Published On: Thu, Oct 2nd, 2014

Jenis Usaha Kecil dan Usaha Rumahan Batik Indonesia

Jenis Usaha Kecil dan Usaha Rumahan Batik Indonesia |

Jenis Usaha Kecil dan Usaha Rumahan Batik Indonesia, Cerita hidup pengrajin batik asli Madura, Siti Maimona, adalah bukti efektifnya format usaha usaha kecil menengah (UKM) menambah skala hidup orang-orang. Dia mengawali usaha batik dengan modal terbatas, pada 1996 hasil berutang ke bank Rp 5 juta.

jenis usaha kecil dan usaha rumahan batik

jenis usaha kecil dan usaha rumahan batik

” Dahulu saya kecil-kecilan saja, satu bulan omzet hanya Rp 1 juta, ” tutur Maimona waktu acara kunjungan UKM binaan Semen Indonesia di Madura, Jumat (31/5).

Maimona lahir dari keluarga yang pernah melakukan bisnis batik asli Madura, dimaksud batik type Genthongan, mulai sejak 1950-an. Tetapi, usaha itu pernah berhenti.

Dia juga kepincut meneruskan usaha keluarga itu lagi selepas lihat batik Pekalongan. Maimona memperbandingkan batik asal Jawa Tengah itu, dengan kebiasaan batik Genthongan dari Madura yg tidak kalah bagus.

Perjuangannya berbuah manis. Dengan telaten, usaha batik yang dinamakan Pesona Batik Madura itu, berkembang sedikit untuk sedikit hingga saat ini sukses berkembang cepat. Bahkan juga, usahanya sudah bertaraf internasional serta menyerap pekerja dari kampung di sekelilingnya.

Saat ini Maimonadengan  Jenis Usaha Kecil dan Usaha Rumahan Batik Indonesia mempekerjakan 400 karyawan yang menyebar di gerai kepunyaannya yang ada di Jakarta sampai Bali. Saat ini, wanita ini mempunyai keseluruhan 8 gerai jual Pesona Batik Madura.

” Dengan mempekerjakan 400 karyawan bisa membuahkan omset penjualan kami sampai Rp 300 juta per bulannya. Serta kita telah bisa mengekspor ke Jepang mulai sejak 2004, ” tuturnya.

Kain batik Genthongan mempunyai corak khas pesisir yang melambangkan kota Madura, umumnya didominasi warna oranye, merah, serta biru muda. Harga batik yang di jual Maimona sekitar Rp 60. 000 sampai Rp 9 juta per meternya. Dengan rentang harga itu, pihaknya bisa menghasilkan 5. 000 potong kain per bln..

” Untuk produksinya sendiri tak ada masalah bahan baku lantaran kita memperolehnya dari Solo. Umumnya pelanggan domestik ataupun internasional suka pada warna jelas serta motif seperti burung, bunga serta pesisir, ” ungkap Maimona.

Pelanggannya juga dari mulai orang-orang umum sampai petinggi spesial yang kerap pesan produksinya, termasuk juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ” Pak SBY dan isterinya Bu Ani sempat juga pesan s/d selebritis seperti Ayu Azhari, ” kata dia.

Dalam menjaga market share usahanya, wanita akrab disapa Mai ini cuma memercayakan inspirasi kreatifnya untuk keluarkan product teranyarnya. Karenanya dia yakin kain yang dia jual mempunyai ciri khas.

” Saya sendiri yang mendesain dengan senantiasa menggabungkan motif batik lama dengan baru namun masih tetap dengan kwalitas paling baik supaya beberapa pelanggan tak terasa jemu. Makanyanya tiap-tiap bln. kami keluarkan motif baru serta itu sedikit produksinya supaya limited, ” tuturnya.

Diluar itu, kunci kesuksesannya, tambah Maimona, yaitu tak sebatas mencari untung. Dia menyampaikan, lantaran mulai sejak awal memberdayakan tetangganya, usaha inipun berkembang.

” Juga sebagai pengrajin dalam industri UKM janganlah cuma patokannya pencari duit atau keuntungan semata. Tetapi, bisa menyejahterakan perekonomian daerah sekitarnya untuk kurangi pengangguran terutama, ” tandasnya.

Kesuksesan Maimona menarik ketertarikan PT Semen Gresik (Persero) Tbk mulai sejak enam th. lantas untuk membina usahanya. Saat ini, wanita ini mengharapkan, dengan pertolongan BUMN itu, batik dari kampung halamannya dapat lebih mendunia.

” Sampai kini Semen Gresik senantiasa bertindak mempromosikan bidang usaha saya. Semoga yang akan datang bisa pula mempromosikan di semua dunia, ” kata Maimona mengharapkan.

Cerita yang sama menginspirasi

 
Bersamaan dengan populernya batik di kelompok orang-orang, semakin banyak pelaku usaha yang memakai kain tradisional ini juga sebagai bahan baku product fesyen. Pasar product fesyen batik cuma hanya menyasar kelompok dewasa maupun remaja. Kian lebih itu, pelaku usaha di usaha ini mulai membidik anak-anak juga sebagai customer intinya.

Asal cermat pilih motif serta warna, batik nyatanya dapat tampak anak tampak semakin cantik serta menarik. Baju buatan produsen lokal ini nyatanya dapat berkompetisi dengan pakaian anak-anak buatan merk populer atau luar negeri.

Satu diantara pelaku usaha yang memakai kain batik untuk pakaian anak-anak yaitu Harlina Dyah Wijayanti, 38. Dia meniti usaha baju anak yang dinamakan Kenes Yogya mulai sejak November 2010. Dia meyakini usaha pakaian untuk anak-anak tidak bakal sepi peminat. “Banyak orangtua yang mau buah hati mereka tampak menawan. Maka dari itu, mereka ikhlas beli beragam type baju untuk sang anak, ” tuturnya.

Meski peluangnya cukup besar, jumlah pemain yang terjun ke usaha ini juga cukup banyak. Saingannya dari mulai produsen lokal sampai merk-merk besar dari luar negeri. Untuk menarik perhatian pasar, Nina juga bikin design pakaian anak yang tidak umum yakni dengan memakai kain batik.

Menurut Nina, mulai tumbuhnya motif serta varian batik bikin dia dapat mengkreasikan kain tradisional ini jadi pakaian nan modis. “Saya tentukan batik yang motifnya lucu serta warnanya cerah. Rencana ini pas dengan dunia anak-anak yang dinamis. Saya cocokkan design dengan trend pakaian anak saat saat ini, ” tutur wanita asal Yogyakarta ini.

Pesatnya perubahan batik juga digunakan oleh Mia Amaliya Wisnuwardhani, 33. Ibu dua anak yang tinggal di Bandung ini dapat menghasilkan baju anak yang terbuat dari kain batik. Mia mengawali usaha yang dinamakan Ayunan Indonesia mulai sejak setahun lantas.

Argumen Mia terjun ke usaha ini lantaran minimnya product batik yang sesuai sama untuk anak-anak. “Baju batik anak-anak sesungguhnya cukup banyak. Tetapi, penampilannya kurang menarik. Maka dari itu, saya cobalah beli kain batik berwarna cerah serta menjahitnya untuk jadi pakaian anak saya, ” kata Mia.

Keisengan itu nyatanya berbuah manis. Pakaian batik buatan Mia nyatanya disenangi oleh rekan-rekannya. Alhasil, Mia juga kebanjiran pesanan serta selalu menghasilkan beragam jenis pakaian anak. Tidak cuma itu, dia juga bikin aksesori cantik yang cocok dipadupadankan dengan pakaian bikinannya.

Dengan penampilan yang unik serta menarik itu, Nina serta Mia sebagai produsen nyatanya menaikkan variasi baru baju anak. Hal semacam ini berbuah manis lantaran beberapa orang tua, terutama beberapa ibu, yang pilih product batik untuk buah hati mereka.

Perubahan usaha ini dirasa oleh Nina. Diakuinya, dahulu dia cuma dapat bikin 2—3 potong pakaian anak setiap hari. Saat ini, dia dapat membuahkan 800 potong pakaian serta 300 aksesori batik setiap bln.. Product Kenes Yogya di bandrol dari mulai Rp115. 000—Rp250. 000.

Hal yang sama saja diperlihatkan oleh brand Ayunan Indonesia. Mia mengakui, saat ini dia dapat menghasilkan 300 potong pakaian tiap-tiap bln.. Baju-baju serta aksesori bikinannya di jual dari mulai Rp75. 000—Rp215. 000.

Diluar itu, usaha fesyen anak ini dapat menjanjikan untung lumayan besar. Beberapa pemain mengatakan, usaha baju anak-anak ini dapat menghadirkan untung dari mulai 40%—50%.  dari hasil Jenis Usaha Kecil dan Usaha Rumahan Batik Indonesia

jasa seo dan internet marketing
Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. antonius says:

    batik sebagai kebangsaan indonesia harus dilestarikan, hari kini semakin banyak ragam dan model, juga sudah jadi pakaian wajib untuk para pekerja dan pegawai

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>