Industri Peternakan Lele di Kota Padang

undercover.co.id – Untuk menjadi seorang pengusaha yang berhasil, dibutuhkan tekad yang keras dan kemampuan manajemen yang mumpuni untuk menunjang bisnis yang dijalankannya.

Sudah banyak fakta yang memperlihatkan bahwa bisnis yang terlihat sepele juga dapat menunjukkan hasil yang luar biasa apabilla dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Irwandi,seorang alumnus mahasiswa perikanan Universitas Bung Hatta berhasil membuktikan bahwa ia juga bisa sukses meskipun hanya beternak ikan lele yang  dianggap sebelah mata oleh orang kebanyakan.

Lebih memilih untuk beternak ikan alih-alih merantau laiknya kebanyakan Urang Awak, Irwandi telah berhasil membeli sebuah mobil yang menjadi pengingat akan perjuangannya.

Kini CV Family Pisces yang menjadi nama usahanya telah meraih omzet maksimal 100 juta perbulan dan dapat menghidupi lebih dari 10 orang karyawan.

Irwandi bahkan dipercaya menjadi ketua dari Asosiasi Pembudidaya dan Pengusaha Catfish dan Ketua Asosiasi Wirausaha Minang hingga kini.

Berternak sambil Berkuliah

Bukan kebetulan sebenarnya Irwandi memilih menjadi peternak lele sebagai profesi yang dipilihnya.

Mengambil jurusan perikanan di Universitas Bung Hatta, Irwandi memang sudah khatam dengan pelajaran pembudidayaan dan pembenihan ikan darat.

Namun keputusannya untuk beternak lele bukannya disambut positif oleh orang-orang di sekitarnya.

Pilihannya sempat diragukan oleh kedua orangtuanya yang menganggap berternak lele sebagai profesi yang sepele.

Ia pun akhirnya memilih untuk tidak merantau demi dapat membesarkan usaha lele di kampung halamannya sendiri.

Untuk dapat membuka usaha peternakan ikan lele, Irwandi sampai rela menggadaikan motor Honda Astrea kesayangannya sebesar 800 Ribu Rupiah.

Meski belum berpengalaman, Irwandi bertekad untuk membesarkan usaha perikanannya sendiri karena prinsipnya untuk tidak akan berpangku tangan kepada orang lain.

Pada awal-awal mendirikan peternakkan lele, Irwandi terbiasa untuk mengurusi bisnisnya seorang diri, mulai dari memanen, memasarkan, hingga mengantarkan pesanan ikan ke pelanggan.

Setelah beberapa lama usaha berjalan, Irwandi akhirnya mulai mengalami kendala dalam memasarkan ikan hasil tangkapannya.

Karena kendala pemasarannya tersebut, ia terpaksa harus membuang banyak stok ikan yang tidak terjual.

Kegagalan Irwandi pada waktu itu bertepatan dengan upaya Pemerintah Provinsi untuk menggalakkan usaha perikanan di wilayahnya.

Meskipun bersumpah tidak akan menerima bantuan apapun, akhirnya Irwandi memutuskan menerima tawaran pemerintah karena bisnisnya sedang dalam posisi terjepit.

Oleh Pemerintah, Irwandi diberikan beberapa bekal pengetahuan dan beberapa fasilitas penunjang seperti freezer, etalase, dan vacuum untuk membersihkan ikan.

Selain itu ikan-ikan dari peternakan milik Irwandi juga diikutsertakan dalam berbagai pameran-pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Perairan.

Sejak saat itu, bisnis perikanan yang dijalankan oleh Irwandi kembali ke jalur yang benar.

Tidak Terlalu Ingin Bergantung Kepada Pemerintah

Pada tahun 2013, usaha peternakan ikan milik Irwandi berhasil memenangi posisi lima besar nasional dalam perlombaan perikanan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan di kota Pontianak.

Karena prestasinya tersebut usaha perikanan milik Irwandi didaulat menjadi salah satu pusat pelatihan calon wirausahawan ikan air tawar dari seluruh Indonesia.

Selain itu ia tempat peternakannya juga naik kelas menjadi peternakan lele terintegrasi yang mencakup fasilitas pembibitan, pembesaran, dan penelitian ikan lele.

Peternakan lelenya juga didaulat menjadi pusat pemasaran ikan-ikan lele baik dari peternakanya maupun ikan hasil biakkan peserta pelatihan.

Dibalik keberhasilan usaha peternakannya hingga menjadi peternakan ikan lele terbaik di Padang, Irwandi sebenarnya berharap agar pemerintah tidak turun tangan mengurusi peternakan ikan rakyat lebih jauh.

baca juga

Irwandi berpendapat bahwa bisnis perikanan yang mendapat bantuan pemerintah dikhawatirkan justru tidak akan berkembang karena akan menyebabkan ketergantungan.

Menurut Irwandi,Bisnis yang ketergantungan terhadap bantuan pemerintah tidak akan mampu proaktif mencari solusi ataupun ide untuk bisa membesarkan peternakan lebih jauh.

Namun meski tidak berharap dibantu, Irwandi justru tengah menyiapkan diversifikasi bisnis di bidang restoran ikan lele dengan sokongan dari tiga dinas pemerintah terkait.

Rencananya restoran ikan lele ini akan berdiri di lokasi strategis di dekat Teluk Bayur dan direncanakan dapat menyerap produksi ikan dari berbagai usaha perairan di Kota Padang.

Tekun Melatih Pengusaha Baru

Terkait dengan peternakannya yang menjadi pusat pelatihan calon wirausaha ikan air tawar, Irwandi sudah berhasil menelurkan hingga 15 angkatan calon wirausahawan baru.

Mereka diberi pelatihan dasar berbisnis ikan lele mulai dari memiih bibit yang benar, mempersiapkan kolam, pakan, hingga pemberian nutrisi bagi ikan lele.

Selain itu mereka juga mendapat ilmu manajemen bisnis yang diajarkan langsung oleh Irwandi yang berperan sebagai kepala sekolah dari pusat pelatihan ini.

baca juga

    Setelah berhasil menjalani proses pelatihan, para calon wirausahawan tersebut akan diberikan sertifikat tanda kelulusan.

    Tekun melatih para calon wirausahawan dengan berbagai ilmu yang dimiliki olehnya, Irwandi tidak takut apabila murid didikannya akan menjadi kompetitornya kelak.

    Alih-alih menjadi pesaing berat, Irwandi justru ingin menjadikan para alumni didikannya untuk menjadi mitra dalam membesarkan industri perikanan Padang hingga satu Sumatera Barat.

    Ia merasakan bahwa rejekinya  terus mengalir meski ia terus mengeluarkan ilmunya untuk orang lain.

    Apalagi ia sudah mendapat banyak pengalaman berharga dari profesinya ini, mulai dari bersalaman dengan menteri hingga berhasil menjadi orang pertama di kampungnya yang memiliki mobil.

    Yang tidak kalah penting, Irwandi bisa membalikkan keraguan orang-orang akan pilihannya untuk berbisnis ikan lele yang tidak dipandang orang lain pada waktu itu.

    baca juga

      Didapuk Sebagai Penggerak UKM Perikanan Kota Padang.

      Memulai usaha peternakan lele hanya dengan kolam yang ia bangun di pekarangan rumahnya, kini Irwandi telah menjelma menjadi sumber inspirasi bagi para pelaku industri perikanan di kota Padang.

      Atas jasanya tersebut ia didapuk menjadi Ketua Asosiasi Pembudidaya dan Pengusaha Catfish Sumatera Barat pada tahun 2009 silam.

      Tidak hanya diiakui oleh para pelaku usaha ikan lele, Irwandi juga mendapat pengakuan dari wirausahawan dari industri lainnya dengan dinobatkan menjadi Ketua Asosiasi Wirausaha Minang serta pernah didapuk menjadi pembicara dalam forum HIPMI Kota Padang.

      baca juga

      Kepala Dinas Perikanan dan Perairan Provinsi Sumatera Barat Yosmeri juga mengungkapkan harapannya agar Irwandi dapat menjadi ujung tombak ekspansi industri perikanan Sumatera Barat menuju pasar regional.

      Hal ini bertepatan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN secara penuh dalam waktu dekat.

      Ad Blocker Detected

      Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

      Refresh
      error: Content is protected !!