Indahnya Taman Lansia yang Ramah Segala Usia

Indahnya Taman Lansia yang Ramah Segala Usia

Riset membuktikan, bentuk rekreasi tidak harus pergi ke tempat-tempat yang seru dan menarik. Kadang-kadang yang otak butuhkan hanyalah jalan-jalan santai, menatap percikan air yang mengalir di sisi kanan-kiri jalan setapak, dan duduk sambil makan kudapan ketika capek.

Atau singkat kata: piknik. Dan Bandung punya banyak lokasi untuk itu, lho!

Salah satu yang ditawarkan kota sejuta kembang ini adalah taman yang punya nama menarik: Taman Lansia (Lanjut Usia). Betapa pun, ketika masuk kita justru mendapati lebih banyak manusia usia produktif alih-alih orang tua.

Ada bapak-bapak dan ibu-ibu, anak-anak, bahkan remaja yang membawa skateboard atau bersepatu lari. Pemandangan itu menjadi kontras bagi lisplang penanda lokasinya yang berwarna merah manyala besar-besar: TAMAN LANSIA.

 

Revitalisasi

Usut punya usut, asal mula pemberian nama ini sebetulnya tidak harfiah banget. Sejak awal pembangunannya—pada masa pendudukan Belanda, sekitar 1855—hingga kini, Bandung punya sekitar 600 taman yang tersebar di sepenjuru kota yang sebenarnya tidak terlalu besar ini.

Namun sayang, sebagian besar taman-taman itu sempat terbengkalai. Baru ketika Ridwan Kamil menjabat sebagai walikota, taman-taman yang tidak terurus itu mulai direvitalisasi agar bisa bermanfaat bagi warga sekitar. Menurut data, ada sekitar 600 ribu penduduk Bandung yang mengidap stres oleh beragam hal. Banyak, ya?

Untuk menanggulangi hal itu, tempat-tempat hiburan pun mulai diberdayakan. Makanya ada tempat-tempat tematik kayak Taman Jomblo, dan juga Taman ini. Semacam gimmick alias embel-embel agar yang melihat merasa tertarik, lalu datang.

Disediakan juga jalan setapak yang dipenuhi batu refleksi, supaya orang-orang—utamanya mereka yang berusia lanjut—bisa berjalan telanjang kaki di atasnya untuk melancarkan peredaran darah.

Seperti yang kita tahu, orang sekarang selalu pergi ke tempat-tempat yang gersang seperti mall atau pusat perbelanjaan lainnya kalau sedang suntuk. Padahal, ada kalanya manusia harus kembali ke fitrah aslinya: menyatu dengan alam.

Kontak dengan tanaman dan tanah adalah kebutuhan yang sering banget dilupakan orang-orang. Hal-hal seperti itulah yang sebenarnya membuat hati tentram dan bisa memandang persoalan dengan cara yang lebih jernih.

 

Alasan lainnya adalah, pembangunan taman-taman semacam ini juga turut membantu pemanasan global. Suhu bumi sedang mencapai titik tinggi-tingginya, emisi gas pun semakin merajalela. Tidak heran belakangan ini panasnya luar biasa.

Makanya, semua warga dan pemerintah kota dihimbau untuk memperbanyak tanaman di sekitar. Dan Taman Lansia pun hadir dengan jajaran pepohonannya yang berkayu keras dan tinggi-tinggi. Apalagi jenis tanaman yang ditanam di sini sebagian besar adalah jenis evergreen alias hijau sepanjang tahun.

Mau sepanas apa pun hari ini, kalau datang ke sini dijamin langsung adem, deh! Sejenak melupakan masalah di kepala kita, dan bersantai.

Lokasi yang Strategis

Karena bentuk taman ini yang luar biasa lapang bin gede, jangan khawatir sulit menemukannya. Belum lagi, posisinya juga strategis banget.

Sedang belajar soal bumi di Museum Geologi? Tinggal menyeberang, langsung ketemu deh tulisan merah-merah dan pintu masuknya yang gede. Atau, sedang ada di Gedung Sate? Tinggal menengok sedikit ke sebelah, yap, ketemu deh.

Saking gedenya, taman ini juga melingkupi tiga ruas jalan yaitu Jalan Cisangkuy, Jalan Diponegoro, dan Jalan Cilaki. Kalau kita kebetulan sedang berada di seputar tiga jalan ini, pohon-pohon tingginya sudah langsung kelihatan.

Karena lokasi yang strategis itulah makanya banyak orang dari berbagai kalangan dan usia yang datang ke sini untuk melepas penat setelah melakukan aktivitas mereka.

Ruang Terbuka Biru dan… Wi-fi.

Apa itu ruang terbuka biru?

Secara umum, ruang terbuka biru adalah persyaratan untuk membangun smart city living alias standar hunian kota yang cerdas dan ramah lingkungan. Hal itu terpenuhi dengan cara menghadirkan ruang-ruang penyimpanan air seperti waduk atau danau.

Dan kalau danau-danau tadi bisa sekalian jadi tempat wisata, mengapa tidak?

 

Ada dua danau buatan di Taman Lansia. Sebenarnya ada tujuh, tapi dua lainnya ada di Taman Kandaga Puspa, tiga lagi di Taman Cilaki.

Danau-danau ini sangat berperan lho! 15% kebanjiran di area sana dengan sukses direduksi sejak ada danau-danau ini. Makanya tingkat banjir semakin lama semakin menurun.

Bentuknya juga didesain menyerupai danau aktif. Dalam arti, di keempat sisi danau ada semacam tangga undakan bagi pengunjung yang ingin main atau duduk-duduk di sana.

Kalau cuaca lagi hujan deras, danau ini akan penuh dan menampung semua air hujan yang masuk. Jadilah danau mini yang airnya menggenang jernih dan enak dipandang. Kalau sedang kering, cekungannya jadi kosong, sehingga kita bisa duduk-duduk di sana sambil melakukan kegiatan lain seperti main gitar, makan jajan, atau sekadar mengagumi tanaman-tanaman di sana.

Atau lagi: main Internet. Yup. Menyadari bahwa Internet sudah menjadi kebutuhan pokok orang-orang, di sekitar taman ini juga sudah dipasangi banyak router wi-fi.

Jadi buat kamu yang sedang waswas mengerjakan tugas karena diburu dosen tapi tidak ada Internet, atau wisatawan yang kehabisan paket data padahal butuh jemputan ojek online atau mengabari keluarga, bisa kok datang ke sini!

Kalau kita perhatikan, material tempat ini sebagian besar terbuat dari beton kuat dan kawat baja. Dan ini bagus, mengingat banyak wisatawan kurang bijak yang suka menggunakan sarana dan prasarana seenaknya sehingga cepat rusak. Tempat duduk di sini juga kokoh dan awet, jadi semakin nyaman deh nongkrong dan bersantai di Taman Lansia.

 

Macam-Macam Jajanan

Mulai lapar? Jangan khawatir, ada banyak pedagang kakilima yang menggelar jajanan di sini—mulai dari cilok gurih, seblak yang pedasnya nagih, sampai roti canai yang rasanya persis seperti di negeri asalnya, Timur Tengah. Tidak peduli ada spanduk besar-besar yang melarang pedagang datang, keberadaan mereka selalu dinanti.

 

Meskipun jajanan-jajanan itu enak, jangan lupa menjaga kebersihan ya. Sebab alasan pedagang-pedagang tadi sebenarnya dilarang berjualan bukan karena mereka mengganggu mata, tetapi karena khawatir orang yang sudah menghabiskan jajanannya seenaknya membuang bungkusnya di rerumputan, meja, atau bahkan ke dalam air danau.

Ingat, sarana diberikan supaya kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Nggak mau kan, tempat senyaman ini jadi ditutup gara-gara kita tidak mau diajak bersih?

 

 

Lapang, Nyaman, dan Ramah

Jadi, tunggu apa lagi? Ada tanaman, ada danau, lokasi yang lapang, apalagi Internet… Otak kita butuh istirahat, nih! Siapkan kotak bekal untuk diisi makanan dari rumah, atau beberapa lembar uang buat jajan. Kalau sedang ingin hidup sehat, jangan lupa sepatu lari.

Karena taman ini besarnya sekitar 1,45 hektar—cukup untuk membakar kalori kita dengan cara diajak berlari atau berjalan santai memutarinya selama 1-2 kali saja. Menghirup udara segar dari proses fotosintesis pepohonan serta bunga-bunga yang mekar di sana bukan ide buruk.

Dan kalau kebeturan cahayanya lagi bagus? Tinggal keluarkan kamera, senyum, lalu—cekrek!

TAMAN LANSIA

  • Jam buka: 24 jam
  • Tiket masuk: Free (GRATIS)
  • Alamat: Jl. Cisangkuy, Citarum, Bandung Wetan 40123, Kota Bandung, Jawa Barat
  • Telepon: 081 561 60 009

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!