jasa seo dan internet marketing
jasa seo dan internet marketing
Published On: Mon, Feb 13th, 2017

Tampil Beda di Pasar, Bisnis Kedai Kopi Ini Tawarkan Kopi Ramah Penderita Maag

Laode’s Coffee menyuguhkan kopi ramah bagi pelanggan yang memiliki gangguan magh. Laode’s baru berjualan kurang lebih tiga bulan sejak Januari. Tapi, kafe kecil yang terletak di dalam Pasar Santa ini kerap ramai dikunjungi oleh pelanggan setia ketika sore menjelang, terutama menjelang weekend.

 

bisnis kedai kopi2

 

Laode’s Coffee diambil dari nama pemiliknya yaitu Laode Ida. Dalam kultur masyarakat Sulawesi, Laode sendiri adalah gelar bangsawan. Penggunaan nama tersebut untuk kafe ini bisa juga menggambarkan taste kopi ala bangsawan -tentu saja- dengan harga yang terjangkau.

Di kafe ini penikmat kopi hitam bisa menikmati black coffee espresso hanya dengan merogoh kocek Rp 10,000. Soal rasa, boleh diadu dengan brand kafe ternama.

Berbeda dengan kafe pada umumnya, Laode’s menyajikan kopi unggulan Toraja yang dipadu dengan arabika.

Achmad Fakkih, pengelola kafe yang juga sudah berpengalaman di bidang kopi selama sepuluh tahun, punya alasan tersendiri kafenya menyajikan kopi tersebut.

“Arabika kan kenceng banget ya, makanya kita mix dengan Toraja. Jadi, kopi yang hitam sekalipun di sini nggak terlalu berat. Ada pelanggan yang punya magh kalau biasanya satu tetes kopi aja bisa bikin magh-nya kambuh, tapi pas nyoba kopi di sini nggak apa-apa,” jelasnya.

Laode’s menyadari bahwa tak semua orang bisa minum kopi karena alasan kesehatan. Oleh karena itu, kafe yang mengusung tagline ‘Selalu Sesuai Selera Anda’ ini menyajikan kopi yang nyaman bagi semua pelanggannya.

Utamakan kualitas kopi dan layanan pelanggan

Diakui oleh Achmad, lokasi kafe yang berada di pasar Santa membuat kafenya banyak saingan. Tapi, ia meyakini semakin ramai kompetitor semakin bagus buat bisnisnya. Yang penting kualitas kopi tetap terjaga.

Proses roasting menurut Achmad sangat menentukan kualitas akhir kopi. Biji kopi yang baik sekalipun bisa berkurang taste-nya karena proses roasting yang salah.

“Kami sudah setting untuk mesin roasting-nya, sudah ada di SOP, jadi pegawai ga boleh mengubah-ubah,” katanya.

Dalam sehari, kafe ini bisa menghabiskan 1 kg biji kopi. Jelang weekend dan saat weekend – Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu – Laode’s bisa menghabiskan sekitar 3 kg biji kopi.

Tak hanya kopi hitam, kafe mungil ini juga menyajikan aneka kopi yang lebih ringan seperti Caramel Machiato, Hazelnut Latte, Avocado Coffee, dan Vietnam Milk Coffee.

Ternyata pengunjung kafe ini tak hanya orang lokal, tapi juga para ekspatriat. Bahkan, menurut Achmad, ada pelanggan ekspatriatnya yang setiap hari bisa memesan hingga tiga cup kopi di kafenya.

Selain kualitas kopi, layanan prima menjadi kunci utama. Diakui Achmad, mereka yang datang ke kafenya bukan saja anak muda tetapi juga orang tua. Mereka rata-rata memang penggemar kopi.

Baca juga: Ini 5 Kisah Menarik Startup yang Tak Difilmkan oleh Hollywood

“Kalau yang datang orang tua biasanya kita tanya dulu apa mereka suka mengalami jantung berdegup atau nggak, lalu kita jelasin kopi kita gimana biar mereka tahu,” terang Achmad.

Pelayanan semacam itu sudah menjadi SOP karena Achmad ingin kopinya aman dikonsumsi dan pelanggan pun nyaman menikmati kopinya.

Perhatian kepada pelanggannya juga ditunjukan Laode’s dengan mengupayakan adanya nonsmoking area.

“Kan kadang ada yang datang bawa anak kecil, kasihan ya terganggu karena asap rokok, makanya kita lagi usahain ada ruang non smoking nanti,” katanya.

Aktif memasarkan kopi

Pemasaran Laode’s Coffee sebagian besar dilakukan di ranah media sosial, terutama Instagram. Dari kanal inilah khalayak berkenalan dengan sajian kopi Laode’s. Sejauh ini media sosial masih dikelola sendiri oleh Achmad dan Iman, mitranya.

Selain media sosial, Laode’s juga secara aktif menawarkan menu kepada pelanggannya yang datang.

“Pegawai kita aktif nanyain ‘mau tambahan menu pak/bu? Kita ada ini…’, jadi nggak diam saja. Kami kasih insentif ke pegawai, kalau menuhin target dapat tambahan, kalau nggak ya terima gaji saja,” tuturnya.

Achmad mengatakan, pemberian insentif membuat pegawai menjadi bergairah meningkatkan pendapatan kafe.

Setelah Laode’s Coffee Pasar Santa, kafe ini akan membuka kedai selanjutnya di area Gadjah Mada dengan konsep kafe and resto. Dengan konsep tersebut, menu lebih bervariasi, namun dengan kualitas dan cita rasa kopi yang sama.

Baca juga: Startup Kesehatan Dari Indonesia Ini Termasuk yang Lagi ‘Hot’ di Asia Tenggara, Ini 4 Daftarnya!

jasa seo dan internet marketing

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

jasa seo dan internet marketing
Protected by Copyscape
Pin It