Klasterisasi, Cara Bisnis UKM Baru Yang Lebih Fokus

Undercover.co.id – Klasterisasi, Cara Bisnis UKM Baru Yang Lebih Fokus. Era modern ini memiliki bisnis tidaklah mudah.

Anda harus berinovasi dan memiliki ide yang berbeda, sehingga bisa mengedepankan dan mensukseskan UKM tersebut.

Salah satunya dengan pertolongan dari pemerintah daerah, yang dapat meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menggaet pasar yang lebih luas melalui pengembangan klaster.

Hal ini karena pelaku usaha didorong untuk berbisnis secara kolektif dan mandiri. Salah satunya dengan klasterisasi, Bagaimana UKM dengan sistem klasterisasi ?

Apa Itu Klasterisasi ?

Klaster merupakan usaha terpadu yang meliputi satu jenis komoditi atau homogen dalam sebuah wilayah yang terdiri dari beberapa pelaku usaha dan difasilitasi oleh pemerintah daerah. 

Istilah “klaster (cluster)” mempunyai pengertian harfiah sebagai kumpulan, kelompok, himpunan, atau gabungan obyek tertentu yang memiliki keserupaan atau atas dasar karakteristik tertentu. Dalam konteks ekonomi/bisnis, “klaster industri (industrial cluster)” merupakan terminologi yang mempunyai pengertian khusus tertentu.

Walaupun begitu, dalam literatur, istilah “klaster” diartikan dan digunakan secara beragam.

Umumnya klasterisasi adalah Kumpulan/kelompok bisnis dan industri yang terkait melalui suatu rantai produk umum, ketergantungan atas keterampilan tenaga kerja yang serupa, atau penggunaan teknologi yang serupa atau saling komplementer (OECD, 2000).

Fungsi UKM Menggunakan Klasterisasi

Hasil gambar untuk usaha makanan ringan
Meningkatkan UKM dan Usaha Kecil dapat dilakukan dengan klastersisasi. Metode ini dapat dilakukan khusus untuk usaha yang bergerak di bidang fashion dan tekstil. Menurut info yang didapat dari website milik Kementerian Koperasi dan UKM,  ini konon bertujuan untuk mempermudah melakukan pembinaan sehingga produktivitas dapat meningkat. Klasterisasi sejalan dengan prinsip pengusaha dan usaha yang mengharuskan anda terfokus pada satu bidang dan pengelompokan yang jelas. Dengan adanya klasterisasi ini, justru memudahkan anda dalam usaha.
 
Baca juga : Masuk Ke Bisnis UMKM – Pengusaha Harus Penuhi Syarat Ini

Hubungan Klasterisasi dan UKM

Hasil gambar untuk usaha fashion hijab

Cara meningkatkan UKM dan usaha kecil dengan klasterisasi ini akan menggandeng asosiasi perancang mode hingga pengusaha para pengusaha besar untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UKM dan wirausahawan yang bergerak di bidang fashion.

UKM fashion dan tekstil memiliki peranan penting dan signifikan, dimana sekitar 10% dari 55,3 juta pelaku UKM di Indonesia bergerak di bidang ini.

Jika UKM fashion dan tekstil akan disatukan dalam satu klaster, dimana tahap pertama akan dilakukan pemetaan terhadap pelaku usaha tersebut.

Jika data telah diterima, maka akan dibentuk kluster fashion, lalu diberikan pelatihan, pendampingan dan pembinaan mengenai standarisasi, desain, perlindungan HKI, hingga promosi dan pemasaran produk.

Tentu saja ini menjadi info menarik karena UKM dan usaha kecil terbukti menjadi tumpuan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan di tengah krisis global saat ini.

baca juga

    Manfaat Klasterisasi

    Dengan klaster industri maka potensi yang ada di daerah akan dapat berkembang sesuai dengan kompetensi inti yang dimiliki oleh setiap daerah.

    Manfaat Klaster Industri Pendekatan klaster diyakini dapat mencapai suatu dampak yang signifikan pada pembangunan ekonomi daerah terutama melalui keterlibatan dalam dilog konstruktif atau proses partisipasi antara pelaku bisis, pemasok kunci, pembeli dan stakeholder kunci lain di daerah.

    Manfaat dari klaster industri adalah memperkuat keterkaitan yang saling menguntungkan antar stakeholder di daerah dan antar stakeholder suatu daerah dengan daerah lain baik ditingkat nasional maupun internasional, memberikan kerangka kerja yang lebih jelas dan terarah termasuk penyediaan infrastruktur yang lebih sesuai dengan dunia usaha di daerah,

    memungkinkan investasi infrastruktur informasi yang terakseskan dan mempunyai daya dongkrak signifikan untuk meningkatkan kinerja klaster industri di daerah, memfasilitasi penyesuaian system administrasi untuk mendorong peningkatan produktivitas klaster industri spesifik daerah. Klaster industri penting bagi pengembangan ekonomi pada umumnya karena beberapa alasan, antara lain dapat mengatasi hambatan ukuran UKM.

    Tantangan Klasterisasi pada UKM

    Tantangan dalam Pengembangan Klaster Industri Upaya pengembangan klaster perlu mengantisipasi beragam tantangan yang berpotensi muncul dan harus diatasi oleh stakeholder yang terlibat,

    antara lain adalah menentukan klaster industri itu sendiri, perlu adanya partisipasi aktif dari pihak swasta, adanya kemungkinan sikap skeptis dari pihak swasta, ketidaksederhanaan dalam memilih skala strategi,

    adanya kesan terbentuknya kelompok-kelompok eksklusif dalam komunitas bisnis, kemungkinan adanya dominasi peran yang berlebihan oleh perusahaan besar.

    Sektor publik harus dapat merspon secara cepat, system politik dan lembaga pendidikan yang masih bersifat tradisional, adanya kemungkinan hambatan kelembangaan untuk mengimplementasikan strategi klaste industri dan resiko kesan picking the winners.

    Klaster Industri dalam Perekonomian Daerah Pengembangan klaster industri perlu disesuiakan dengan industri yang bersangkutan termasuk perilaku pelaku bisnisnya dan karakteristik khas setempat/lokal.

    baca juga

      Kunci Sukses UKM di Era Modern

      Pendekatan klaster industri menjadi kunci pengembangan unggulan daerah, dimana UKM yang kompetitif menjadi tulang punggung system perekonomian daerah yang sekaligus juga menjadi pilar ekonomi nasional karena memungkinkan strategi, kebijakan dsn program upaya partisipasi yang memiliki kememadaian cakupan dan daya dongkrak tinggi bagi peningkatan produktivitas,

      kesetaraan posisi tawar, kemampuan inovasi UKM dan peran UKM dalam system perekonomian, memberikan platform sistemik dan sistematik serta focus yang terpadu bagi pengembangan unggulan daerah, lebih memungkinkan strategi dan kebijakan yang sinergis untuk mengembangkan kondisi sistemik yang mendukung bagi keterpaduan dan koherensi rantai nilai dan aliran rantai teknologi/inovasi,

      mendukung akselerasi pengembangan/penguatan jaringan dan kolaborasi para stake holders khususnya tingkat lokal memfasilitasi pragmatisasi alternatif pengembangan sejalan dengan karakteristik lokal dan dinamika perubahan global.

      Leave a Reply

      five × 1 =

      Ad Blocker Detected

      Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

      Refresh
      error: Content is protected !!