Kursus Public Speaking Untuk MC

Kursus Public Speaking Untuk MC

Ketika berbicara public speaking maka hal yang pertama kali muncul di beberapa pikiran banyak orang adalah tentang Mc dan motivator.

Namun untuk menjadi seorang MC pun tidak mudah karena dia harus bisa membedakan acara formal dan Informal.

Hal hal yang harus diperhatikan dalam MC acara formal

Cara membawakan acara atau menjadi seorang MC dalam kedua kategori tersebut tentu saja berbeda.

Untuk itu, dibawah ini terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai Mc dalam acara formal

Kepercayaan diri

Seperti public speaking pada umumnya, kepercayaan diri merupakan komponen utama seorang MC dalam sebuah acara.

Namun untuk menjadi MC atau Protokoler dalam acara formal akan terkesan lebih ketat dibandingkan dengan acara lainnya.

Satu kesalahan yang dibuat oleh seorang MC bisa merusak citra acara formal tersebut di mata orang banyak.

Kepercayaan diri seorang MC dalam sebuah acara akan membantunya menguasai pangggung dan mengatur jalannya acara.

Untuk menjadi MC dalam acara formal sebenarnya tidaklah cukup sulit, karena yang dibutuhkan hanya percaya diri dalam mengahadapi acara tersebut.

Kepercayaan diri bisa diatasi dengan melakukan latihan seseringkali yang bisa dilakukan.

Menjaga penampilan dan raut wajah juga kan menambah percaya diri di dalam diri seorang MC.

Untuk itu seorang MC atau Protokoler perlu menjaga penampilanya ketika acara berlangsung. dan unutk meningkatkan kepercayaan diri MC biasanya kursus public speaking di lister co id

Intonasi suara

Untuk menjadi Mc dalam sebuah acara formal memerlukan intonasi suara yang bagus dan mampu membacakan urutan acara dengan baik.

Jika dibandingkan dengan acara informal, sebenarnya lebih mudah untuk menjadi seorang MC dalam acara formal, karena seorang Mc hanya perlu membacakan Rundown acara tanpa memperpanjang atau menjelaskan bagian-bagian acara tersebut.

Namun dalam pembacaan tata tertib acara ini diperlukan intonasi suara yang tegas dan dengan volume yang cukup kuat.

 Hal ini akan menambah daya tarik para audiens terhadap acara tersebut.

Selain intonasi suara,  cara mengucapkan kata-kata yang sulit juga perlu diperhatikan supaya tidak terjadi  dalam pembacaan rundown ketika acara berlangsung.

Seorang MC atau Protokoler biasanya diberikan teks berupa Rundown acara, namun perlu diingatkan bahwa MC atau Protokoler sebaiknya tidak boleh terpaku dengan hanya melihat kepada Rundown acara tersebut, namun MC atau protokoler juga perlu melihat audiensnya.

Managemen waktu

Seorang MC atau Protokoler dalam sebuah acara formal harus mampu memanagemen waktu dengan baik.

Karena lancar atau tidaknya acara, cepat atau lambatnya sebuah acara berlangsung tergantung bagaimana MC atau Protokoler tersebut mengatur waktunya.

Dalam acara-acara formal ataupun informal biasanya sudah terjadwal berapa lama acara tersebut akan berlangsung.

Untuk itu, waktu dalam sebuah acara setiap rundown acaranya harus dibuat batas waktu maksimum.

Seorang MC juga bisa memberikan kode atau memberikan peringatan kecil kepada pemateri jika pemateri tersebut terlalu lama dalam menyampaikan isi  materinya.

Hal ini tidak salah dilakukan namun yang salah terkadang bagimana cara  MC tersebut menyampaikan hal itu kepada si pemateri.

Ketika menjadi seorang MC di acara formal hendaknya seorang MC atau protokoler datang lebih awal sekitar 30 menit sebelum acara dimulai.

Dengan waktu tersebut MC bisa memeriksa segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya agar tidak  terjadi kendala ketika acara berlangsung.

Etika

Salah satu hal yang paling perlu diketahui atau diingat ketika menjadi MC dalam sebuah acara adalah etika ketika acara berlangsung.

Menjaga etika sangat diperlukan bagi seorang MC/ Protokoler dalam sebuah acara fomal.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, menjadi MC atau Protokoler dalam sebuah acara formal lebih ketat peraturannya dibandingkan dengan acara nonformal.

Setiap acara formal tentu ditekankan sikap sopan santun dalam acara tersebut, namun ketika dalam membawakan acara nonformal seorang MC atau Protokoler bisa lebih bebas berekspresi dibandingkan dengan acara formal.

Dalam acara formal, seorang MC hanya perlu membuka acara, membacakan Rundown acara, dan menutup acara tersebut tanpa memperpanjang  penjelasan terhadap acara tersebut.

Salah satu contoh etika yang baik dari seorang MC adalah ketika seseorang memberikan kata sambutan, MC atau Protokoler  hanya perlu mengucapkan terimakasih dan melanjut ke acara selanjutnya.

MC atau protokoler tidak perlu memberikan komentar yang banyak terhadap apa yang disampaikan orang tersebut.

Selain itu ketika seseorang telah selesai berbicara, tunggu orang tersebut duduk terlebih dahulu dan baru melanjutkan acara selanjutnya.

Bukan hanya itu saja, bahkan hal-hal kecil seperti mematikan microfon setelah selesai berbicara perlu diperhatikan karena hal tersebut akan mengganggu pembicara lainnya untuk berbicara.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah ketika pembacaan nama dan gelar orang-orang yang bersangkutan dengan acara tersebut.

Untuk itu sebelum acaranya dimulai MC terlebih dahulu memastikan apakah nama dan gelar yang tertera pada teks sudah sesuai atau terjadi kesalahan.

Penguasaan Microfon dan posisi MC

Dalam sebuah acara formal, seorang MC atau Protokoler wajib menguasai microfon.

Walaupun terlihat kecil, namun hal ini sering disepelekan banyak orang.

Adapun yang harus diperhatikan dalam penguasaan microfon seperti letak microfon, cara memegang microfon, menghindari meniup microfon dan jangan sesekali mengetes microfon ketika acara sedang berlangsung.

Hal ini bisa saja mengurangi citra MC atau Protokoler di depan umum dan para audiens.

Hal yang  harus diperhatikan seorang MC atau protokoler lainnya adalah bagaimana dia menempatkan posisinya dalam acara itu, seorang MC harus pandai mengambil posisi yang tidak mengganggu penglihatan orang lain, misalnya menutupi pemateri atau membelakangi pemateri.

Kedua hal tersebut perlu di hindari karena akan menunjukkan etika yang buruk dari MC atau Protokoler tersebut.

Selain itu MC untuk menjaga keprofesionalan MC atau protokoler, diwajibkan untuk tetap berdiri tegak dan menjaga mimik wajahnya, seperti tetap tersenyum.

Karena para audiens juga terkadang memperhatikan mimik wajah MC nya.

Berwawasan luas

Salah satu hal penting yang perlu dimiliki seorang Mc baik formal dan nonformal adalah wawasannya yang luas.

Hal ini diperlukan untuk menjaga imagenya ketika acara sedang berlangsung.

Bukan hanya itu saja, dengan  wawasan yang luas juga bisa dijadikan sebagai solusi jika seandainya terjadi kesalahan sehingga MC atau Protokoler tersebut bisa berimprovisasi.

Selain itu seorang MC acara formal juga harus memiliki jiwa yang kreatif dan inisiatif.

Wawasan yang luas ini bisa diraih dengan terus berlatih dan mengembangkan diri.

Walaupun hanya berperan sebagai pembaca rundown acara, ada baiknya MC tersebut mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan tema atau topik yang akan dibawakan.

Wawasan yang luas juga akan membantu MC dalam pembuatan bridging atau sela dalam satu acara ke acara lainnya.

Maksudnya yaitu sebuah kata penghubung atau kalimat yang menghubungkan dari acara yang satu dengan acara yang lainnya.

Dengan adanya kemampuan bridging ini maka acara yang dibawakan tersebut akan terkesan bagus dan menarik.

Leave a Reply

14 − 2 =

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!