Published On: Tue, Mar 10th, 2015

Lela Makan Gratis Di Pecel Lele Lela

Lela Makan Gratis Di Pecel Lele Lela | Satu lagi pembisnis di bidang kuliner. Kali ini hadir dengan makanan pecel lele. Ya anda pasti sudah sering mendengar dan bahkan makan di tempat makan Pecel Lele Lela. Pecel Lele Lela dibangun susah payah oleh Rangga Umara dan kini hasilnya bisa dibanggakan. Mau kenal lebih dekat dengan Rangga Umara dan juga mau tahu bagaimana perjalanannya membangun bisnis Pecel Lele Lela? Simak artikel berikut.

Rangga Umara dan Pecel Lele Lela

Pecel dengan brand Lele Lela didirikan oleh Rangga Umara. Rangga Umara adalah lelaki kelahiran 3 Januari 1979 atau 36 tahun yang lalu. Kini Rangga Umara telah menikah dengan Siti Umairoh dan telah memiliki dua orang anak yaitu Razan Muhammad dan Ghanny Adzra Umara keduanya laki-laki.

Rangga Umara lahir dari pasangan Deddy Hasanudin dan Tintin Martini. Bapaknya adalah seorang ustadz dan ibunya adalah seorang pegawai negeri. Suatu ketika Rangga Umara memiliki impian untuk menjadi seorang pengusaha. Sayangnya karena kuliah di sebuah perguruan tinggi di Bandung Jurusan Manajemen Informatika, impiannya entah kenapa berbelok arah menjadi karyawan di sebuah perusahaan pengembang di Bekasi sebagai marketing communication manager.

Namun setelah perjalanan panjang akhirnya impiannya benar-benar terwujud. Ia menjadi pembisnis kuliner yang tersohor bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Brand Pecel Lele Lela membuatnya mewujudkan impiannya.

pecel lela gratis

pecel lela gratis

Pecel Lele Lela dibangun pada tahun 2006. Nama Lela yang melekat dibelakang kata pecel lele bukanlah nama orang terdekatnya, namun merupakan sebuah doa agar usahanya semakin lancar, yaitu singkatan “lebih laku”. Kini, Pecel Lele Lela telah menjadi Brand Pionir yang dapat memberi nilai tambah pada usaha Pecel Lele. Hingga tahun 2013 lalu, ada kurang lebih 92 outlet yang tersebar di seluruh pelosok tanah air seperti di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Karawang, dan Purwokerto dan juga luar negeri. Pelebaran outlet ini selain memang usaha sendiri juga dibantu dengan sistem waralaba. Omzetnya mencapai Rp 1,8 miliar setiap bulannya.

Jatuh Bangun dalam Berbisnis

Pecel Lele Lela memang sukses sekarang ini, tapi jangan dikira dibangun dengan perjalanan yang mulus. Ada perjuangan yang mengharukan yang mampu membuat kita berfikir bahwa bisnis tidak ada yang instan langsung sukses. Begitu juga bisnis Pecel Lele Lela ini. Simak kisah jatuh bangun Rangga Umara dalam berbisnis kuliner pecel lele.

Lela Makan Gratis Di Pecel Lele Lela , Awalnya bisnis ini dibangun dari kekhawatiran seorang manajer yang telah mengabdi selama lima tahun. Namun perusahaannya lambat laun mulai tampak lesu, banyak karywan yang di PHK. Dan Rangga menyadari kalau hal tersebut juga bisa terjadi padanya. Ia bertekad kuat untuk membuka usaha sendiri. Sebelumnya ia juga pernah berbisnis kecil-kecilan seperti penyewaan komputer, tapi bisnisnya pupus ditengah jalan. Dan karena ia suka makan, tercetuslah ide untuk usaha kuliner.

Usaha kuliner ini dimulai dengan membuka sebuah warung seafood seperti layaknya di kaki lima. Modal Rangga saat itu 3 juta rupiah. Uang itu diperoleh dari hasil menjual barang-barang pribadinya ke teman-temannya. Warung yang Rangga tempati berukuran 2×2 meter persegi merupakan warung semi permanen di daerah Pondok Kelapa. Karena modal yang masih kecil, Rangga memang memilih tempat yang uang sewanya kecul, kala itu 250 ribu rupiah setaip bulannya. Rangga memiliki tiga orang karyawan saat itu, dua dari mereka adalah sepasang suami-istri.

Warung pertama milik Rangga ini didesign unik, tak seperti warung ala pinggir jalan biasanya. Namun sayangnya desain unik itu tak membantu penjualan sama sekali, dari tiga bulan pertama penjualan hasilnya selalu saja minus. Namun Rangga mencoba berbesar hati. Ia mulai berspekulasi mungkin saja orang tak tahu keberadaan warung tendanya itu. Dan Rangga mulai mencari lokasi lain yang lebih ramai.

Rangga mencoba menawarkan sistem kerjasama dengan rumah makan dan warung lain, namun selalu saja ditolak. Namun suatu saat Rangga malah ditawari untuk membeli peralatan rumah makan sebuah warung yang akan tutup karena sepi pembeli. Karena gak punya uang, Rangga menolak. Namun orang tersebut malah menawarkan sewa tempat seharga 1 juta rupiah setiap bulannya. Dan Rangga setuju.

pecel lele lela

pecel lele lela

Satu bulan pertama, warungnya mulai menunjukkan hasil. Ide Rangga kala itu memiliki spesialisasi kuliner yang dijual yaitu dengan jualan pecel lele. Pecel lele adalah makanan favoritnya sejak kuliah. Selama kuliah, ia memang rajin berburu warung pecel lele yang enak. Dan karena Rangga berfikir jualan makanan ikan lele saja belum pernah ada, ia menjadikan ikan itu sebagai spesialisasi bisnisnya.

Namun suatu ketika ide bisnisnya direalisasi yaitu ikan lele yang dibalut dengan tepung, tapi ikan lele tersebut justru lebih mirip pisang goreng. Tanpa perasaan menyerah sedikitpun, Rangga mengganti tepung dengan telur dan juga beberapa kali proses dan sukses. Pembeli makin suka dengan makanan milik Rangga. Dan setelah tiga bulan pindah ke tempat baru itu pendapatan warungnya meningkat jadi 3 juta rupiah setiap bulan.

Karena usaha Rangga laris, pemilik tempat yang ia sewa menaikkan harga sewa tempat menjadi dua kali lipat. Selain itu Rangga juga harus memikirkan gaji karyawan. Dan pendapatannyapun minus. Tahun 2007 Rangga nekat berhutang ke rentenir 5 juta rupiah, untuk menggaji karyawan pikirnya. Rangga memiliki prinsip, dalam kondisi bagaimanapun, karyawan harus diprioritaskan.

Dan Rangga tak mudah pantang menyerah terhadap masalah-masalah yang ada. Rangga lebih suka mencari peluang untuk mencari solusi terbaik. Dan lambat laun warung makannya menjadi lebih ramai, berbagai pengunjung datang dari berbagai kawasan selain dari Pondok Kelapa saja. Iapun akhirnya pindah tempat karena Rangga merasa uang sewanya terlalu mahal. Lambat laun menu lele juga semakin beragam, ada lele goreng tepung, lele fillet kremes, dan lele saus padang. Menu andalan mereka sekaligus jadi favorit pembeli hingga sekarang. Namun disela-sela menanjaknya kesuksesan warungnya, kokinya mengundurkan diri. Dan ternyata ia keluar untuk membuka tempat makan sejenis dengan Rangga. Namun Rangga tak masalah, karena ia percaya rezeki ada yang mengatur.

Masa Jaya Rangga Umara

Usahanya semakin hari semakin berjalan lancar. Dan suatu ketika ia bertemu dengan Bambang, teman main basketnya. Bambang adalah manajer di sebuah restoran. Ranggapun bercerita bila ia memiliki usaha makanan, dan mengundangnya untuk berkunjung. Dan Bambangpun datang setelah beberapa minggu pertemuannya. Di sana mereka banyak berbincang tentang bisnis rumah makan.

Bambang juga banyak memberi masukkan. Dan akhirnya Bambang dijadikan konsultannya untuk membantu membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) menjalankan rumah makan. Bambang melatih karyawan juga agar lebih profesional, sesuai dengan SOP. Bambang berperan besar, bahkan suatu ketika Bambang keluar dari tempatnya bekerja untuk berpindah ke tempat Rangga. Kini Bambang jadi General Manager untuk Pecel Lele Lela.

Setelah adanya SOP, tahun 2009 Pecel Lele Lela mulai di bisniskan dengan sistem waralaba. Walau tak ada niatan untuk itu namun peminatpun banyak. Dan akhirnya Rangga menggunakan sistem waralaba untuk mengembangkan usahanya. Perjalanan membuahkan hasil, tahun 2010 Rangga mendapat penghargaan dari Menteri UKM yaitu Indonesian Small and Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA). Selain itu Rangga juga menerima penghargaan dari Menteri Perikanan dan Kelautan. Alasannya usaha Rangga dinilai inovatif dalam mengenalkan dan mengangkat citra lele dengan menciptakan makanan kreatif sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan. Kini Rangga juga sering diundang untuk menjadi pembicara di seminar-seminar kampus, Lela Makan Gratis Di Pecel Lele Lela.

jasa seo dan internet marketing
Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. yogi himawan says:

    selamat pagi
    kami dari agen lele
    mau menawarkan pasokan untuk supply lele ke tempat tempat kuliner dan kami ingin menawarkan lele untuk di supply dengan harga yg standart dan murah
    jika anda berminat silakan email ke yogikbb.46@gmail.com / hub ke 089623997161

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>