Julukan Bandung “Kota Kembang”, Begini Kisahnya!

Julukan Bandung “Kota Kembang”, Begini Kisahnya!

Kota Bandung punya beberapa julukan, salah satunya adalah “Kota Kembang”. Banyak orang menganggap bahwa julukan tersebut adalah bentuk representasi keindahan alam kota Bandung yang sudah terkenal di seantero negeri, pun dengan latar belakang sejarahnya.

Sejak dahulu kala, kota ini sudah terkenal dengan beraneka macam tanaman hias yang tumbuh subur di berbagai wilayah. Tidak sulit untuk mendapatkan jenis bunga yang kita cari. Pada suatu masa, di Jalan Braga berdiri sebuah toko kembang Blemhandel Abundatia yang terkenal sampai ke luar kota, bunga-bunga disini selalu menjadi langganan banyak orang.

Pada tahun 1915, Dr.W.D. Van Leewen menemukan satu jenis bunga anggrek langka di kota Bandung, bunga tersebut belum pernah dikenali sebelumnya. Bunga itu kemudian dinamai Micristylis Bandongensis.

Sebuah julukan sejatinya tidak serta-merta diberikan begitu saja tanpa alasan dan latar belakang yang jelas. Namun sejarah telah membuktikan, kota Bandung memang layak menyandang julukan “Kota Kembang”. Tapi sayangnya, untuk mengungkap sebuah fakta tidak cukup kalau hanya mengandalkan cocokologi, apalagi jika berkaitan tentang asal usul sesuatu.

Asal usul julukan “Kota Kembang” ini bisa ditelusuri sejak UU Agraria tahun 1870 mulai diberlakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Sejak saat itu, para pengusaha komoditi perkebunan di Bandung sukses besar, maka roda perekonomian di Bandung mulai mengalami kemajuan pesat.

Suatu hari, kelompok pengusaha Suikerplanters mendengar desas-desus seputar kemajuan kota Bandung tersebut, mereka pun penasaran ingin melihat langsung seperti apa rupa “Parijs van Java” ini. Suikerplanters sendiri adalah sebutan bagi pengusaha perkebunan dan pabrik gula yang tersebar di wilayah-wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Akhirnya, berdasarkan hasil keputusan untuk mengadakan kongres akbar pengusaha gula, Bestuur van de Vereniging van Suikerplanter (Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula) memilih kota Bandung sebagai lokasi tempat digelarnya kongres. Pertemuan ini berlangsung pada tahun 1896.

Preangerplanters (pemilik perkebunan teh, kopi, kina, dll) serta warga kota Bandung yang mendengar kabar tersebut sontak terkejut, demi menjaga kehormatan dan gengsi, mereka melakukan segala cara untuk menyiapkan jamuan dan pelayanan untuk memuaskan para peserta kongres.

Kemudian, seorang pengusaha perkebunan kina di Pasir Malang bernama Wim Schenk mendapat sebuah ide untuk mendatangkan para kembang desa dari berbagai daerah di Bandung untuk menghibur para peserta kongres. Siapa sangka ide tersebut kelak akan berbuah manis.

Hari yang dinanti pun tiba, rombongan peserta kongres datang ke Bandung menggunakan mobil pribadi, sementara yang lainnya berbondong-bondong menyewa gerbong kereta api jurusan Surabaya-Bandung. Mereka puas dengan semua pelayanan selama kunjungannya di Bandung, terutama pelayanan yang mereka dapatkan dari para noni-noni cantik yang dibawa Tuan Schenk.

Sejak saat itu, mereka menyebut kota Bandung sebagai “De Bloem Der Indische Bergstede” yang berarti “Bunga dari Pegunungan Hindia Belanda”, kemudian dibuat lebih singkat menjadi “Kota Kembang”. Nah, makna “kembang” disini bukanlah dalam artian secara harfiah, tapi “kembang” yang dimaksud adalah perempuan-perempuan ‘penghibur’ yang mereka jumpai selama berada di Bandung.

Berdasarkan kisah tersebut, asal usul julukan “Kota Kembang” ini memang terdengar kontradiktif dengan ekspektasi kebanyakan orang. Tapi walau bagaimanapun, Bandung tetaplah Bandung dengan segala keindahannya. Tidak bisa dipungkiri lagi kalau kota ini memang memiliki daya tarik yang nyata.

baca juga

    Rekomendasi Wiskul Bandung

    Bagaimana dengan liburan akhir pekanmu? Apakah kamu sudah menemukan jajanan kaki lima yang kamu cari di kota Bandung? Kalau belum, kali ini akan kita bahas lagi rekomendasi wisata kuliner kaki lima yang banyak digemari orang-orang di kota Bandung, langsung saja simak uraiannya di bawah ini

    Zona Merah Sukajadi

    Kelaparan tengah malam dan bingung mau cari makan dimana? Sepertinya kamu harus datang ke daerah Sukajadi. Tak jauh dari mall Paris van Java, tepat di depan sebuah outlet percetakan pinggir jalan, kamu akan menemukan lapak pedagang kaki lima yang menjual banyak sekali hidangan lezat murah meriah! Berbagai jenis lauk seperti pepes, ayam, ikan, cumi, jeroan, sayuran, gorengan, apapun jenis masakan yang kamu suka bisa kamu temukan disini! Lokasinya terletak di Jalan Sukajadi No. 182, Bandung.

    Perkedel Bondon

    Buat sebagian orang, gorengan seperti perkedel mungkin sudah tak aneh lagi, tapi kalau kamu mencicipi perkedel yang dijual di lapak Perkedel Bondon, kamu pasti bakal ketagihan! Perkedel ini sudah sangat populer di kota Bandung, maka jangan heran kalau antrean pelanggan disini selalu ramai. Perkedel ini biasa disajikan dengan sambal ulek yang rasanya sungguh menggoda, kombinasi sempurna bagi pecinta kuliner pedas! Lapak Perkedel Bondon bisa kita temukan di Jalan Kebon Jati No.42, Bandung, tidak jauh dari area stasiun.

    McDurens

    Dari namanya saja mungkin sudah bisa kita tebak, kalau makanan dan minuman disini merupakan hasil olahan buah duren. Kuliner kaki lima ini adalah surganya pecinta duren! Mulai dari pancake, ketan, kue sus, jarcake, sup, dan minuman-minuman yang tersedia disini semuanya didominasi dengan kombinasi buah duren! Kalau kamu tergoda untuk mencicipi beraneka macam olahan buah duren McDurens, langsung saja datangi kedainya di sekitaran Asia Afrika Jalan Cikapundung Barat, Bandung.

    Ronde Alkateri

    Hidangan yang satu ini adalah salah satu legenda kuliner kota Bandung yang sudah ada sejak puluhan tahun kebelakang, maka tak perlu diragukan lagi soal kualitas cita rasanya. Dalam satu porsinya terdapat campuran ronde, kacang, yang kemudian disiram kuah jahe dan gula merah, lalu dihidangkan selagi masih hangat, sangat cocok untuk menemani dinginnya udara malam kota Bandung! Kedai Ronde Alkateri berlokasi di Jalan Alkateri dan cabangnya di Jalan Cibadak No. 99, Bandung.

    Cibadak Culinary Night

    Kalau kamu sedang mencari satu kawasan yang menjual beraneka macam kuliner khas kaki lima, kamu harus datang ke Jalan Cibadak. Di sepanjang sudut jalan, kita bisa menemukan lapak para pedagang yang menyediakan beraneka jenis makanan atau minuman yang kita suka, mulai dari makanan halal sampai non-halal semua tersedia lengkap disini! Beberapa kuliner yang ada disini diantaranya Nasi Campur 88 Siang Siang, Steamboat Kobe Tepanyaki, sekoteng jahe, nasi samcan goreng, swike, bakmie, Street Coffee, Kerang Ajaib dll. Lokasi Cibadak Culinary Night berada di Jalan Cibadak No. 163-165, Bandung.

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!