Hot News Twitter Ambil Tindakan Terhadap Netizen

SEO UNDERCOVER CO ID 29

Anda pengguna Twitter? Atau malah biasa menggunakan media sosial satu ini sebagai salah satu komponen marketing Anda?

Jika ya, mungkin Anda akan sering mendapat rentetan pesan yang menyerang direct message Anda. Atau, sedang enak-enak berselancar, muncul pesan-pesan iklan yang isinya sama di Timeline Anda, tetapi dikirim oleh berbagai akun dengan nama pengguna berbeda.

Belum lagi akun Anda mendadak memfollow akun-akun yang tidak Anda kenal dan tidak pernah merasa kunjungi, maupun sempat berinteraksi. Itulah yang disebut spam. Keberadaannya sudah lama mengakar di ranah media sosial dan seringkali dimaklumi oleh penyedia platform.

Twitter akan Banned Multiple Account

Dan celah itu membuat Twitter bisa dilirik sebagai salah satu media sosial dan periklanan yang permisif. Penggunaan multiple accounts, bots, dan lain sebagainya seolah sudah menjadi elemen sehari-hari bagi pegiat E-commerce yang berdagang di media sosial berlogo burung biru itu. Namun, baru-baru ini Twitter mengambil tindakan. Setelah pergantian bentuk avatar profil pengguna dari kotak menjadi bundar, penambahan jumlah karakter per tweet, dan pembenahan tampilan secara masif, rupanya kini Twitter memperbaiki sistem keamanan mereka.

Seperti yang telah kita ketahui, Twitter bisa diakses menggunakan berbagai aplikasi selain aplikasi official Twitter maupun Desktop. Ada TweetDeck, Plume, Dabr, dan lain-lain yang menawarkan pengalaman berbeda dalam mengakses Twitter–termasuk kemungkinan automasi fitur untuk mengirim spam.

Hal itu bisa membawa kerugian tertentu baik bagi pengguna maupun platform. Namun alih-alih sepenuhnya menutup akses, Twitter memberlakukan rangkaian aturan baru untuk membatasi fitur automasi untuk tujuan mem-posting spam.

Sebagai tambahan, Twitter juga mengubah beberapa elemen Application Program Interface (API)nya yang akan membatasi pengguna untuk melakukan kegiatan yang terkoordinasi secara bersamaan lewat banyak akun sekaligus (multiaccount).  Aturan baru ini diberlakukan untuk, dilansir dari pernyataan resmi Twitter, “menindaklanjuti ancaman bahaya-bahaya yang mengancam percakapan-percakapan penting yang terjadi di Twitter.”

Kebijakan Baru Twitter

Rincian dari kebijakan baru ini bisa dilihat sebagai berikut:

  1. Sebuah aplikasi atau layanan tidak boleh mengizinkan pengguna untuk mem-posting konten-konten yang identik atau pada dasarnya mirip secara bersamaan melalui banyak akun sekaligus.
  2. Sebuah aplikasi atau layanan tidak boleh mengizinkan pengguna untuk secara bersamaan melakukan kegiatan atau tindakan seperti memberikan Like, Retweet, atau Follow melalui banyak akun sekaligus.
  3. Sebuah aplikasi atau layanan tidak boleh mengizinkan pengguna untuk menggunakan segala bentuk automasi (termasuk scheduling) untuk mem-posting konten-konten yang identik atau pada dasarnya mirip, atau melakukan kegiatan atau tindakan seperti memberikan Like atau Retweet melalui banyak akun sekaligus.
  4. Para pengguna TweetDeck sudah tidak bisa lagi menggunakan akses multiple account untuk melakukan kegiatan atau tindakan seperti mengetweet, me-retweet, memberikan like, atau mem-follow akun-akun lain.

baca juga

undercover.co.id

Website Cuma 100 Ribu

Pembuatan Website Profesional

Jasa Seo Profesional dan Terpercaya

Jasa Sosial Media Maintenance

Setiap aplikasi atau penyedia layanan yang menggunakan basis Twitter harus mematuhi poin-poin di atas sebelum tanggal 23 Maret 2018. Jika tidak, ancaman yang diberlakukan adalah penangguhan atau pemblokiran. Hal ini patut dicatat bagi semua pengguna jasa aplikasi-aplikasi tersebut, khususnya pemain besar yang menggunakan Twitter sebagai salah satu media periklanan mereka.

Di satu sisi, hal ini mungkin akan merugikan para pedagang yang sudah banyak berinvestasi pada metode ini. Tapi di sisi lain, tindakan ini boleh jadi muncul karena banyaknya keluhan dari pengguna lain. Tidak ada yang suka menerima spam, sebetapapun bagusnya produk yang diiklankan. Apalagi kalau sampai spam-spam itu mengganggu keberlangsungan dan kenyamanan para pengguna media sosial lain yang seharusnya adalah target konsumen kita.

TweetDeck misalnya, terkenal dengan fiturnya yang mengizinkan seorang pengguna memiliki dan menjalankan banyak akun, bahkan sampai puluhan. TweetDeck juga memiliki fasilitas monitor sehingga seorang pengguna bisa memantau apa saja yang dilakukan pengguna lain secara terperinci. Bila tidak digunakan secara bijak, hal ini bisa mengarah pada perilaku yang tidak diinginkan seperti stalking atau spamming seperti yang dipermasalahkan oleh Twitter.

Dunia bisnis digital memang penuh persaingan. Akan tetapi, iklim bisnis yang sehat jelas lebih perlu dipertahankan. Jangan sampai adanya pengiklan “nakal” di media sosial membuat seluruh platform kolaps sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk beriklan di tempat tersebut karena para konsumen potensial berlomba untuk menjauhi suatu media hanya karena spam. Kita sebagai pemilik usaha juga harus tahu menempatkan diri dan menentukan investasi kita secara bijak.

Nah, sudah siap kembali berdagang cermat di media sosial Twitter?

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh