Kisah Sukses Kopi Bali: Kopi Kupu-kupu Bola Dunia

11 Tips Penting SEO Gambar Yang Perlu Anda Ketahui

Undercover.co.id – Rasanya, hampir semua warga Indonesia mengenal Bali, setidaknya pernah mendengar dan ingin berkunjung ke Bali. Bukan tanpa alasan, Bali menjadi salah satu tempat wisata terfavorit sepanjang tahun di Indonesia, baik dari kunjungan lokal maupun mancanegara.

Dengan pesona alam dan pantainya, budayanya, hingga kuliner khasnya yang terkenal, membuat siapapun ingin mengunjungi Bali. Namun, tahukah Anda jika Bali memiliki kekhasan lainnya yang tidak kalah mempesona?/ Begitu banyak kekayaan Bali yang membuat kagum banyak orang, salah satunya kopi Bali. Mungkin kehebatan kopi Bali bukan lagi rahasia bagi pecinta kopi di Indonesia dan para turis yang sering mengunjungi Bali.

Kopi, minuman yang dianggap sebagai minuman segala suasana itu menjadi bagian dari keseharian orang Indonesia. Setiap kopi memiliki cita rasa yang khas, sesuai dengan tanah tempat kopi ditanam dan dirawat, juga sesuai dengan pengolahannya hingga menjadi kopi siap minum. Tidak heran jika Bali yang begitu kaya alamnya memiliki keragaman tanah dan kondisi lingkungan yang membuat pohon kopi yang tumbuh di atasnya memiliki rasa yang khas.

Kisah Kopi Bali Cap Kupu Kupu Bola Dunia

Kopi Bali yang cukup masyhur namanya hingga ke luar Indonesia adalah Kopi Bali Cap Kupu-kupu Bola Dunia. Banyak orang dari dalam dan luar negeri yang mengakui kenikmatan Kopi Bali Kupu-kupu Bola Dunia. Cita rasa yang khas, berbeda dari rasa kopi lainnya membuat Kopi Bali Kupu-kupu Bola Dunia memiliki banyak pelanggan tetap. Seperti halnya produk lokal yang terkenal dan hebat lainnya, Kopi Bali Kupu-kupu Bola Dunia memiliki kisah sejarahnya sendiri, yang menarik untuk Anda ketahui.

Berawal dari seorang pendatang asal negeri tirai bamboo bernama Bian Ek Ho. Ia datang ke Indonesia dengan tujuan mencari ayahnya dan berakhir di Bali untuk merawat pamannya yang sakit.

sepeninggal pamannya, Bian Ek Ho bekerja keras untuk hidup di Bali, mulai dari menjadi buruh kasar di Pelabuhan hingga menjadi saudagar terpandang karena kerja kerasnya. Ia lalu mulai menjajal hal baru di Bali yakni kopi. Ia memproduksi dan menjual kopi Bali dengan merk dagang Kopi Bali Bian Ek Ho pada 1935. Bisnis kopinya berkembang pesat dan berlanjut ke anaknya Djuwito Tjahjadi.

Anak laki-laki  Bian Ek Ho yang lahir pada 1923 tersebut memiliki dua target besar dengan fokus pada bisnis kopi. Target tersebut ialah membidik pasar turis yang mulai ramai memasuki kancah pariwisata Bali dan menyuguhkan kopi berkualitas terbaik produksi Bali.

Di bawah kendali Djuwito Tjahjadi, bisnis kopi keluarganya dikelola secara modern, hingga berkembang pesat. Dari usaha industri kopi rumahan menjadi kopi terkenal yang tersebar ke berbagai wilayah di Bali dan tersohor hingga ke luar Bali. Kemajuan tersebut didapatnya dari pengalamannya sejak kecil yang sudah dibawa keliling memantau usaha keluarganya dan dari pengalamannya mencicipi berbagai kopi dari berbagai belahan dunia.

Cita Rasa Yang Sangat Khas Dari Kopi Bali

Bagi Djuwito, kopi Bali memiliki peluang yang besar karena memiliki cita rasa yang sangat khas. Dalam setiap proses pengolahan kopi, Djuwito Tjahjadi senantiasa mengutamakan kualitas kopi produksinya. Ia menggunakan biji kopi yang berasal dari kebun kopi Kintamani, Baturiti, Pelaga, dan Singaraja. Kopi dari setiap kebun tersebut memiliki rasa yang berbeda karena kondisi tanah tempat tumbuhnya yang tidak sama.

Di samping bahan baku berkualitas pilihan, Djuwito Tjahjadi juga mengutamakan kualitas pengolahan kopi dan meningkatkan jumlah produksi kopi. Sebelumnya, pengolahan kopi dilakukan secara sederhana, yaitu dengan menggoreng biji kopi menggunakan peralatan tradisional. Ketika diambil alih oleh Djuwito Tjahjadi, ia melakukan perubahan dengan mengunakan mesin penggorengan kopi buatan Jerman pada 1955.

Dengan bahan baku pilihan yang berkualitas dan pengolahan modern, membuat kopi buatan Djuwito Tjahjadi menjadi kopi lokal yang dipercaya oleh hotel berbintang pertama di Bali yaitu Bali Beach pada 1966. Djuwito Tjahjadi bahkan mendapat manfaat lebih yaitu mempelajari cara pengolahan kopi berkualitas prima dari manajer asing dari Bali Beach. Dari hasil pembelajarannya, ia berhasil menciptakan kopi berwarna coklat dengan rasa yang nikmat.

baca juga

    Awal nya Bernama KOPI RAHWANA

    Berkaitan dengan merk kopi, dulunya kopi dengan logo Kupu-kupu di tengah Bola Dunia tersebut diberi nama Kopi Rahwana. Dengan kemasan kaleng yang dicat merah, Kopi Rahwana beredar cukup lama di Bali. Namun, ketika ia menyadari Rahwama adalah tokoh jahat dalam pewayangan, ia mengubah merk kopinya dengan nama Kupu-kupu Bola Dunia setelah melalui perenungan.

    Merk kopi Kupu-kupu Bola Dunia yang terbukti berkualitas dan bercita rasa khas, tidak hanya terkenal di Bali. Banyak orang dari luar Bali yang menyukai Kopi Bali Kupu-kupu Bola Dunia, dan menjadi penggemar setianya. Bahkan, presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, adalah pelanggan setia Kopi Kupu-kupu Bola Dunia.

    Tidak lama setelah kopi dengan merk dagang “Butterfly Globe Brand” (Kupu-kupu Bola Dunia) lahir, Djuwito Tjahjadi membangun sebuah perusahaan dagang bernama PT Putra Bhineka Perkasa. Nama “Bhineka” tersebut didapatnya dari olah kreasi kata pada nama ayahnya Bian Ek Ho, dan dengan filosofi keberagaman yang ada di Nusantara Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

    Lokasi Pabrik KOPI BALI Cap Kupu Kupu

    Pabrik kopi milik PT Putra Bhineka Perkasa berada di Jalan Thamrin, Denpasar, dengan luas 1,5 hektare. Pabrik tersebut juga pernah membuat Dr. Hubert S. Koehler, direktur Worldwide Coffee Research terkesan karena kondisinya yang bersih, terutama selama proses pembuatan kopi.

    Perkembangan yang pesat karena peningkatan produksi dan permintaan pasar, turut menambah performa pabrik. Dari yang dulunya hanya satu mesin penggorengan, bertambah hingga empat mesin. Desain bangunan juga disesuaikan untuk meningkatkan efektivitas kerja, dari area pengeringan, gudang penyimpanan, gedung produksi, gedung pengemasan, sampai pada ruang pelatihan. Tanaman kopi robusta dan arabika yang menjadi display item dan kandang luwak juga diatur sedemikian rapi di halaman pabrik.

    Meski sudah berhasil mempopulerkan dan meningkatkan hingga memperluas bisnis keluarga, Djuwito Tjahjadi tidak serta merta berpuas diri, ia sadar perlu adanya persiapan regenerasi. Ia menyiapkan putranya, Wirawan Tjahjadi untuk menggantikannya mengelola bisnis kopi kebanggaannya.

    Anak bungsu Djuwito Tjahjadi tersebut berhasil membuat Kopi Bali Kupu-kupu Bola Dunia meraih ISO 9001 – 2001 pada 2004. Ia juga berhasil memposisikan Kopi Bali Kupu-kupu Bola Dunia sebagai produk khas Bali hingga mengekspornya ke luar Indonesia, yaitu ke Malaysia, Singapura, Jepang, Hongkong, dan Amerika Serikat.

    Ekspansi BIsnis Ke luar Negri

    Di tahun yang sama, Wirawan Tjahjadi melakukan ekspansi bisnis ke ranah entertainment dengan membuka Kopi Bali House. Selain itu, ia juga mulai mengembangkan produk kopi selain kopi sebagai minuman, yaitu dengan memproduksi aneka handycraft dan souvenir dari kopi, seperti aroma terapi kopi, dupa kopi, parfum kopi, lukisan kopi, dan lain sebagainya.

    Perubahan baru yang besar pun dilakukan oleh Wirawan Tjahjadi untuk memajukan dunia kopi di Indonesia. Ia membangun sebuah sekolah untuh melahirkan barista bertaraf internasional di Indonesia. Sekolah tersebut bertujuan agar orang-orang yang serius ingin menjadi ahli kopi bisa menguasai seluk beluk kopi hingga cara membuat kopi terbaik.

    baca juga 1000.001 Ide Bisnis Dengan Modal Mulai 100 Ribu

    Bagaimana? Sebuah perjalanan panjang yang mengesankan, bukan?

    Anda wajib mencicipi kenikmatan Kopi Bali Kupu-kupu Dunia yang berkualitas ketika berkunjung ke Bali. Tidak perlu ke hotel berbintang, Anda bisa datang ke kedai yang menyajikan khusus Kopi Bali Kupu-kupu Bola Dunia di Jalan Gajah Mada, Denpasar, tepatnya di toko sekaligus kedai bernama “Bhineka Djaja”. Hanya dengan belasan ribu rupiah, Anda bisa menikmati secangkir kopi Bali terbaik, sambil bernostalgia di kedai kopi yang sudah berdiri sejak 1935 tersebut.



    Leave a Reply

    14 − seven =

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!