Jempatan Pasupati – Gemerlap Landmark Kota Bandung

Jempatan Pasupati – Gemerlap Landmark Kota Bandung

Jembatan Pasupati telah masuk sebagai dalam daftar landmark Bandung. Jembatan yang membentang antara Kiaracondong dan Cibereum ini sengaja dibangun sebagai alternatif mengurangi kemacetan di Kota Bandung. Selain itu juga sebagai alternatif untuk perlintasan kereta.

Jembatan Pasupati pertama kali diujicobakan di tahun 2005. Pembangunannya menggunakan dana hibah dari pemerintah Kuwait. Jembatan yang membentang sepanjang 28 km dengan lebar hingga mulai 30 hingga 60 meter ini melwati lembah Cikapundung dan sebagai penghubung antara Bandung Timur dan Utara.

Desain jembatan Pasupati juga cukup instagenic sehingga banyak warga sekitar yang segera berfoto sesaat setelah peresmiannya. Namun, acara berfoto-foto dikawasan jembatan ini sudah dilarang mengingat bahaya yang bisa ditimbulkannya.

Setelah jembatan ini diresmikan, jalan layang ini menjadi salah satu alternatif termudah bagi para pengendara atau wisatawan Bandung yang lewat tol Pasteur dan ingin menuju ke Dago, Sabuga, Tamansari, atau hanya ingin ke pusat kota.

 

Dibalik Berdirinya Jembatan Paspati

Jembatan atau jalan layang Pasupati bukanlah nama awal dari jembatan ini. Paspati adalah nama pertama kalinya yang dalam bahasa Sunda memiliki arti “Pas Mati”. Sedangkan nama Pasupati sendiri diambil dari singkatan dua jalan yang digabungkan yakni “Pasteur” dan Suropati”. Sekarang ini, ketika Anda melintas di sepanjang jalan Pasteur, akan nampak pohon yang menjadi ciri khas Bandung, Palm Raja.

Dari historisnya, pembangunan Pasupati sudah direncanakan oleh Ir. Karsten, seorang arsitek. Kala tahun 1920an, beliau telah memiliki dan menyimpan rancangan pembangunan Bandung. Satu dasawarsa selanjutnya, yakni kisaran tahun 1930, rancangan dari Ir. Karsten seperti program Autostrada dimana menghubungkan antara jalan Pasteur dan Ir. H. Djuanda.

Herman Thomas Karsten atau Ir. Karsten sendiri sebenarnya adalah arsitek untuk kawasan sekitar Hindia Belanda. Dia adalah putra dari wakil ketua chancellor Universitas Amsterdam serta seorang filsafat yang terlahir di Cimahi 22 April 1884.

Gelar arsitek yang diperoleh Ir. Karsten dari STT yang ada di Delft, Belanda. Dia lulus di tahun 1908. Ir. Karsten juga sempat menjadi penasihat dan perencana beragam proyek di Jatinegara, Jakarta, Semarang, Bogor, Surakarta, Semarang, dan Bandung.

 

Teknologi Tinggi Anti Gempa

Sekarang ini Pasupati menjadi satu-satunya flyover yang menggunakan lock up device atau teknologi anti gempa. Teknologi yang digunakan pada jembatan Pasupati ini dibuat di Perancis, jumlahnya pun cukup banyak yakni 73 buah.

Konstruksi dari jembatan ini dibuat dengan sangat rinci. Jumlah segmen untuk jalan yang memiliki panjang 2.5 km ini 663 unit. Setiap segmennya memiliki berat beragam antara 80 hingga 140 ton. Kesemua segmen tersebut ditopang 46 tiang. Salah satu yang menarik dari jembatan ini adalah cable stayed yang melintang diatas lembah Cikapundung. Panjangnya juga tak tanggung-tanggung sekitar 161 meter.

Selain menempatkan teknologi anti gempa, Pasupati juga dilengkapi dengan CCTV yang telah dipasang pada 120 titik. Kamera pengintai ini digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu kepolisian dalam menyelidiki adanya kasus kejahatan yang terjadi di sekitaran Pasupati. Pemasangan CCTV ini menelan biaya hingga Rp. 3.2 miliar

Jembatan tanpa kaki atau bahasa kerennya cable stayed ini ditopang dengan 9 kabel di sebelah timur dan 10 disebelah barat. Di setiap bagian dari kabel baja tersebut terdapat 91 kabel berukuran kecil dimana setiap 1 kabel tersebut masih terdapat tujuh kabel lagi.

Teknologi canggih dan cantik ini jelaslah yang menjadikan jembatan Pasupati menjadi ikon kota Kembang yang mewah dan megah.

 

Gemerlap Jembatan Pasupati di Malam hari

Kota Bandung memiliki banyak spot menarik yang bisa dikunjungi, khususnya ketika malam. Nah, untuk Anda yang ingin melihat gemerlapnya kota Bandung, jembatan Pasupati merupakan salah satu tempat yang paling eksotis, apalagi kala bulan purnama. Romantisme bangunan kala bulan purnama didampingi dengan kemegahan jembatan menampakkan kilauan cantik.

Gemerlap lampu di sekitar Pasupati dan kegagahan Pasupati menjadi satu view khusus yang sangat tepat untuk mengabadikan setiap moment ekslusif. Jika Anda tak sabar menunggu hingga datangnya bulan purnama, Anda bisa menikmati cahaya kilauan cantik matahari kala hendak tenggelam.

Lampu-lampu sorot disekitar jembatan membuat pemandangan Bandung di malam hari begitu indah. Indahnya gemerlap malam inilah yang menjadikan jembatan Pasupati menjadi salah satu spot terbaik untuk mengabadikan momen saat di liburan di Bandung.

Jika Anda ingin melihat view jembatan dari tempat yang jauh, Anda bisa mendatangi beberapa tempat yang menawarkan view jembatan Pasupati, salah satunya Kedai Cihampelas 130.

Setelah puas menikmati jembatan Pasupati, Anda bisa mendatangi tempat wisata disekitarnya seperti taman Pasupati.  Taman Pasupati sendiri baru diresmikan oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil pada Januari 2014.

Untuk sampai dikawasan ini Anda bisa menuju jalan Cihanjuan kemudian ke arah Bumi Hanjuan I dan lanjut ke Bukit Raya V. Setelah itu belok ke kiri dan view jembatan sudah didepan mata.

 

 

 

Selain taman Pasupati, anda juga bisa datang ke obyek wisata lain seperti taman Jomblo, taman Film, dan taman Skate. Taman-taman  ini dibuat dengan konsep terbuka dengan desain yang modern. Diantara beberapa taman tersebut, salah satu yang menarik yakni taman Film. Taman ini berada di bawah kolong Pasupati tepatnya di sekitaran jalan Kebon Bibit. Taman ini menyajikan sensasi nonton bioskop terbuka.

Jembatan Pasupati

Alamat                                 : Jl. Layang Pasupati, Tamansari, Bandung Wetan, Kota Bandung

Jam buka                            : –

Harga tiket                         : –

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!