini segera rampung pada tahun 2023

    Yang membuat kami mampu bertahan adalah konsistensi dalam menjaga kualitas produk kami.

    Bobby Agus – Founder Greenville Farm

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ×

     

    Hello!

    SEO Manager Kami Membantu Anda

    × SEO Consultation