Larry Page Super Billionaire Di Era Informasi

Larry Page Pernahkah Anda membayangkan hidup tanpa keberadaan mesin pencari alias Google? Hampa, bahkan dunia serasa gelap gulita. Google saat ini menjadi salah satu andalan manusia dalam kehidupan untuk menggali berbagai macam informasi di berbagai masa dan lokasi. Berterimakasihlah kepada duo geeky, Larry Page dan Sergey Brin, sang inventor Google.

 

Larry Page tak hanya beken sebagai pendiri Google tapi juga masuk dalam daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes tahun 2017. Larry berhasil menduduki peringkat 12 dengan kekayaannya sekitar US$40,7 miliar atau senilai Rp529,1 triliun. Simak kisah hidup Larry Page hingga berhasil menjadi miliarder dunia idola para teknopreneur ini.

 

Larry Page  Entrepreneur In the Making

Larry Page dilahirkan pada 23 Maret 1973 dengan nama Lawrence Edward Page dari pasangan Carl Page dan Gloria di East Lansing, Michigan, Amerika Serikat. Kedua orangtua Larry adalah profesor ilmu komputer di Michigan State University. Tak heran bila masa kecil Larry dikelilingi dengan komputer dan majalah sains. Larry kecil telah menunjukkan minat pada teknologi, bisnis dan inovasi. Ia juga bersekolah Montessori yang dikenal dengan program yang mendorong kemandirian dan kreativitas.

 

 

Larry memuji sistem pendidikan yang dipilihkan oleh orangtuanya. Ia menyebut bahwa model pendidikan Montessori yang tidak mengikuti peraturan dan perintah, memotivasi untuk menjadi diri sendiri serta mempertanyakan apa yang sedang terjadi di dunia – itu turut mempengaruhi sikap dan pekerjaannya di kemudian hari.

Larry Page Lulusan University of Michigan

Ia lulus dari East Lansing High School pada tahun 1991 dan menempuh gelar sarjana teknik komputer dari University of Michigan. Kemudian, dia mendaftarkan diri untuk Master of Science di bidang ilmu komputer dari Stanford University. Disana dia bertemu dengan Sergey Brin dan keduanya menciptakan mesin pencari yang memunculkan hasil berdasarkan relevansi yang bernama BackRub di tahun 1996.

 

Andy Bechtolsheim, pendiri Sun Microsystems memainkan peran utama dalam membiayai BackRub sebesar US$100.000. Bulan September 1998, BackRub berganti nama menjadi ‘Google’ dan secara resmi menjadi perusahaan dengan Larry Page sebagai CEO. Nama Google ini merefleksikan misi kedua pendirinya yaitu mengatur informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan berguna secara universal. Di tahun 2001, Eric Schmidt ditunjuk sebagai CEO dan Larry bergeser menjadi Kepala Pengembangan Produk. Dibawah kepimpinan Schmidt, Google menggelar Initial Public Offering (IPO) di tahun 2004 yang menempatkan Larry dan Brin sebagai jutawan muda.

 

Selama Schmidt menjabat CEO, Larry masih sangat aktif terlibat dalam pengembangan produk dan visi Google termasuk mengatur pembelian perusahaan Android Inc. milik Andy Rubin tanpa memberitahu Schmidt sampai dia menyelesaikan kesepakatan tersebut.

 

Tahun 2011, Larry memutuskan kembali menduduki jabatan CEO dan membuat gebrakan baru. Ia menata ulang manajemen senior perusahaan serta pengembangan produk yang sangat agresif. Sebelum akhir tahun 2012, Google telah meluncurkan Google+, Chromebook pertamanya, Google Glass, layanan internet berkecepatan tinggi Fiber dan banyak lagi. Larry memimpin Google sampai tahun 2015 dan telah melakukan penataan ulang struktur perusahaan secara besar-besaran.

 

Selanjutnya, Larry pun menjadi CEO Alphaber – induk perusahaan Google. Dengan jabatan barunya ini Larry lebih banyak menghabiskan waktunya untuk meneliti teknologi baru, bertemu dan mendaftarkan orang-orang yang benar-benar cerdas, dan membangun visi serta target Alphabet berikutnya.

 

 

Larry Page  Mencintai Dunia Filantropi dan Energi Hijau

Larry memiliki minat pada teknologi energi terbarukan dan filantropi. Bersama Brin mendirikan Google.org pada tahun 2004 dengan fokus utama pada isu perubahan iklim dan energi terbarukan. Bukti ketertarikan minatnya itu, Larry menjadi investor di Tesla Motors, mempromosikan penerapan mobil listrik hibrida dan investasi energi alternatif lainnya.

 

Ia juga membantu mendirikan Singularity University, sebuah institusi think tank transhumanis. Google adalah salah satu pendiri institusi tersebut dan mendanai beasiswa di Singularity University. Larry pun menjadi investor pribadi di Planetary Resources, yang bertujuan untuk pengamatan asteroid; serta Twigtale, sebuah startup buku anak-anak yang dipersonalisasi yang didirikan oleh saudara iparnya.

 

Larry ternyata menginvestasikan US$100 juta miliknya sendiri di Zee.Aero, sebuah perusahaan pesawat terbang yang bekerja untuk membentuk transportasi baru yang revolusioner. Ia juga merupakan investor di Kitty Hawk, sebuah perusahaan startup mobil terbang misterius yang baru-baru ini membangun pesawat listrik berpenumpang tunggal.

 

10 Fakta tentang Larry Page

Tahukah Anda, ada 10 fakta menarik dari Larry Page yang harus Anda ketahui. Apa sajakah itu? Simak yuk.

#1 Tertarik dengan Komputer sejak usia enam tahun

 

Larry dibesarkan dalam keadaan rumah yang berantakan dengan komputer dan majalah Ilmu Pengetahuan Populer yang tersebar di semua tempat dirumahnya. Ketertarikannya pada komputer dimulai saat dia berusia enam tahun saat dia bermain dengan barang-barang yang tergeletak di sekitarnya.

Larry juga menjadi anak pertama di sekolah dasar yang menyerahkan tugas dari Words. Larry mengatakan bahwa ia belajar sejak usia dini untuk menemukan sesuatu yang menjadi alasan mengapa ia tertarik dengan teknologi dan bisnis. Ia pun mengaku bahwa, “Ketika saya berumur 12 tahun, saya tahu saya akan segera memulai sebuah perusahaan.”

 

#2 Gaji tahunannya sebesar US$1

 

Ketiga dewan eksekutif Google Inc. yaitu Larry Page, Sergey Brin dan Eric Schmidt – telah mengurangi gaji tahunan mereka menjadi hanya sebesar US$1 setahun dan menolak bonus. Tetapi mereka membukukan kekayaan pribadi mereka langsung ke kinerja perusahaan di pasar saham.

 

#3 Menjadi Miliarder di usia 27 tahun

 

Penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) Google pada tahun 2004 berhasil mengumpulkan dana sebesar US$1,67 miliar, mengambil kapitalisasi pasar perusahaan menjadi US$23 miliar. Hal ini membuat Larry Page menjadi miliarder pada usia 27 tahun.

 

#4 Mengendarai Mobil Listrik

 

Larry dikenal dengan ketertarikannya pada energi hijau. Salah satunya adalah dengan pilihannya mengendarai sepeda motor Zero X dan mobil sport listrik dari Tesla Motors, di mana dia dan pendiri Google lainnya – Sergey Brin adalah investor dari Tesla Motors.

 

#5 Gemar Berpetualang

Larry Page adalah penggemar petualangan serta menyukai berbagai olahraga outdoor yang cukup esktrim, seperti Kite Boarding. Dia diketahui kerap mengunjungi pulau pribadi Necker Island, Alaska milik Sir Richard Branson dengan jet pribadinya hanya untuk menikmati olahraga favoritnya dan bersantai.

Larry juga memiliki sebuah kapal pesiar mewah yang dinamainya Senses yang dibuat oleh pembuat kapal asal Jerman, Fr. Schweers Shipyard. Kapal pesiar sepanjang 193 kaki ini harganya mencapai sekitar US$45 juta dan dilengkapi dengan gym, sepuluh kamar mewah, helipad serta jacuzzi di bagian deck kapalnya.

 

#6 Mempromosikan Penggunaan Energi Hijau

 

Sebagai penduduk Palo Alto, Larry adalah pendukung utama terhadap penggunaan dan penemuan segala bentuk energi bersih. Bahkan, ia sudah menerapkan energi bersih dalam kehidupan terdekatnya, termasuk di rumahnya sendiri. Di rumahnya, Larry telah menggunakan jaringan energi dan bahan bakar terbarukan, energi panas bumi serta rainwater capture. Selain itu, rumahnya yang kerap dijuluki sebagai ‘eco mansion’ ini juga terdapat taman di atap (rooftop garden) serta panel surya.

 

#7 Sempat Berkencan dengan Mantan CEO & President Yahoo

 

Sebelum menikah dengan Lucy Southworth, Larry pernah berkencan dengan Marissa Mayer. Marissa Mayer adalah mantan presiden dan CEO Yahoo, yang sempat menjadi CEO termuda di antara perusahaan Fortune 500.

 

#8 Menderita Penyakit Misterius

 

Larry pernah menderita penyakit misterius, yang membuatnya tidak bisa menghadiri rapat pemegang saham tahunan. Penyakit itu membuatnya kehilangan suara, sehingga ia tidak bisa muncul. Belakangan diketahui Larry terkena penyakit autoimun bernama Tiroiditis Hashimoto.

 

#9 Mensyaratkan Tes SAT untuk Karyawannya

 

Larry bersama dengan rekannya – Sergey Brin, mensyaratkan nilai SAT untuk calon karyawan mereka selama proses rekrutmen. Keduanya percaya bahwa informasi ini membantu mereka menilai karyawan dengan baik, untuk menentukan  intelektualitas mereka dan seberapa cocok untuk bekerja di Google.

 

baca juga

Wang Jian Lin Kekayaan US$ 31,3 miliar

500 Kisah Pengusaha Sukses

 

 

#10 Memiliki Indera Penciuman yang Sensitif

 

Tahukah Anda bahwa Google Head Quarters memiliki saringan udara yang kuat? Hal ini tak lain disebabkan oleh indera penciuman Larry dan Sergey yang sensitif membuatnya harus menggunakan sistem penyaring udara yang terbaik.

 

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!