Industri Fintech Untuk UKM

Praktik Industri Fintech untuk UKM di Indonesia
Praktik industri keuangan di Indonesia menaiki level selanjutnya.
Perkembangannya diperluas dengan kemunculan industri fintech di Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan sudah mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah teknologi keuangan ini.
Tak hanya itu, kemunculan perusahaan pemberi pinjaman peer-to-peer (p2p) dalam beberapa tahun terakhir juga meningkat.
Hingga saat ini, 99 platform fintech telah terdaftar di OJK, di luar itu ada 117 perusahaan yang didaftarkan dan sedang dalam proses.
Menurut Kepala eksekutif OJK, lembaga pengawasan keuangan non-bank ini salah satu syarat untuk platform peminjaman fintech untuk didaftarkan di OJK adalah untuk menjalani proses sertifikasi.
Proses ini akan diadakan terlebih dahulu oleh Asosiasi Pemberi Pinjaman Fintech Indonesia (AFPI).
AFPI telah secara resmi disetujui sebagai mitra resmi OJK dalam mengawasi pinjaman fintech oleh pemerintah.

Perkembangan Fintech P2P di Indonesia

Secara spesifik berdasarkan data OJK, hingga akhir Januari 2019, nilai transaksi perusahaan pemberi pinjaman fintech p2p telah mencapai Rp25,59 triliun dari 99 platform terdaftar.
Sementara jumlah pemberi pinjaman mencapai 267.496 entitas dengan lebih dari 5 juta debitur di lebih dari 17 juta transaksi.
Dikutip dari Tempo Ketua AFPI Adrian Gunadi mengatakan bahwa anggota AFPI harus mematuhi kode perilaku.
Hal itu misalnya, larangan untuk mengakses kontak yang dimiliki oleh klien yang baru-baru ini memicu polemik publik karena banyak platform pinjaman mengakses kontak klien untuk penagihan.

Pengertian Fintech Lending

Untuk anda ketahui lebih terperinci fintech digunakan untuk menggambarkan teknologi baru yang berupaya meningkatkan dan mengotomatiskan pengiriman dan penggunaan layanan keuangan.
Pada intinya, fintech digunakan untuk membantu perusahaan, pemilik bisnis, dan konsumen mengelola operasi keuangan, proses, dan kehidupan mereka dengan lebih baik.
caranya dengan menggunakan perangkat lunak dan algoritma khusus yang digunakan pada komputer dan smartphone.
Fintech merupakan istilah kombinasi dari “teknologi keuangan”.

Sejarah Fintech

Ketika fintech muncul di abad ke-21, istilah ini awalnya diterapkan pada teknologi yang digunakan pada sistem back-end dari lembaga keuangan yang mapan.
Sejak itu, bagaimanapun, telah ada pergeseran ke layanan yang lebih berorientasi konsumen dan oleh karena itu fintech mendapatkan definisi yang lebih berorientasi konsumen.
Fintech telah berkembang untuk memasukkan setiap inovasi teknologi dalam otomatisasi sektor keuangan, termasuk kemajuan dalam literasi keuangan.
Di dalamnya pun juga ada saran dan pendidikan, serta perampingan manajemen kekayaan, peminjam dan pemberi pinjaman, perbankan ritel, penggalangan dana,  dan banyak lagi.
Fintech juga mencakup pengembangan dan penggunaan mata uang kripto seperti bitcoin.
Secara umum, istilah “teknologi keuangan” dapat diterapkan pada setiap inovasi dalam cara orang bertransaksi bisnis, dari penemuan uang digital hingga pembukuan entri ganda.
Namun, sejak revolusi internet, teknologi keuangan telah tumbuh secara eksplosif, dan fintech sekarang menggambarkan berbagai intervensi teknologi milik pribadi dan komersial.

Kegiatan Keuangan di Fintech

Fintech sekarang merujuk berbagai kegiatan keuangan, seperti transfer uang, menyetor saldo dengan smartphone Anda.
Tak hanya itu, bahkan dapat digunakan untuk mengajukan kredit, mendapatkan investasi uang untuk memulai bisnis, atau mengelola investasi Anda, umumnya tanpa bantuan seseorang.
Menurut Eop’s Fintech Adoption Index 2017, sepertiga konsumen menggunakan setidaknya dua atau lebih layanan fintech.
Konsumen tersebut juga semakin menyadari fintech sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Fintech dalam Praktek

Startup fintech yang paling banyak prospeknya ialah yang memiliki karakteristik melayani segmen yang kurang terlayani di perbankan.
Sebagai contoh, Affirm berusaha untuk menawarkan cara bagi konsumen untuk mendapatkan pinjaman jangka pendek dan proses cepat.
Meskipun suku bunga bisa tinggi, Affirm mengklaim untuk menawarkan pinjaman bagi konsumen yang ingin belanja dengan suku bunga yang masih terbilang aman.
Demikian pula, Better Mortgage berupaya merampingkan proses pinjaman uang untuk pengusaha yang kekurangan modal.
Singkatnya, fintech berusaha menyediakan solusi yang terbaik untuk konsumennya, baik pemilik usaha kecil atau UKM dan corporate.
Demikian riwayat praktik industri fintech untuk UKM di Indonesia.
Baca juga
Investor Bisnis
Daftar 99 Fintech
Daftar 50 Virtual Office dan Service Office Jakarta
50 Tempat Meeting dan Gathering di Jakarta
100 Daftar Notaris PPAT dan Pengacara di Jakarta
Panduan Trading Forex Sukses
350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

Perusahaan-perusahaan Fintech Teratas di Indonesia

Fintech indonesia mungkin merupakan salah satu sektor teknologi yang tumbuh paling pesat baru-baru ini.
Salah satunya berkat proliferasi pinjaman peer-to-peer (P2P).
Menurut Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK), transaksi melalui pinjaman P2P mencapai US $ 951 juta (Rp13,8 triliun) dalam tiga kuartal pertama tahun 2018.
Tren ini telah membawa rasa tangibilitas dan dampak pada fintech di Indonesia, yang didukung oleh kenaikan kehadiran kapitalis ventura.
Belum lagi dengan meningkatnya minat bank dalam memperkuat teknologi startup fintech.
Dengan meningkatnya perhatian internasional dan perusahaan serta investor masuk ke Indonesia, penting sekarang untuk mengangkat nama-nama perusahaan fintech lokal teratas di Indonesia ini.
Berdasarkan situs penilaian seperti Crunchbase atau Tech in Asia, berikut merupakan perusahaan-perusahaan fintech teratas di Indonesia.

AkuLaku

Pendana AkuLaku ditujukan untuk kelas pekerja di pasar umum Asia Tenggara.
Akulaku menyebut diri mereka platform e-commerce dengan fokus khusus pada pembelian tanpa kartu dengan kartu kredit.
Layanannya khusus untuk produk-produk seperti pinjaman mobil, pembayaran tagihan, topup, perjalanan, dan paket liburan lainnya.
Saat ini Akulaku beroperasi di Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.2.

KinerjaPay

Fintech lain yang ikut meramaikan pertumbuhan e-commerce, KinerjaPay adalah dompet mobile dan platform e-commerce yang dikemas menjadi satu.
Platform ini menawarkan solusi pembayaran digital untuk bisnis  di Indoensia.
Fasilitas ini memberikan kemudahan pada pengguna guna membayar tagihan mereka dan berbelanja di situs afiliasi e-commerce.

Pundi X

Pundi X bertujuan untuk mengembangkan jaringan terminal point of sale (PoS) yang akan membantu orang membeli dan menjual mata uang kripto.
Perusahaan ini bertujuan untuk meluncurkan layanan jual beli dengan mata uang ripto di berbagai negara seperti Singapura, Indonesia, Afrika, Brasil dan India.
Perusahaan ini juga bermitra dengan alat pertukaran cryptocurrency dalam mewujudkan visi mereka.

FinAccel (Kredivo)

Kredivo dioperasikan oleh FinAccel, berfungsi seperti kartu kredit digital untuk memungkinkan pengguna melakukan pembelian online dengan kredit.
Pengguna Kredivo dapat membayar barang yang dibeli via online dengan cara mencicil tanpa perlu memiliki kartu kredit.
FinAccel telah mengumpulkan US $ 1,1 juta dalam putaran pendanaan Seri A, dan kemudian mengumpulkan US $ 30 juta untuk produknya Kredivo.
Menyusul kemudian, Kredivo mengumumkan bahwa mereka juga mengembangkan diri sebagai perusahaan yang menawarkan pinjaman pribadi di Indonesia.
Pinjaman ini ditawarkan dengan bunga 2,95 bunga per bulan.

PT Achilles Advanced Systems (OnlinePajak)

Perusahaan ini bergerak di bawah payung PT Achilles Advanced Systems.
OnlinePajak adalah aplikasi pajak berbasis web lengkap untuk menangani pajak dan administrasi perusahaan.
OnlinePajak memiliki misi meningkatkan pengumpulan pajak dan menghilangkan beban administrasi melalui aplikasi mulusnya.

C88 (CekAja.com)

C88 mengoperasikan platform perbandingan CekAja.com, portal online untuk pengguna yang ingin membuat keputusan keuangan yang lebih cerdas.
Platform perbandingan memungkinkan pengguna untuk membandingkan kredit, asuransi, tabungan, investasi, dan produk keuangan konsumen lainnya.
Portal ini juga menawarkan layanan konsultasi gratis melalui obrolan langsung, layanan pusat panggilan, dan media interaktif terkait.

M Cash Integrasi

Produk ini muncul dengan mengambil peluang di mana terdapat populasi besar penduduk Indoensia yang tidak memiliki rekening Bank.
M Cash Integrasi memproduksi dan mengoperasikan apa yang disebut kios MCASH, di mana pengguna dapat mengakses berbagai produk digital.
Akses melalui M Cash bisa untuk isi ulang, uang elektronik, tagihan elektronik, pemesanan perjalanan, tiket elektronik, dan voucher digital lainnya.
Kios digital Mcach ada di area swalayan di seluruh Indonesia.

KoinWorks

KoinWorks adalah platform investasi online pinjaman P2P yang memanfaatkan mesin untuk menghubungkan investor dengan peminjam UKM atau individu yang mencari bantuan keuangan.
Investor dapat berinvestasi mulai dari IDR 100.000 dan peminjam dapat mengajukan pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah.
Demikian fintech yang dapat anda coba untuk membantu anda mengatur keuangan anda di masa depan.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!