INDUSTRI PENERBANGAN Menuju Pemulihan 100%

INDUSTRI PENERBANGAN Menuju Pemulihan 100%

Industri penerbangan nasional dan global sangat terpukul dengan merebaknya pandemi COVID-19. Sering dengan terkendalinya wabah dan pencabutan pembatasan sosial, bisnis jasa ini mulai menuju puncak pemulihan.

OlehTri Kurnia Yunianto

Di Indonesia, arus mudik dan arus balik Idulfitri 2023 menjadi momentum titik balik pulihnya industri penerbangan. Hal ini terpotret dari bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II yang kembali dibanjiri jutaan penumpang. Berkaca dari hasil positif itu, perseroan akhirnya berani meningkatkan target jumlah penumpang hingga akhir tahun.

Laporan kinerja memuaskan pertama kali dipaparkan oleh PT Angkasa Pura (AP) I yang berhasil melayani sebanyak 3,95 juta penumpang selama arus mudik dan balik 2023 di 15 bandara yang dikelola. Perseroan mendapatkan kenaikan jumlah penumpang sebesar 36% dibandingkan arus mudik dan balik tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Sedangkan di momen mudik tahun sebelumnya hanya 2,9 juta penumpang.

“syukur alhamdulillah, selama operasional Posko Lebaran 2023, sebanyak 15 bandara Angkasa Pura I berhasil mewujudkan zero accident atau nihil kecelakaan,” ujar Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura I.

Adapun kenaikan jumlah penumpang diiringi dengan tingginya pergerakan pesawat yang mencapai 33.108 penerbangan atau tumbuh 33% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 23.395 penerbangan. Realisasi trafik pada Posko Lebaran 2023 tersebut sekaligus mencapai target proyeksi awal, yakni 3.958.061 pergerakan penumpang dan 31.876 pergerakan pesawat.

Secara umum, hingga kuartal I tahun 2023 tingkat pemulihan atau recovery rate AP I telah mencapai 84% dibandingkan dengan periode Maret 2019 atau sebelum pandemi merebak. Sementara itu, untuk pergerakan kargo, dengan jumlah yang dilayani pada Maret 2023 mencapai 38.358 ton. Jika dibandingkan dengan catatan pada periode Maret 2019 yang mencapai 38.883 ton kargo, maka recovery rate pergerakan kargo mencapai 99%.

“Angka pergerakan penumpang, pesawat udara, dan kargo Maret 2023 melanjutkan tren positif di tahun 2023 ini. Dengan recovery rate pergerakan penumpang yang mencapai 84%, pergerakan pesawat udara di angka 78%, serta pergerakan kargo yang bahkan mencapai 99%, tentunya menjadi isyarat bahwa industri penerbangan dan kebandarudaraan sudah mulai pulih, dan bahkan sudah mulai menuju ke angka trafik pada masa prapandemi,” ujarnya.

Berdasarkan rutenya, pergerakan penumpang Maret 2023 yang mencapai 5,2 juta yang terbagi menjadi 4,19 juta pergerakan penumpang rute domestik dan 1,07 juta pergerakan penumpang rute internasional. Untuk recovery rate pergerakan penumpang rute domestik Maret 2023 dibandingkan Maret 2019 mencapai 85%, sedangkan untuk pergerakan penumpang rute internasional mencapai 78%.

Selanjutnya, untuk pergerakan kargo Maret 2023 yang mencapai 38.358 ton, terbagi menjadi 32.270 ton kargo domestik dan 4.088 ton kargo internasional. Untuk recovery rate pergerakan kargo domestik mencapai 126%, serta untuk pergerakan kargo internasional mencapai 35%.

“Pada Maret 2023, recovery rate trafik rute domestik dan internasional, terutama untuk pergerakan penumpang dan pesawat udara sudah sangat baik. Hal ini tentunya disebabkan dengan semakin meningkatnya minat dan kebutuhan warga masyarakat untuk bepergian dengan moda transportasi udara, serta didukung dengan syarat perjalanan udara yang semakin mudah dan semakin bervariasinya pilihan maskapai penerbangan yang menghubungkan bandara kami,” ujarnya.

Dari sisi keuntungan, tingginya jumlah penumpang mendorong laba bersih yang didapatkan perseroan. Tercatat, hingga kuartal I tahun 2023 AP I mendapatkan laba bersih sebesar Rp 147 miliar. Raihan ini meningkat sebesar 120% secara tahunan (yoy).

Hasil positif ini mampu mengembalikan kinerja operasional dan keuangan perusahaan ke masa sebelum pandemi COVID-19. Capaian tersebut didapatkan setelah perseroan melakukan transformasi yakni business turnaroundorganization and culture, financial restructuring, dan digitalisasi.

“Hal ini membuktikan bahwa kerja keras seluruh insan Angkasa Pura I dalam menjalankan transformasi berhasil meningkatkan kinerja operasional dan keuangan perusahaan. Karena itu, kami optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut,” kata Faik.

Hal yang sama juga terjadi pada PT Angkasa Pura (AP) II yang mengelola 20 bandara. Dengan gairah industri penerbangan yang meningkat, perseroan menargetkan hingga akhir tahun dapat melayani sebanyak 76,65 juta penumpang baik rute domestik maupun internasional. Target ditetapkan setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi menurunkan status pandemi COVID-19 menjadi endemi.

Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur AP II menuturkan, penurunan status tersebut dipastikan memberikan dampak positif terhadap pergerakan penumpang pesawat di 20 bandara yang dikelola. Dia bilang target penumpang dinaikkan sebesar 5% dari target awal sebanyak 73 juta orang. “Kami berharap adanya dampak positif bagi perekonomian nasional yang kemudian juga turut menggairahkan sektor penerbangan nasional,” katanya.

Adapun komposisi penumpang sepanjang 2023 adalah sebesar 70% penumpang rute domestik dan 30% penumpang rute internasional. Perseroan bersama maskapai akan mendorong pengaktifan kembali rute-rute penerbangan domestik yang sempat ditutup saat pandemi serta pembukaan rute-rute baru domestik.

“Wisatawan domestik sangat berperan dalam mendukung kebangkitan pariwisata nasional. Karena itu, kami bersama stakeholder khususnya maskapai akan memperkuat konektivitas di rute-rute domestik,” ujarnya.

Di sisi lain, Awaluddin menuturkan gairah industri penerbangan terus terlihat setiap bulannya. Tercatat, pada musim liburan sekolah 22 Juni hingga 6 Juli 2023, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 3,62 juta orang.

Sementara itu, jumlah penumpang pada 22 hingga 26 Juni 2023 tercatat sudah mencapai 1,30 juta orang. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 7% dibandingkan dengan satu minggu sebelumnya yakni 15 hingga 19 Juni 2023.

“Jumlah penumpang di bandara Angkasa Pura II sepanjang periode libur H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Adha ini kami perkirakan meningkat 7% hingga 10% dibandingkan dengan hari-hari normal,” ujar Awaluddin.

AP II dan stakeholder telah berkoordinasi memastikan optimalisasi slot time penerbangan sehingga penerbangan dapat berjalan lancar pada peak season libur Idul Adha dan musim liburan anak sekolah. Di samping itu, perseroan  juga menyiapkan berbagai event untuk menyambut para penumpang pesawat.

“Pada puncak keberangkatan 27 Juni diperkirakan jumlah penumpang mencapai sekitar 255 ribu orang dan pada 28 Juni sekitar 256 ribu orang. Kami bersama stakeholder di 20 bandara berkolaborasi erat untuk memastikan kelancaran keberangkatan dan kedatangan penumpang pada peak season libur panjang akhir pekan ini,” tuturnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

 

Hello!

SEO Manager Kami Membantu Anda

× SEO Consultation