Jeff Bezos Bos Amazon

Bagi para penggemar buku impor atau belanja produk impor pastilah mengenal Jeff Bezos. Jeff Bezos atau Jeffery Preston Jorgensen adalah pendiri sekaligus CEO dari Amazon.com yang merupakan toko online terbesar di dunia.

Dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat, Bezos memang mencintai dunia teknologi.

 

Jeff Bezos Mencintai Teknologi

Bezos telah menunjukkan bakat mekanik yang mencolok sejak kecil. Saat balita, Bezos sudah bsia membongkar tempat tidurnya dengan obeng.

Selanjutnya, ia mulai mendalami ketertarikannya pada dunia sains, seperti memasang alarm listrik untuk menjaga adik-adiknya jika keluar dari kamar serta untuk menjaga privasinya.

Di bangku SMA, Bezos mengikuti program pelatihan sains di University of Florida yang membuatnya menerima Silver Knight Award pada tahun 1982.

Lulus SMA, Bezos pun kuliah di Princeton University mendalami komputer elektro hingga lulus dan menyabet gelar di bidang Computer Science and Electrical Engineering dengan predikat summa cum laude.

Ia pun sempat malang melintang berkarir di Wall Street dengan pencapaian yang terbilang cemerlang dan ia sempat menjadi CEO termuda. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk membangun dan mengoperasikan perusahaan sendiri di tahun 1994.

 

Hidupnya Amazon.com

Bezos pun mulai mendirikan Amazon.com sebagai toko buku online yang dijalankan di garasi rumahnya di Seattle, Washington pada 16 Juli 1995. Sebelum membangun bisnisnya, ia telah melakukan riset dengan membuat daftar 20 perusahaan mail-order teratas.

Ia pun mengamati bahwa tidak ada penerbit buku yang memiliki mail-order karena membuat katalog yang komprehensif akan memerlukan ribuan halaman dan akan memakan budget besar jika melakukan penawaran lewat email.

Walaupun saat itu penawaran via email sudah cukup populer tetapi pada kenyataannya belum bisa mengakomodir kebutuhan promosi produk-produk buku para pengusaha ritel.

Saat itu, ia memiliki kepercayaan bahwa perusahaan berbasis internet akan memiliki kemampuan untuk menawarkan pilihan lebih luas secara dan substansial kepada konsumen di masa depan.

Bezos pun rajin menghadiri konvensi tahunan American Bookseller’s Associaton untuk melakukan pertemuan serta lobi-lobi dengan beberapa penjual buku.

Orangtua Bezos pun mendukung langkah bisnisnya ini dengan menginvestasikan tabungan pensiunnya sebesar US$300 ribu.

 

Setelah menjalani berbagai riset dan masa pengembangan serta telah mendapat cukup banyak pasokan buku maka situs Amazon.com mulai diujicobakan pada bulan Juni 1999. Sejak itu, Amazon mulai melayani konsumen di setiap negara bagian hingga merambah 45 negara lain.

Bak meteor, kesuksesan Amazon melesat dengan cepat. Dalam tempo dua bulan, penjualan buku Amazon telah mencapai 20 ribu dolar per minggu.

Pencapaian ini membuat Amazon menjadi berita di berbagai media. Karena publisitasnya yang meningkat dengan cepat, ia dengan segera berhasil memiliki kantor operasional dan enam gudang untuk inventaris buku.

 

 

Pencatatan Sejarah Amazon.com

 

Amazon mencatatkan sejarah baru dengan memasuki lantai bursa dengan menjual saham perdana atau IPO (initial public offering) di tahun 1997.

Walaupun ditengah gempuran analis yang pesimistis dan tidak yakin Amazon bisa bertahan mengingat saat itu mulai banyak kompetitor.

Tapi, Amazon berhasil menepis pesimisme analis tersebut dengan pendapatan yang melampaui kompetitor, sekaligus menjadi pemimpin bisnis e-commerce dua tahun kemudian.

Bezos pun dikenal tak pernah lelah memberikan inovasi pada bisnisnya. Di tahun 1998, Amazon mulai mendiversifikasi usaha, termasuk penjualan CD dan video.

Selanjutnya, disusul dengan penjualan pakaian, elektronik, mainan, barang kebutuhan rumah tangga, jasa aplikasi penyimpanan data online serta produk lain melalui kerja sama dengan peritel besar.

Saat terjadi gelembung industri dotcom pada periode tahun 2000-an, kinerja Amazon pun ternyata tidak tergoyahkan.

 

Angka Penjualan yang Semakin Meroket

Amazon bahkan berhasil mencatat angka penjualan yang signifikan dalam kurun waktu enam tahun, dari US$510.000 pada tahun 1995 menjadi US$17 miliar pada tahun 2011.

Tak berhenti pada diversifikasi usaha saja, Bezos juga melakukan inovasi teknologi lain. Amazon pun meluncurkan Kindle, sebuah piranti untuk membaca buku secara digital, yang memungkinkan pengguna untuk membeli, mengunduh, membaca maupun menyimpan buku pilihan mereka di tahun 2007.

Maka tidak heran bila Amazon menjadi langganan dari daftar Fortune 500.

Amazon berada di peringkat 12 dalam daftar Fortune 500 di tahun 2017. Peringkat ini melesat dari posisi 18 pada tahun sebelumnya. Amazon juga berhasil mencetak pendapatan US$135 miliar pada tahun 2017 atau naik 27,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Labanya mencapai US$2,37 miliar meningkat 298 persen dari tahun sebelumnya.

Insting bisnis Bezos yang kuat, membuat Amazon terus berkembang dengan pesat. Hal ini mengantarkan Bezos dalam daftar orang terkaya dunia. Di tahun 2013, Bezos melakukan gebrakan dengan membeli The Washington Post senilai US$250 juta.

Sekarang, Bezos menikmati apa yang telah ditanamnya selama lebih dari 20 tahun lalu. Pendapatan Amazon yang terus tumbuh berlipat-lipat membuat pundi-pundi kekayaan Bezos pun semakin menggunung.

 

baca juga

Mark Zuckerberg Founder Facebook

500 Kisah Pengusaha Sukses

Peringkat 3 dunia dan terus menanjak sampai 1

Tahun 2017 Jeff Bezos masuk ke dalam peringkat 3 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan kekayaan sebesar US$84 miliar atau senilai Rp1.092 triliun.

Dengan total kekayaannya tersebut menjadikan posisi Jeff Bezos berada diperingkat ketiga dibawah Bill Gates dan Warren Buffet dalam daftar orang terkaya di dunia.

Bezos memang sosok yang inovatif dan pandai melihat peluang. Salah satu buktinya, Jeff tidak hanya berinovasi melalui Amazon. Bezos memiliki ketertarikan yang kuat terhadap perjalanan luar angkasa. Hal ini ditunjukkan dengan memiliki perusahaan kedirgantaraan bernama Blue Origin. Perusahaan ini telah meluncurkan roket pertamanya di tahun 2016 dan sudah mendaftar untuk penerbangan antariksa.

 

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!