jasa seo dan internet marketing
jasa seo dan internet marketing
Published On: Sun, Feb 19th, 2017

Haruskan Mewaralabakan Bisnis? Ini 4 Pertanyaan Penting yang Harus Kamu Tanyakan

undercover.co.id – Kalau kamu adalah pemilik bisnis yang bisnisnya sedang berkembang cepat, mungkin kamu berpikir untuk mewaralabakannya. Ya, waralaba bisa jadi cara yang bagus untuk memperluas jangkauan pasar bisnis kita, tapi banyak pebisnis yang enggak siap dengan kenyataan dunia waralaba. Ketika seorang pebisnis memutuskan untuk mewaralabakan bisnisnya, maka bersiaplah, bisnis akan menjadi berbeda. Faktanya, ada pebisnis yang enggak cocok dengan waralaba lantaran kemampuan khusus mereka adalah membangun perusahaan dan membawa visi menjadi kenyataan, bukan mengatur operasioanal – bagian terpenting dari sebuah waralaba. Sedangkan menjadi pemegang waralaba bagi pemilik bisnis UKM enggak selalu tepat. Mereka yang ingin mewaralabakan bisnis UKM nya mungkin harus menghadapi banyak tantangan. Coba deh pertimbangkan kembali dan tanyakan keempat pertanyaan ini sebelum kamu mewaralabakan bisnismu.

1.Apakah model bisnis bisa direplikasi?

Pertanyaan pertama yang paling penting ditanyakan ketika ingin memutuskan mewaralabakan bisnis adalah apakah model bisnis kita bisa direplikasi? Apakah operasional bisnis sederhana dan cukup terukut untuk orang lain melakukannya dengan baik di lokasi yang berbeda? Jika ya, mulailah untuk mendokumentasi proses hari ke hari supaya  penerima waralaba bisa menduplikasinya. Kenapa perlu diduplikasi? Supaya produk dan layanan konsisten meskipun toko dan orang yang mengoperasionalkannya berbeda.

Baca juga: Ini 4 Startup Travel Asia Tenggara yang ‘Menggairahkan’ Pasar Aplikasi Travel
2.Apakah kamu sudah siap meninggalkan kebebasan berwirausaha?

Waralaba adalah salah satu model bisnis tersukses, tapi model ini membutuhkan ketergantungan dengan banyak pihak. Ketika pemilik bisnis memutuskan untuk waralaba, itu artinya ia harus membangun hubungan yang kuat dengan investor dan penerima waralaba. Pemilik waralaba enggak akan sukses tanpa penerima waralaba. Sebagai pemilik waralaba, kita masih mengendalikan upaya branding, pengembangan produk dan kebijakan perusahaan secara umum, tapi kita harus mampu menerima fata bahwa penerima waralaba punya kebebasan untuk menjalankan cabang bisnis perusahaan kita. Kalau kita bisa menerimanya, mungkin kita sudah siap dengan waralaba.

3.Bisakah menciptakan sistem pendukung yang kuat?

Untuk mengubah bisnis kita menjadi waralaba, kita membutuhkan banyak bantuan dari luar. Memiliki sistem pendukung akan membantu kita mengetahui dan menangani masalah. Dalam bentuk apakah sistem pendukung? Bisa dalam bentukan dukungan hukum, seperti notaris. Dengan adanya dukungan kita bisa memahami aspek hukum waralaba, menjawab pertanyaan dan memberikan dukungan untuk penerima waralaba.

4.Apakah bisnis UKM kita sudah cukup matang untuk diwaralabakan?

Kalau kita sudah punya jawaban ‘ya’ untuk semua pertanyaan sebelumnya, pertanyaan terakhir dan mungkin yang paling penting adalah apakah bisnis UKM kita cukup stabil, matang dan berkembang untuk diwaralabakan. Coba pikirkan kembali berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk membuat bisnis kita lepas landas. Kecepatan memasarkan adalah segalanya. Kalau kita mau mewaralabakan, maka kita harus mampu menjangkau pasar dengan cepat.

Keempat pertanyaan ini adalah titik awal yang baik, tapi masih ada banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan kalau kita ingin mewaralabakan bisnis. Sebelum kita mulai mendaftarkan bisnis untuk waralaba, pastikan kita sudah melakukan riset dan benar-benar memahami arti bisnis ini untuk kita dan perusahaan.
Baca juga: Pertanian Merambah Startup? Ini 3 Startup AgTech yang Lagi ‘Hot’ di Asia Tenggara

jasa seo dan internet marketing

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

jasa seo dan internet marketing
Protected by Copyscape
Pin It