Seluk Beluk Usaha Jastip yang Populer di Kalangan Milenial

Bagaimana Membangun Yayasan SEO Anda

Pesatnya pertumbuhan media sosial menumbuhkan banyak peluang-peluang pemasukan baru bagi kaum milenial.

Besarnya potensi jangkauan yang bisa diraih membuat media sosial lambat laun akan menenggelamkan cara-cara konvensional.

Salah satu peluang usaha yang bisa dijalankan melalui media sosial adalah usaha jasa titip alias jastip.

Seluk Beluk Usaha Jastip yang Populer di Kalangan Milenial

Hanya dengan telepon pintar, pelaku usaha jastip cukup mengupload foto produk dan lokasi foto dan menawarkan jasa membelikan ke sana. 

Pada awalnya bisnis ini mulai berkembang dengan memanfaatkan kegemaran kebanyakan orang Indonesia yang sering menitip belanja barang baik dalam maupun luar negeri.

Kini bisnis jastip justru menjadi salah satu tren bisnis online di Indonesia alih-alih sebagai sampingan belaka.

Model bisnis usaha jastip ini yaitu keuntungan bisnis didapat dari selisih uang yang diberikan oleh klien dengan uang yang dibelanjakan.

Kisah Sukses para Pebisnis Jastip

Melihat caranya yang sederhana dan tidak perlu merogoh modal terlalu dalam, banyak orang yang memilih pekerjaan sebagai pelaku usaha jastip.

Malahan banyak yang berstatus baik sebagai ibu rumah tangga hingga karyawan kantoran memilih menjadikan bisnis ini sebagai sampingan atau penuh waktu.

Seperti misalnya ibu Desanti yang mendapat ide memulai bisnis jastip setelah melihat promo cuci gudang dari sebuah gerai produk kecantikan.

Ibu Desanti kerap kali menawarkan diri dititipi belanja untuk acara-acara besar seperti promo big sale yang ada di pusat perbelanjaan. Hebatnya, Ibu Desanti berhasil membesarkan usaha jasa titip ini hanya dengan dibantu oleh suaminhya.

Ibu Desanti Keuntungan yang bisa diraih sekitar 8 hingga 11 juta rupiah untuk acara-acara berskala besar hanya dalam hitungan hari saja.  

baca juga

Editor’s Choices

1000 Ide Bisnis UKM Modal Kecil

Daftar 600 Bisnis Franchise

Ada lagi cerita dari Vita yang rela untuk resign dari pekerjaanya sebagai pekerja di perusahaan multinasional demi menjalankan bisnis jastip.

Dengan modal meminjam uang dari sang ibu, kegiatan jastip Vita yang dimulai dari iseng belaka justru menjadi ladang penghasilannya.

Banyak menerima pesanan untuk barang-barang luar negeri, usaha jastipnya berkembang hingga bisa membawa 4 koper dengan berat masing-masing 80 kg.

Tidak hanya untuk barang luar negeri, barang-barang yang tersedia di dalam negeri pun bisa menjadi sumber pemasukan Jastip.

Dian Fath misalnya, ia membuka jasa jastip yang justru ditujukan untuk membeli barang-barang di toko yang dekat dengan rumahnya.

Sempat Ditentang Para Pengusaha

Tidak hanya mudah untuk dijalani, bisnis jasa titip ini sendiri juga didukung oleh iklim peraturan yang memudahkan.

Kementerian keuangan melalui revisi peraturan Kementerian Keuangan mengatur kenaikan nilai barang yang bebas bea masuk dari 250 dollar menjadi 500 dollar. Dampaknya adalah pebisnis jastip perorangan semakin leluasa dalam membawa barang titipan tanpa dikenai oleh bea masuk.

Konsekuensi dari hal ini adalah biaya yang dikenakan oleh para pebisnis jastip ini bisa lebih murah dibandingkan yang ditawarkan oleh pengusaha importir.

Dilansir oleh CNBC Indonesia, wakil ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan bahwa maraknya jastip menimbulkan akan menimbulkan loophole dari kepastian hukum

Ia mengungkapkan bahwa selama ini pengusaha tentu dikenakan sejumlah biaya seperti Pajak Pertambahan Nilai untuk mengimpor suatu barang, namun hal ini tidak dikenakan kepada pengusaha jastip perorangan.

Pertumbuhan bisnis jasa titip di Indonesia juga mendorong maraknya praktik ilegal dari para pelakunya.

Misalnya, ada pelaku jastip yang melakukan praktik splitting atau memecah muatan barang bawaan kepada keluarga atau kolega.

Kementerian keuangan sendiri mengaku sudah mendengar keresahan para pengusaha dengan memperkuat tindakan.

Seperti misalnya satuan bea cukai yang pernah mengungkap praktik splitting yang membawa barang-barang mewah seperti iphone 11 dan perhiasan oleh 14 orang berbeda di Bandara Soekarno Hatta.

Dirjen Kemenkeu sendiri mengatakan pihak bea cukai siap mengakomodasi pengusaha jastip asal menuruti peraturan yang berlaku.

Selain peraturan barang bawaan yang tidak melebihi 500 Dollar Amerika, para pelaku jastip juga diminta jujur kepada petugas bea cukai terkait barang dagangannya.

baca juga

Menjadi ide Startup

Tidak hanya diasosiakan sebagai pekerjaan sampingan individu saja, bisnis jasa titip juga sudah merambah menjadi perusahaan rintisan.

Adalah Bayu Sutrisno yang mendirikan perusahan rintisan atau startup di sektor jasa titip yang diberi nama titipbeliin.com

Perusahaan titipbeliin.com ini banyak melayani permintaan jasa titip untuk berbagai produk-produk yang sulit ditemukan di Indonesia seperti onderdil barang hingga obat-obatan.

Meski berbentuk perusahaan, cara kerjanya tidak berbeda signifikan dengan usaha jasa titip yang dilakukan oleh perorangan.

Namun berbeda dengan jasa titip perseorangan yang sebagian besar masih berpikir untuk mengakali aturan impor, Bayu mengatakan bahwa perusahaan rintisannya akan patuh kepada peraturan pajak yang berlaku.

Selain itu Bayu juga menjanjikan bahwa perusahaan jastip ini memiliki sistem yang lebih terukur dibandingkan harus mengandalkan jastip perseorangan.

Untuk menjaga mutu pelayanan, perusahaan titipbeliin.com milik Bayu hanya melayani pembelian barang yang berasal dari Amerika Serikat dan Tiongkok.

baca juga

    Tips untuk pelaku Jastip Pemula

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pelaku jastip sebelum menjalankan jasanya

    Meskipun merupakan bisnis yang terlihat mudah, kepentingan konsumen tetap harus menjadi acuan utama.

    Seperti misalnya para pelaku jastip harus mampu memanfaatkan momentum untuk mendapatkan harga barang termurah.

    Para pelaku-pelaku jastip biasanya menunggu even-even seperti promo diskon ataupun potongan harga untuk memaksimalkan profit margin.

    Selain itu pebisnis jastip juga harus mampu menjaga kepercayaan dari pembeli.

    baca juga

    Kendalanya adalah kualitas barang yang dijanjikan bisa berbeda dengan yang didapat sehingga menuntut kemampuan pebisnis jastip memberikan penjelasan.

    Selain itu pebisnis jastip harus ekstra sabar mengingat permintaan pembeli yang bisa melebihi ekspektasi hingga banyaknya toko yang harus dijelajahi.

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!