jasa seo dan internet marketing
jasa seo dan internet marketing
Published On: Mon, Feb 20th, 2017

Ingin Meluncurkan Bisnis Pakaianmu? Minimkan Kegagalan Simak Dulu 6 Cara Ini !

jasa seo dan internet marketing

undercover.co.id – Punya mimpi membuka bisnis pakaian dengan merek sendiri? Ada banyak alasan tentunya. Entah itu karena kita enggak bisa menemukan model pakaian yang sesuai selera, atau karena kita punya passion untuk merancang pakaian yang unik atau bisa juga sekadar ingin punya bisnis. Mungkin merek pakaian kita belum bisa tampil di Jakarta Fashion Week dalam waktu dekat, tapi langkah awal yang tepat memang segera meluncurkannya. Simak dan coba deh praktikkan lima cara untuk meminimalkan kegagalan dalam meluncurkan bisnis pakaian kita.

bisnis fashion

  1. Lakukan riset

Sebelum memulai produksi dan pemasaran, cobalah pelajari sedikit tentang desain pakaian, termasuk aksesoris seperti pin, renda, dan sebagainya hingga memahami sedikit demi sedikit tentang fashion. Hal ini perlu terlebih kalau kita bukan berlatarbelakang desainer. Penting juga untuk tahu di mana clothing line kita akan diproduksi. Hal ini karena kualitas awal merek pakaian kita menjadi dasar reputasi bisnis ke depannya.

Baca juga: Haruskan Mewaralabakan Bisnis? Ini 4 Pertanyaan Penting yang Harus Kamu Tanyakan

  1. Ciptakan sesuatu yang unik

Pasar fashion menjadi pasar yang ramai. Jadi, tampil berbeda di bisnis ini menjadi hal yang penting dan untuk tampil beda kita membutuhkan keunikan atau ciri khas. Contohnya, desain merek pakaian distro Kamengski dengan tulisan NIKE Ardila tercetak di kaos mereka. Keunikan atau ciri khas enggak hanya dari desain, tapi bisa juga dari layanan. Contohnya, kita bisa menawarkan konsumen untuk membuat desainnya sendiri untuk bahan kain atau kaos yang kita sediakan.

  1. Amankan pendanaan dan buat model bisnis

Untuk membangun inventori awal, kita membutuhkan uang untuk produksi. Coba cari tahu berapa biaya yang diperlukan untuk membuat inventori awal dengan kualitas yang bagus dan rencana ekspansi pasar ke depannya. Mungkin dengan menawarkan desain pre-order kepada pelanggan, kita bisa membayar uang di muka untuk produksi. Untuk memastikan kita mendapatkan profit, kita harus menetapkan harga wholesale dan ritel lebih tinggi daripada pengeluaran. Dengan harga yang ditetapkan setidaknya kita harus bisa mendapatkan profit margin 30-50% lebih tinggi daripada pengeluaran.

  1. Cari tempat pembuatan

Menjahit pakaian dengan mesin jahit sendiri mungkin tak masalah kalau kita hanya punya beberapa pelanggan. Tapi, kalau bisnis kita mau maju dan besar, mau tak mau kita harus memproduksi dalam jumlah massal. Caranya dengan memproduksi pakaian dengan pihak ketiga atau manufaktur. Langkah awal kita perlu mempersiapkan investasi untuk produksi massal. Berapa investasi yang dibutuhkan tergantung berapa banyak pakaian kita mau memproduksi dan seperti apa kualitasnya. Langkah selanjutnya, mencari manufaktur yang tepat yaitu yang bisa memproduksi massal dengan standar yang sudah kita tetapkan.

  1. Belajar memasarkan

Seperti bisnis lainnya, mengetahui pasar sangatlah penting. Buatlah website untuk merek pakaian kita sehingga calon pelanggan mudah mengenali dan belanja produk kita. Iklankan website untuk menarik calon pelanggan potensial. Tapi, strategi pemasaran yang paling efektif sebenarnya adalah dari mulut ke mulut. Kita bisa meminta testimonial dari mereka yang sudah pernah berbelanja dan memostingkannya di media sosial.

  1. Dengarkan konsumenmu

Dengarkan masukan konsumen. Jangan takut untuk mengubah beberapa hal dari produk kita sesuai masukan mereka. Kumpulkan masukan dari mereka sebelum kita melakukan perubahan besar dan kalau kita mengubah produk kita, lakukan dengan perlahan. Perubahan yang mendadak dan signifikan akan membuat konsumen bertanya-tanya. Seperti bisnis lainnya, berbisnis pakaianpun ada tantagangannya. Salah satunya tren yang cepat sekali berubah. Oleh karena itu, diperlukan kejelian dan kemauan untuk mempelajari pasar.

Baca juga: Tampil Beda di Pasar, Bisnis Kedai Kopi Ini Tawarkan Kopi Ramah Penderita Maag

jasa seo dan internet marketing

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>