Javara Brand Rempah Terbaik

Pada masa lampau Nusantara sudah terkenal akan kekayaan pangan dan rempah-rempahnya.

Sayangnya reputasi tersebut sudah mulai memudar pada masa sekarang karena kurangnya perhatian dari para pemangku kepentingan termasuk pemerintah.

Helianti Hilman, Mengenalkan Potensi Pangan Indonesia melalui Javara

Bahkan banyak petani tradisional yang harus kehilangan tanahnya karena diambil sepihak oleh perusahaanperusahaan besar.

Melihat potensi pangan Indonesia di pasar dunia, Helianti Hilman memutuskan untuk mendirikan Javara yang bergerak di bidang pengolahan dan penjualan rempah Indonesia dan pangan lainnya.

Salah satu visi dari Helianti untuk Javara adalah untuk kembali mengangkat derajat Indonesia sebagai negara penghasil rempah-rempah terbaik di dunia.

Dimulai dari Luar Negeri

Sebelum memulai bisnis Javara, Helianti banyak menghabiskan waktunya di luar negeri.

Pemilik gelar sarjana Hukum Internasional dari Universitas Padjajaran ini melanjutkan pendidikannya di University of London untuk program master hak kekayaan intelektual.

Saat bermukim di London itulah Helianti mendapati fakta bahwa permintaan untuk pangan organik di sana sangatlah besar.

Saat itulah ia mulai berpikir bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan pasti mampu menyediakan seluruh pangan organik yang sangat dibutuhkan di sana.

Namun tekadnya untuk mendirikan Javara baru muncul ketika ia pulang ke tanah air.

Pada tahun 2004, Helianti pergi menyusuri kantung-kantung pertanian yang ada di pulau Jawa dan Bali dan bertemu dengan temannya yang bekerja untuk Food and Agriculture Organization dari Perserikatan Bangsa-Bangsa

Selama perjalanannya menyusuri Pulau Jawa dan Bali tersebut, Helianti mendapati bahwa banyak sekali petani tradisional yang menjadi korban dari perampasan tanah secara sepihak oleh perusahaan besar.

Salah satu petani yang ia temui dalam perjalanan yang ia sebut sebagai perjalanan spiritualnya adalah Mbah Suko.

Mbah Sukolah yang memperkenalkan filosofi spiritual dari pertanian tradisional yang sedang menghadapi ancaman dari perusahaan besar kala itu.

Perkenalan dengan Mbah Suko ditambah dengan dukungan yang diberikan oleh suaminya membuatnya memutuskan untuk mendirikan Javara.

Sebagai penanggung jawab langsung dari Javara, hal pertama yang dilakukan oleh Helianti adalah mencoba mengangkat derajat para petani yang ia temui.

Setiap dua tahun sekali sejak Javara berdiri, ia secara telaten mengirim para petani untuk belajar tentang ilmu pertanian dari para petani modern di Italia.

Sempat Nyaris Bangkrut

Helianti sempat merasakan masa-masa sulit menjadi seorang pengusaha , hal yang benar-benar baru baginya kala itu.

Pada waktu awal mendirikan Javara, Helianti mencoba optimis bahwa pasar dalam negeri sudah siap untuk menerima produk produk organik hasil dari pertanian Indonesia.

Dengan mengandalkan produk-produk yang tidak begitu asing bagi orang Indonesia seperti beras organik, rempah-rempah, dan lain-lain, Javara sempat menderita kerugian yang cukup besar.

Meskipun produk tersebut cukup dikenal oleh orang Indonesia, nyatanya harganya yang di atas rata-rata menjadi ganjalan utama untuk penerimaan konsumen terhadap produknya.

Titik terang untuk Javara mulai muncul ketika ia memutuskan untuk mengubah haluan pasar menjadi fokus ke pasar luar negeri.
Ia mulai bergerilya mengikuti berbagai pameran yang ada di luar negeri seperti Biofach dan SIAL untuk memperkenalkan brand Javara.
Tidak hanya itu, Helianti bahkan sampai rela melakukan demo memasak sendiri makanan asal negara yang ia kunjungi dengan produk rempah dari Javara.

Hasilnya, Ia berhasil membalikkan peruntungan Javara yang tadinya sempat nyaris bangkrut hingga berhasil bertahan dengan mengandalkan 80% penjualan dari luar negeri

Produk-produk Javara yang berhasil menembus pasar Eropa diantaranya adalah beras, kopi, madu, kokoa, gula aren, hingga minyak kelapa yang sebenarnya sudah dikenal di dalam negeri.

Produk-produk tersebut diekspor ke berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan negara-negara Eropa tengah.

baca artikel kategori

Membangun Sekolah Seniman Pangan

Sebagai entrepreneur sosial, Helianti tidak hanya terpaku untuk memajukan bisnis yang ia miliki semata.

Sebagai balas budi bagi para petani yang telah membantunya membesarkan Javara, ia membangun Sekolah Seniman Pangan bagi para petani lokal untuk mengasah kewirausahaan mereka.

Di sekolah seniman pangan ini, Helianti sendiri bersama tim Javara memberi pelatihan selama tiga bulan kepada para petani untuk mengolah tanaman yang mereka tanam menjadi produk siap beli.

Bagi mereka yang baru mulai dari nol alias bukan petani, Helianti memberi pelatihan dalam format long course selama dua tahun yang sebagian besar dihabiskan di kebun.

Hingga kini sekolah seniman pangan milik Helianti telah menghasilkan berbagai lulusan dari Flores , Jawa Barat, Sumatera Selatan hingga Jailolo dan Papua.

baca juga

    Cara Helianti Hilman Membangun Brand

    Javara dianggap sebagai salah satu perusahaan yang berhasil mengembangkan brandnya dengan baik

    Legitimasi Javara tersebut diraih ketika Javara terpilih sebagai salah satu brand yang menginspirasi oleh Arto Soebiantoro, seorang spesialis brand terkemuka di Indonesia.

    Kepada Arto Soebiantoro, Helianti menceritakan secara langsung apa strategi yang ia ambil untuk mengembangkan brandnya hingga menjadi besar.

    baca juga

    Pertama, Helianti menekankan pentingnya membangun produk yang kuat yang mampu menarik perhatian calon konsumen.

    Salah satu contoh produk Javara yang memiliki kesan kuat adalah beras organik jenis Menthik Susu

    Beras Menthik Susu memiliki perbedaan dengan beras biasa karena kandungan mineralnya yang tinggi dan karbohidrat yang rendah sehingga aman bagi penderita Diabetes.

    Kedua, Produk yang dijual juga harus memiliki perbedaan yang mencolok dengan barang sejenis dari pasar konvensional

    Filosofi yang ingin dibawa dari produk produk yang ditawarkan oleh Helianti adalah bahwa produk tersebut harus mencerminkan budaya dan tradisi yang melatarbelakanginya.

    Ketiga, Helianti juga menekankan pentingnya kegigihan dalam memperkenalkan suatu brand untuk mempenetrasi pasar.

    Di tengah masa-masa bisnisnya hampir terpukul oleh karena segmenting yang salah, Helianti mengaku tetap terlecut melihat bagaimana para petani produknya tetap gigih mempertahankan warisan pertanian lokal.

    Ketiga hal tersebut menjadi kunci bagi Helianti dalam membesarkan bisnis pangan lokal hingga berhasil memproduksi lebih dari 800 produk hingga sekarang.

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!